Dari Haluan Kapatabg kito bco: *Warga Korong Bisati Atik Tolak Bala* Dibaca: *1092* kali Rabu,01 Juni 2016 - 04:49:06 WIB [image: Warga Korong Bisati Atik Tolak Bala] Warga membawa obor saat digelarnya ritual zikir di Desa Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padangpariaman, Selasa (31/5) malam. Warga meliputi alim ulama, ‘ninik mamak’ serta seluruh lapisan masyarakat mengarak obor sambil berzikir menjelang memasuki bulan Ramadan. (ANTARA)
*PADANG PARIAMAN, HALUAN —* Ratusan masyarakat Korong Bisati, Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman antusias mengikuti atik tolak bala pakai colok (obor) Selasa (31/5) malam, di sepanjang jalan dalam korong itu, dalam perjalan itu ada beberapa urang siak (alim ulama) membaca kalimat tauhid, hal ini dilakukan untuk meminta kepada yang maha kuasa agar segala musibah pergi dalam kampuang itu. Acara atik tolak bala pakai colok itu juga dihadiri oleh Bupati Padang Pariaman yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Zahirman, ci Uniang Padang Pariaman 2016 serta duta wisata Padang Pariaman 2016, kaum ibu, anak-anak serta masyarakat sekitar kampuang itu. Staf Ahli Bupati Zahirman menyebutkan, ia sangat apresiasi kepada masyarakat Bisati yang telah melaksanakan acara atik tolak bala, apalagi sepanjang jalan urang siak membaca kalimah tauhid. “Saya sangat bangga kepada masyarakat Bisati yang membuat acara yang bagus ini, apalagi masyarakat ini mengadakan acara atik tolak untuk mengusir semua bala yang ada dalam kampuang ini,” ujarnya. Kepala Korong Bisati, Azwar Anas kepada Haluan disela-sela pelaksanaan atik tolak bala mengatakan, acara ini sudah menjadi agenda dalam korong ini setiap tahun, untuk acara atik tolak bala pemuda menyediakan sekitar 1000 obor dan segala pembiayaan ditanggung oleh pemuda, serta juga ada donatur dari masyarakat. “Acara ini memang sudah menjadi agenda tahunan di korong ini,” ujar Azwar Anas. Untuk itu katanya, atas nama masyarakat meminta kepada pemerintah agar acara atik tolak bala ini bisa menjadi agenda pemerintah atau sebagai wisata relegi. “Dan ini juga bisa menjadi daya tarik wisata dan wisatawan luar maupun dalam negeri, karena kami dalam acara atik bala itu memakai obor yang dinyalakan sambl berjalan dengan membaca kalimah tauhid oleh beberapa urang siak disepanjang jalan dalam korong sekitar satu kilo lebih,” ulasnya. *(h/bus)* > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
