1000 MINANG MART

INILAH YANG DITUNGGU-TUNGGU

SELAMA INI


 
                                                    Mochtar Naim

20 Mei 2016


|  
 
  |


 

|  G

  |

UBERNUR IRWAN PRAYITNO padaawal masa kerja keduanya ini akhirnya tampil dengan 
sebuah gagasan rencanakerja yang sangat menjanjikan. Gagasan ini terasa sangat 
tepat karena telahdidahului oleh usaha melarang masuknya mart-mart seperti 
Indomart dan Alfamartmasuk ke Sumbar yang sifatnya kapitalistik dan membunuh 
usaha-usaha mini bisnisritel pewarungan kerakyatan di seluruh Indonesia.  
Apalagi dalam upaya melaksanakan usaha mini bisnisritel berbasis kerakyatan ini 
dikaitkan pula dengan upaya kerjasama dengan BankNagari sebagai pemasok dana 
permodalan. Syukur-syukur, dan memang diharapkan,kalau juga diikuti oleh 
bank-bank lainnya, khususnya bank-bank syariah, baikbank-bank syariah negara 
maupun swasta.

            Ada bagusnya kalau Minang Mart yang mau dikembangkan itu,sifatnya 
menyeluruh, tidak hanya tersebar di kota-kota tetapi juga di setiapNagari di 
Sumbar. Minimal ada satu Minang Mart di setiap Nagari, yang 
kapasitasnyadisesuaikan dengan kapasitas kebutuhan konsumptif di Nagari itu.  
Bukan mustahil, bahkan, kalau ide 1000 MinangMart dengan nama yang bisa 
berbagai ini juga berkembang ke rantau manapun yangbanyak dimasuki oleh para 
perantau Minang, baik di Indonesia ini maupun diKawasan Nusantara lainnya, 
termasuk Malaysia, Brunai, Sabah, dsb.

            Yang diperlukan tidak lain adalah “4K”: Kemauan, Kerjakeras, 
Kejujuran dan Kerjasama antara sesama, serta bimbingan yang kuat dariPemda 
sendiri. Seperti yang telah disampaikan oleh Gubernur Irwan akan komitmendari 
Pemda Sumbar untuk menjadikan bisnis ritel pewarungan dengan nama MinangMart 
ini sebagai pertaruhan akan keberhasilan maupun kegagalan dari PemdaSumbar ke 
masa depan, begitupun mestinya rakyat Sumbar sendiri, baik yang diranah maupun 
yang di rantau di mana saja di dunia ini. Kita sudah lihat sendiribagaimana 
kerjasama antara pemerintah dan rakyatnya, baik yang di ranah maupundi rantau, 
dari ketiga raksasa Dunia Kuning: Jepang, Korea dan Cina, sekarangini mampu 
merebut dunia bisnis dan industri di seluruh dunia. Semua itu dimulaitidak lain 
dari “4 K” itu: Kemauan, Kerja keras, Kejujuran dan Kerjasama.

Kemauan, Kerjakeras, Kejujuran dan Kerja sama inilah yang perlu kita kembangkan 
di bumibertuah Minangkabau ini, yang dahulu pernah kita sanjung-sanjung 
karenamemiliki unsur-unsur budaya yang kita perlukan itu, tetapi yang sekarang 
telahmeluncur habis sampai ke tingkat ketiga dari bawah dalam ukuran 
keberhasilan diIndonesia dan Nusantara ini. Munculnya ide mau menciptakan 
Sumbar menjadi DIM(Derah Istimewa Minangkabau) tujuannya tidak lain adalah itu; 
tidak hanyasekedar memasukkan ideologi ABS-SBK ke dalam program pembangunan 
Pemda Sumbar,tetapi sekaligus sebagai kekuatan hukumnya dengan menjadikan Pemda 
Sumbar inimenjadi Provinsi DIM itu, seperti halnya dengan ke empat provinsi 
lainnya yangsudah menjadi Daerah Istimewa itu, yaitu Aceh, Yogya, Papua dan DKI 
Jakarta.Kalau jadi, Sumbar akan menjadi yang ke lima dari 34 provinsi yang ada 
di NKRIini. Dan peluang ini dibukakan oleh UUD1945 sendiri, khususnya Pasal 18 
B.Tinggal kita memanfaatkan peluang yang dibukakan itu, justru 
untukmengembalikan Sumbar dengan budaya Minangkabaunya yang sudah terperosok 
jauhini kembali kepada marwah dan nama baik yang pernah diembannya itu.     

Denganmenjadikan Provinsi Sumbar menjadi Provinsi DIM itu, nilai budaya ABS-SBK 
itutidak hanya sekadar disebut-sebut seperti selama ini tetapi benar-benar 
menjadipatokan hukum dengan kekuatan hukum, seperti halnya hukum 
danperundang-undangan negara yang berlaku di ranah Minang sendiri. Artinya, 
adatdan agama Islam di bumi Minangkabau dijadikan sebagai sumber kekuatan 
hukumyang bisa menghitam-memutihkan di semua sisi kehidupan, baik di 
pemerintahanmaupun di masyarakat sendiri.

Kembali keide penciptaan 1000 Minang Mart yang dilancarkan oleh Gubernur Irwan 
itu,pengalaman menyesakkan nafas dari usaha Koperasi Nagari di masa lalu 
yangmanajemennya dikuasai dan dikendalikan oleh pejabat pemerintah di Kecamatan 
danNagari yang merupakan sumber KKN (korupsi, kolusi, nepotisme), dihapus 
dandigantikan oleh manajeman koperasi yang bersih dan rasional, yang 
meluludikendalikan oleh rakyat sendiri. Minang Mart dan mart-mart lainnya yang 
bermunculandari rakyat sendiri, seluruhnya dikelolakan dengan prinsip “ekonomi 
kerakyatanberbasiskan koperasi syariah” di Nagari dan di mana saja. Cita-cita 
koperasi BungHatta yang kita perkaya dengan konsep ekonomi syariah kerakyatan, 
insya Allahakan kita munculkan bersama di ranah leluhur kita sendiri, 
Minangkabau, dankita kembangkan ke manapun di tanah air kita ini, dan di 
manapun, dengan kitamenjadikan Sumbar menjadi Provinsi DIM yang kerkekuatan 
hukum dan bercorakOtonomi Daerah.

Semoga Allahswt membukakan peluang dengan ma’unah dan mau’izhahNya, amin! ***


 

 












-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Attachment: 160520 1 1000 MINANG MART.docx
Description: MS-Word 2007 document

Kirim email ke