*BAHASA MINANG DIAMBANG KEPUNAHAN*
”Kenderungan masyarakat Minangkabau berbahasa Indonesia berdasarkan streotip yang beranggapan bahwa berbahasa Indonesia menunjukkan seorang berpendidikan dan menganggap kampuangan kalau tidak berbahasa Indonesia." Bagi generasi yang lahir 70-an, sebagian besar ya. Orang minang, mungkin juga etnis lainnya di Nusantara ini, apakah kebetulan atau memang sudah diprogram masuk kedalam perangkap penyeragaman. Di era 70-an, begitu anak masuk SD dst pada saat itu mereka berhadapan mulainya digalakan penyeragaman sampai akhir orde baru. Orang tua terintimidasi "anak-anak kalau tak pandai bahasa indonesia nanti akan sulit menerima pelajaran disekolah. Kebetulan perubahan besar-besaran memang terjadi: 1. Mulai masuknya matematika menggantikan aljabar/ilmu ukur/stereo dan goneometri dll dan merubah hampir semua istilah-istilah yang berbau arab ditukar dengan latin atau asing lainnya seperti -dalil ke teorema -Ilmu Alam ke Fisika -Ilmu Hayat ke Biologi -Ilmu Bumi ke Geografi dst. 2. Diperkenalkannya Ejaan Indonesia Baru Ini juga mengggiring orang tua agar anak-anak beradaptasi dengan ejaan baru itu 3 Sesudah PRRI, penyeragaman pemerintahan daerah oleh UU telah menggiring penulis buku- buku untuk SD dst menyesuaikan diri. Bagi orang tua minang diperkotaan Sumbar dan dirantau lebih cepat menyesuaikan diri dengan mendorong anak mereka mulai dari TK berbahasa Indonesia . Bagi yang agak lupa memberi porsi berbahasa minang dalam keluarga, disengaja atau tidak, terperangkaplah turunannya kebahasa Indonesia dan meninggalkan bahasa minang. Pelanjut yang terlupa bahasa ibu inilah sekarang yang sudah menjadi orang tua, bisa dibayangkan bagaimana anak-anak mereka berbahasa minang, minangkabau bagi mereka sudah tempat wisata saja Sebenarnya keluhan ini bukan saja dari minang, kawan –kawan dari Jawa dll juga mengeluhkan hal ini, di Jawa, meskipun mereka sudah punya Dewan Bahasa Jawa tapi tak bisa membendung turunan mereka berpindah dari bahasa ibunya, meskipun para orang tua, orang Jawa dengan gencar berbahasa Jawa dimana mereka berada. Agar bahasa minang ini tetap hidup perlu langkah berikut: 1. Dimanapun klita orang minang berada, kedalam, berikan porsi yang cukup berbahasa minang dalam keluarga. 2. Keluar suarakan bahasa minang itu dimana-mana sesuai dengan kontek, masukkan bahasa minang itu ke pasar apakah verbal, media cetak, elektronik. Seperti, saran dari si Burung Merak-Rendra. Bahasa itu akan hidup bila dia masuk pasar. Maturidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
