Silek Lanyah Jadi Suguhan Pengunjung 
Dibaca: *19* kali 
Senin,23 Mei 2016 - 03:02:42 WIB
[image: Silek Lanyah Jadi Suguhan Pengunjung] PERMAIAN Silat lumpur kini 
menjadi suguhan kepada tamu yang datang ke Padang Panjang. (IWAN DN) 

*PADANG PANJANG, HALUAN *— Di antara sederetan *silek* Minangkabau, seperti 
silat kumango, silat lintau, sitaralak, sungai patai, pasaman, ternyata ada 
satu silat di Padang Panjang, namanya silat kubu gadang.

Warga setempat menye­but “silek lanyah” atau silat lum­pur. Bermain silat 
ini di dalam sawah yang lanyah (berlum­pur), kini menjadi suguhan kepada 
tamu yang datang.

“Bila berkunjung ke Du­sun Kubu Gadang, Kelu­rahan Ekor Lubuk, Padang 
Panjang Timur, tepat di tepi jalan Kampung Kubu Ga­dang, ada sawah yang 
tidak di tanami seluas lapang bola voli. Di sana pesilat muda akan 
menun­jukkan kebo­lehannya kepada tamu,” kata Walikota Padang Pan­jang, 
Hendri Arnis melalui Kabag Humas Setdako, Am­pera Salim di ruang ker­janya, 
beberapa waktu lampau.

Silat lanyah atau bersilat dalam lumpur ini, pernah tampil di rubrik seribu 
kata Majalah Tempo. Waktu itu, ada kunjungan beberapa tamu pejabat tinggi 
dari Jakarta ke Padang Panjang. Mereka juga didampingi beberapa wartawan 
foto. Rombongan itu, sempat melihat pesilat muda yang melayang, terbang 
mengha­yun kaki, menendang dalam sawah berlumpur.

“Setiap penonton pasti berdecak kagum me­lihat­nya. Mereka tidak hanya 
bermain tangan kosong. Tapi, juga memakai pisau senjata tajam. Datanglah ke 
Padang Panjang, jika ingin melihat langsung,” kata Ampera Salim

Dari keterangan yang diperoleh, “Silek Lanyah” merupakan *Silek Tuo* asli 
Rang Kubu Gadang, Padang Panjang. “Silek” atau silat merupakan seni tradisi 
bela­diri turun-temurun yang ada di Minangkabau.

Tradisi inilah yang ke­mudian kembali gencar di­angkat masyarakat Desa 
Wisata Kubu Gadang, Pa­dang Panjang, setelah sempat mati suri beberapa 
waktu. Berdasarkan sejarah kesenian lokal, silek ini sudah sangat akrab 
melekat dengan sendi kehidupan masyarakat Kubu Gadang, Kelurahan Ekor 
Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur.

“Kota Padang Panjang juga merupakan daerah asal salah seorang guru besar *silek 
tuo* perempuan di Minang­kabau bernama “Inyiak Upiak Palatiang” yang konon 
di saat berusia seabad lebih, ternyata masih piawai bersilat dengan lincah 
hingga penghujung hayatnya,” ujarnya *(h/one)*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke