Untuak Variasi Perhatian PemDa, di lua etalase Sala Lauak, kito baco pulo Haluan:
Tak Ada Bantuan Pemerintah Tujuh Ribu Nelayan Masih Berjuang Sendiri Dibaca: *25* kali Rabu,16 Maret 2016 - 03:52:35 WIB [image: Tujuh Ribu Nelayan Masih Berjuang Sendiri] NELAYAN pulang melaut. *PADANG, HALUAN —* Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang Zalbandri mengatakan di tahun 2016 ini, tak ada anggaran APBD untuk nelayan. “Bantuan untuk nelayan di tahun ini masih diusakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan melalui APBN. Proposal sudah kita ajukan untuk itu. Ada gambaran bahwa kita akan dapat bantuan sekitar 15 unit kapal nelayan. Sebab, di pusat itu ada program seribu kapal ikan di kementerian,” jelasnya lagi. Dikatakannya, di APBD memang tidak ada bantuan untuk nelayan yang jumlahnya di Padang mencapai 7 ribu orang, sedangkan bagi persatuan nelayan atau disebut KUB sebanyak 94 kelompok. Sedangkan bantuan lapak untuk pedagang ikan Purus yang dijanjikan saat pembongkaran, kini masih dalam proses dengan anggaran Kota Padang Rp350 juta dengan jumlah pedagang 30 orang. “Anggaran kita masih kurang sebenarnya, sebab kita menjadikan kawasan Purus itu wisata pukek. Dengan nuansa wisata inilah kita butuh anggaran yang cukup besar,”tutup Zalbadri. Hidup nelayan masih jauh dari kata sejahtera. Mereka sangat berharap bantuan dari pemerintah untuk modal melaut yang biayanya tidak sedikit. Seperti disampaikan oleh anggota nelayan Benteng Purus (Bempur) Gatot. Dikatakannya sudah beberapa tahun terakhir ini nelayan tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Kapal ini saja dibantu oleh perkumpulan cina. Kami berjumlah lebih kurang 30 orang. Ada anggota kami yang kapalnya tidak layak lagi melaut, karena tidak ada lagi pilihan terpaksa berlayar juga,” urainya. Ia menambahkan, jika cuaca buruk dia bersama teman-temannya terpaksa meminjam uang untuk belanja karena tidak bisa melaut. “Makanya dari dahulu nelayan tak ada yang kaya,”ucapnya. Nelayan Bungus Teluk Kabung Sopi mengaku juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Dengan dibentuknya persatuan antar nelayan itulah nasib bisa dibagi. “Kami ini kuat karena bersatu saja. Kalau tidak susah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,”jelasnya. (*h/ows)* On Monday, March 14, 2016 at 10:19:18 PM UTC-7, Andri Satria Masri wrote: > > Mantan Menkokesra Azwar Anas Takjub dengan Proyek Pembangunan BP2IP > <http://humas-padangpariamankab.blogspot.co.id/2016/02/mantan-menkokesra-azwar-anas-takjub.html> > > > > http://humas-padangpariamankab.blogspot.co.id/2016/02/mantan-menkokesra-azwar-anas-takjub.html > > Bupati Ali Mukhni Ajak Perantau Untuk Berinvestasi Di Kampung Halaman > <http://humas-padangpariamankab.blogspot.co.id/2015/03/bupati-ali-mukhni-ajak-perantau-untuk.html> > > > http://humas-padangpariamankab.blogspot.co.id/2015/03/bupati-ali-mukhni-ajak-perantau-untuk.html > > Kepala BPKP Sumbar Pantau Pembangunan BP2IP Padang Pariaman > http://www.bpkp.go.id/berita/read/13743/5/Kepala-BPKP-Sumbar-Pantau-Pembangunan-BP2IP-Padang-Pariaman-.bpkp > > Pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Padang > Pariaman > http://pustaka.pandani.web.id/2014/02/pembangunan-balai-pendidikan-dan.html > > Pada 15 Maret 2016 10.55, Maturidi Donsan <[email protected] > <javascript:>> menulis: > >> Kalau salalawuak ko ado sangkutan jo debu dari makan Syeh Burhanuddin, io >> abih aka. >> >> Nanti nan bisa menghakimi wisatawan lua tamasuak bule-bule. >> >> Biasonyo bule-bule ko paliang takuik bana jo langau. >> >> Mudah-mudahan tanpa tutup masih tetap laris >> >> >> Maturidi >> >> Pada 14 Maret 2016 20.54, Sjamsir Sjarif <[email protected] >> <javascript:>> menulis: >> >>> MULYADI DAN SEKOLAH PELAYARAN TIRAM >>> Membangun Masa Depan Kelautan Sumbar >>> in Headline, Padang, Sumbar 9 Juli 2015 >>> >>> >>> Inilah sejumlah gedung Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) >>> di Tiram, Padang Pariaman yang diperjuangkan Mulyadi di Senayan demi >>> pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan. (*) >>> Inilah sejumlah gedung Balai Pelatihan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP) >>> di Tiram, Padang Pariaman yang diperjuangkan Mulyadi di Senayan demi >>> pengembangan sumber daya manusia di bidang kelautan. (*) >>> PADANG – Padang Pariaman boleh dikatakan daerah yang beruntung. Soalnya >>> di kabupaten ini, tepatnya di Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, telah >>> berdiri gedung megah yang dimanfaatkan sebagai Balai Pelatihan Pendidikan >>> Ilmu Pelayaran (BP2IP). >>> Hadirnya balai pendidikan ini sekaligus juga menjawab kebutuhan >>> masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) dan provinsi tentangga dalam >>> mengembangkan sumberdaya manusia di bidang ilmu pelayaran. Apalagi Sumbar >>> bersentuhan dengan pantai barat Sumatera dan prospek ke depan, dipastikan >>> dapat mendongkrak kesejahteraan rakyat sekitar. >>> “Sekarang saja, belum difungsikan gedung itu, harga tanah sudah dihargai >>> tinggi. Daerah kami yang tadinya sepi bahkan jauh sebelumnya menjadi lokasi >>> pembuangan akhir (TPA) sampah, sekarang tidak lagi. Hadirnya gedung ini >>> membawa berkah bagi kami. Tanda-tandanya sudah tampak,” ujar Nal, warga >>> Tiram kepada Singgalang, belum lama ini. >>> Tak hanya itu yang membuat Nal senang. Sebagai orang pasie (tinggal di >>> tepi pantai), dia punya harapan anaknya kelak, bisa menuntut ilmu di sana >>> dan menjadi orang hebat di sektor kelautan. Tidak seperti dirinya, yang >>> hanya melaut secara tradisional, dengan pendapatan pas-pasan. >>> Ujang, warga Tiram lainnya juga mengatakan hal senada. Jika sudah >>> difungsikan gedung megah tersebut, dia haukul yakin, kawasan Tiram >>> terdongkrak naik. Perekonomian masyarakat meningkat, daerah Tiram yang >>> tadinya tidak ada apa-apanya, akan menjadi daerah yang luar biasa. >>> BP2IP itu sendiri mulai diresmikan pengeboran pembangunannya, Sabtu >>> (19/10/2013) oleh Gubernur Sumbar bersama Wakil Ketua Komisi V DPR, H. >>> Mulyadi serta Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni. Hebatnya, momentum >>> berharga tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Wagub Muslim Kasim, >>> Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy dan Kepala BPSDM Kementerian >>> Perhubungan. >>> >>> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
