Kerugian Gempa Capai Rp15 M Dibaca: *234* kali Sabtu,04 Juni 2016 - 05:26:52 WIB [image: Kerugian Gempa Capai Rp15 M] MAHASISWA berada dekat pecahan dinding bagian yang ambruk akibat gempa di Asrama Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Kamis (2/6). (ANTARA)
*PADANG, HALUAN —* Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menaksir kerugian akbat gempa 6,5 SR Kamis (2/5) pagi kemarin mencapai Rp15 miliar lebih. Nilai ini dihitung dari banyaknya rumah yang terdampak gempa. Kepala BPBD Sumbar, Zulfiatno, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Pagar Negara, melalui pesan singkatnya di media sosial *Whatsup * (WA) menyebutkan, data yang diterima sampai pukul 14.00 WIB pada Jumat (4/5), menyebutkan ada 1.956 rumah yang rusak akibat gempa. Dimana dari 1.956 rumah itu, Rusak Ringan (RR) sebanyak 1.431 unit, Rusak Sedang (RS) sebanyak 445 unit, dan Rusak Berat (RB) sebanyak 80 unit. “Selain itu ada tiga unit sekolah yang juga terdampak, dan satu unit kantor Wali Nagari, terbanyak itu di Pesisir Selatan. Setelah dihitung-hitung itu mencapai Rp15.230.000.000,-,” katanya. Untuk korban yang hingga saat ini masih dirawat di RSUP M. Djamil Padang bernama Roslaini dan dua orang lainnya di RSUD Painan sebanyak dua orang atas nama Iwel, dan Rahmat Hidayat. “Kami akan terus perbarui data yang ada, karena masih ada dua daerah lagi yang belum masuk yaitu, Kecamatan Sutra dan Kecamatan Linggo Sari Baganti,”paparnya. Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Zulfiatno mengatakan gempa 6,5 SR yang mengguncang Sumbar pada Kamis (2/5), pagi memang tidak berpotensi tsunami. Namun, demikian BPBD telah meminta seluruh Kepala Pelaksana BPBD di tujuh daerah pesisir untuk tetap waspada. “Kami sudah perintahkan agar Kalaksa BPBD di kabupaten/kota untuk tetap waspada. Sementara untuk kerusakan dan korban yang ditimbulkan juga kita minta untuk didata dan segera dilaporkan,”katanya kepada media Kamis (2/5) pagi DPRD Sumbar. Zulfiatno juga meminta agar warga tetap menjalankan apa yang dilakukan pada saat simulasi bencana. “Ketika bencana gempa terjadi untuk menghindar dari bangunan yang mudah roboh, namun setelah baru menuju *shelter* atau jalur evakuasi. Hindari memakai kendaraan bermotor,” katanya. *Waspada* Pakar gempa Universitas Andalas (Unand), Badrul Mustafa, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan kejadian gempa yang melanda Sumbar Kamis pagi itu. Dikhawatirkan gempa tersebut akan memicu *Megathrust *pada segmen Siberut. “Cemas tidak perlu, namun yang penting saat ini bahwa kita berada di daerah rawan gempa yang bisa terjadi kapan saja. Saat ini tentu kesiapan diri dan juga kesiapan dari pemerintah daerah,”pungkasnya. Badrul juga menyinggung gempa Kamis pagi itu, mekanismenya kurang lebih sama dengan yang terjadi pada tanggal 30 September 2009. Bedanya sekarang yang sekarang terjadi di segmen Sipora-Pagai. “Hanya saja kekuatannya lebih rendah daripada gempa 2009 yang berkekuatan 7,9 SR,” kata Badrul Mustafa kepada *Haluan *kemarin. Di segmen Sipora-Pagai sebenarnya tidak ada lagi potensi gempa besar, karena sejak 12 September 2007 sudah berkali-kali terjadi gempa besar dan satu kali sangat besar. Gempa 12 September 2017 sore menjelang magrib berkekuatan 8,4 SR. Besoknya terjadi dua kali gempa besar dengan kekuatan 7,9 dan 7,2 SR. Dikatakan Badrul, Sumbar harus banyak belajar dari negara lain tentang mitigasi bencana. Misalnya gempa Ekuador yang terjadi 1979, waktu itu jumlah korban mencapai ratusan ribu jiwa. Namun, gempa Ekuador pada Selasa (19/4), jumlah korban turun dua kali lipat jadi 272 orang. Kondisi ini juga dapat diliha dari gempa Jepang, dimana tiga kali gempa Jepang dimana gempa pertama 6,2 SR, gempa kedua 6,0 SR dan gempa ketiga 7,0 SR. Dari tiga kali gempa ini hanya menimbulkan 41 orang korban jiwa. “Hal yang bisa diambil pelajaran bahwa negaranya terus membenahi sistem mitigasi bencananya dengan makin berkurangnya korban jiwa setiap kali gempa terjadi. Seharusnya Sumbar juga seperti itu” terangnya. *(h/isr)* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
