Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Dear all.aaa) Alhamdulillah wa
syukurillah dalam sikon Nasional, Regional jointernasional nan caruik maruik
kiniko laie ado Petinggi Gubernur SumateraBarat nan mampunyai idee funtastic
disektor ekonomi kerakyatan melalui saribumart atau apopun namonyo nan pado
hakekatnyo manyalamaiekkan ekonomi Nagori diRanah Minang nan awak samo cintoi
pulo ;bbb) Manuruik pandapeik ambo dengan istilah-istilah POSDCORB jo
SWOTAnalyses dengan dan melalui Perda Gub Sumbar iyolah awak akan
mandapeikkansuatu tidak hanyo konsep akan tetapi labieh marupokan suatu Program
aksi nanmemang sadang ditunggu-tunggu dek rahayat banyak di Nagori-Nagori. Kok
awakbapikie kesra tantunyo piramida kependudukan Provinsi Sumatera Barat harus
danmau tidak mau awak balikkan dengan catatan bahwasanyo
Golongan/kelompokterbesar rahayat Nagori dengan ekonomi yang terburuklah
menjadi Subyekdan Target pencapaian seribu Mart (Waroeng/Lapau) ;ccc)
Dapeikdikamukokan pulo bahwasanyo dalam penyusunan suatu rencana Ekonomi
Kerakyatandalam konteks saribu Mart tasabuik,iyolah awak mamulai dengan caro
pikie dan suduik pandang SOM ( Subyek-Obyek-Methoda) jo reasoningnyo. Karano
PembangunanNasional nan alah dilaksanakan dalam beberapa dekade nan lalu alun
dapeik memberikansuatu tingkat kesejahteraan yang ditambah dengan rasa keadilan
bagi masyarakat terutamadi Nagori-Nagori Provinsi Sumatera Barat. ddd)AKSIOMA -
Bahwa berbagai kegiatan pembangunanwilayah dan kawasan di Indonesia tersebut
belum sepenuhnya memenuhi suatukriteria konsepsi pemikiran ( conception) yang
berdasarkan pada kebutuhan masyarakat ( people centered ), adanya partisipasi
masyarakat ( people participatory ), pemberdayaanmasyarakat ( people empowering
),dan kondisi pembangunan wilayah berkesinambungan ( regional
sustainabledevelopment ) yang harmonis dengan alam lingkungannya. Dengan
demikianbahwa upaya pemberdayaan masyarakat Nagori tasabuik adolah merupakan
suatuupaya dalam rangka menstimulir ( tostimulate ) kegiatan-kegiatan
pembangunanmasyarakat pedesaan dan Nagori diberbagai bidang kehidupan
masyarakat agarlebih berdaya-guna dan berhasil-guna melalui peningkatan
kepastian dankemampuannya dalam memanfaatkan SumberDaya Alam / Sumber Kekayaan
Alam ( SDA ) dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) sertaSumber Daya Kebudayaan ( SDK
) yangdimilikinya. Disamping itu potensi-potensi daerah lainnya seperti adanya
Comparative Advantages dan Competitive Advantagesyang pada gilirannya dapat
meningkatkan kesejahteraan Rakyat terutama di NagoriProvinsi Sumatera Barat
tersebut dimuka ; Esensidari pembangunan regional di kawasan dimaksud adalah
terciptanya suatumasyarakat madani dengan landasan philosophy Pancasila,
landasan konstitusional Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia
Tahun 1945 denganAdaiek Basandi Sara, Sara Basandikan Kitabullah ( ABS SBK )
menuju suatu masyarakat majemuk yang berkeadilan,kehidupan masyarakat yang
harmonis dengan alam lingkungannya, damai dansejahtera dalam tatanan kehidupan
Bhineka Tunggal Ika dalam wadah NKRI ;eee) Cultural Style.InMinangkabau
Culture…: Everychild must someday leave their home..andface the many challenges
in life.Challengesthat will guide him toward becoming a man Justbecause the
community says somethingItdoesn’t mean it has the right to say it.Comehome my
son. …when you are ready ( Source : Nofend St. Mudo,RantauNet Tanggal 6 Mei
2009 )fff) Langkah-langkah nanpatuik dilakukan manuruik pandapeik ambo adolah
disamping pemikiran nan alah dikamukokanGubernur Sumatera Barat tasabuik mako
pembentukan suatu SC dengan para anggota TTSdipakuek dek para cadiek pandai
Rantau nan akan menerbitkan suatu konsepsi RegionalProvinsi Sumatera Barat
berlandaskan kepada potensi Nagori-Nagori dan menjadi suatupedoman JUKLAK
kepada OC dalam melaksanakan sarato implementasi operasional saribuMart
dimakasuik ; ggg) Peranan waroeng/lapaunan alah ado di Nagori-Nagori mau tidak
mau harus diintegrasikan sedemikian rupomenjadi suatu kekuatan ekonomi
kerakyatan berbasis masing-masing Nagori, artinyotagak dan keberadaan saribu
Mart akan dapeik menjadi suatu penunjang ataupun sebagai“core” ekonomi
kerakyatan ; Dengan adonyo Saribu Mart tasabuik, Insha Allah akanmambuek suatu
sistim distribusi dari Hulu ke Hilir dan bahkan tidak mustahil
ExportDevelopment ;Mudah-mudahan sekedar komentarsingkek ambo dapeik juo ado
manfaatnyo.Wassalamu’alaikumWarahmatulaahi Wabarakaatuh. H.asmun ahmad sju’eib,
M.A. ( Lk/71/Depok)
Pada Sabtu, 21 Mei 2016 9:12, Mochtar Naim <[email protected]> menulis:
1000 MINANG MART INILAH YANG DITUNGGU-TUNGGU SELAMA INI
Mochtar Naim 20 Mei 2016
| |
| G |
UBERNUR IRWAN PRAYITNO padaawal masa kerja keduanya ini akhirnya tampil dengan
sebuah gagasan rencanakerja yang sangat menjanjikan. Gagasan ini terasa sangat
tepat karena telahdidahului oleh usaha melarang masuknya mart-mart seperti
Indomart dan Alfamartmasuk ke Sumbar yang sifatnya kapitalistik dan membunuh
usaha-usaha mini bisnisritel pewarungan kerakyatan di seluruh Indonesia.
Apalagi dalam upaya melaksanakan usaha mini bisnisritel berbasis kerakyatan ini
dikaitkan pula dengan upaya kerjasama dengan BankNagari sebagai pemasok dana
permodalan. Syukur-syukur, dan memang diharapkan,kalau juga diikuti oleh
bank-bank lainnya, khususnya bank-bank syariah, baikbank-bank syariah negara
maupun swasta. Ada bagusnya kalau Minang Mart yang mau dikembangkan
itu,sifatnya menyeluruh, tidak hanya tersebar di kota-kota tetapi juga di
setiapNagari di Sumbar. Minimal ada satu Minang Mart di setiap Nagari, yang
kapasitasnyadisesuaikan dengan kapasitas kebutuhan konsumptif di Nagari itu.
Bukan mustahil, bahkan, kalau ide 1000 MinangMart dengan nama yang bisa
berbagai ini juga berkembang ke rantau manapun yangbanyak dimasuki oleh para
perantau Minang, baik di Indonesia ini maupun diKawasan Nusantara lainnya,
termasuk Malaysia, Brunai, Sabah, dsb. Yang diperlukan tidak lain
adalah “4K”: Kemauan, Kerjakeras, Kejujuran dan Kerjasama antara sesama, serta
bimbingan yang kuat dariPemda sendiri. Seperti yang telah disampaikan oleh
Gubernur Irwan akan komitmendari Pemda Sumbar untuk menjadikan bisnis ritel
pewarungan dengan nama MinangMart ini sebagai pertaruhan akan keberhasilan
maupun kegagalan dari PemdaSumbar ke masa depan, begitupun mestinya rakyat
Sumbar sendiri, baik yang diranah maupun yang di rantau di mana saja di dunia
ini. Kita sudah lihat sendiribagaimana kerjasama antara pemerintah dan
rakyatnya, baik yang di ranah maupundi rantau, dari ketiga raksasa Dunia
Kuning: Jepang, Korea dan Cina, sekarangini mampu merebut dunia bisnis dan
industri di seluruh dunia. Semua itu dimulaitidak lain dari “4 K” itu: Kemauan,
Kerja keras, Kejujuran dan Kerjasama. Kemauan, Kerjakeras, Kejujuran dan Kerja
sama inilah yang perlu kita kembangkan di bumibertuah Minangkabau ini, yang
dahulu pernah kita sanjung-sanjung karenamemiliki unsur-unsur budaya yang kita
perlukan itu, tetapi yang sekarang telahmeluncur habis sampai ke tingkat ketiga
dari bawah dalam ukuran keberhasilan diIndonesia dan Nusantara ini. Munculnya
ide mau menciptakan Sumbar menjadi DIM(Derah Istimewa Minangkabau) tujuannya
tidak lain adalah itu; tidak hanyasekedar memasukkan ideologi ABS-SBK ke dalam
program pembangunan Pemda Sumbar,tetapi sekaligus sebagai kekuatan hukumnya
dengan menjadikan Pemda Sumbar inimenjadi Provinsi DIM itu, seperti halnya
dengan ke empat provinsi lainnya yangsudah menjadi Daerah Istimewa itu, yaitu
Aceh, Yogya, Papua dan DKI Jakarta.Kalau jadi, Sumbar akan menjadi yang ke lima
dari 34 provinsi yang ada di NKRIini. Dan peluang ini dibukakan oleh UUD1945
sendiri, khususnya Pasal 18 B.Tinggal kita memanfaatkan peluang yang dibukakan
itu, justru untukmengembalikan Sumbar dengan budaya Minangkabaunya yang sudah
terperosok jauhini kembali kepada marwah dan nama baik yang pernah diembannya
itu. Denganmenjadikan Provinsi Sumbar menjadi Provinsi DIM itu, nilai
budaya ABS-SBK itutidak hanya sekadar disebut-sebut seperti selama ini tetapi
benar-benar menjadipatokan hukum dengan kekuatan hukum, seperti halnya hukum
danperundang-undangan negara yang berlaku di ranah Minang sendiri. Artinya,
adatdan agama Islam di bumi Minangkabau dijadikan sebagai sumber kekuatan
hukumyang bisa menghitam-memutihkan di semua sisi kehidupan, baik di
pemerintahanmaupun di masyarakat sendiri. Kembali keide penciptaan 1000 Minang
Mart yang dilancarkan oleh Gubernur Irwan itu,pengalaman menyesakkan nafas dari
usaha Koperasi Nagari di masa lalu yangmanajemennya dikuasai dan dikendalikan
oleh pejabat pemerintah di Kecamatan danNagari yang merupakan sumber KKN
(korupsi, kolusi, nepotisme), dihapus dandigantikan oleh manajeman koperasi
yang bersih dan rasional, yang meluludikendalikan oleh rakyat sendiri. Minang
Mart dan mart-mart lainnya yang bermunculandari rakyat sendiri, seluruhnya
dikelolakan dengan prinsip “ekonomi kerakyatanberbasiskan koperasi syariah” di
Nagari dan di mana saja. Cita-cita koperasi BungHatta yang kita perkaya dengan
konsep ekonomi syariah kerakyatan, insya Allahakan kita munculkan bersama di
ranah leluhur kita sendiri, Minangkabau, dankita kembangkan ke manapun di tanah
air kita ini, dan di manapun, dengan kitamenjadikan Sumbar menjadi Provinsi DIM
yang kerkekuatan hukum dan bercorakOtonomi Daerah. Semoga Allahswt membukakan
peluang dengan ma’unah dan mau’izhahNya, amin! ***
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.