Dari Haluan kita baca: Petani Beralih Tanam Sayuran Bengkuang Mulai Menghilang Dibaca: *94* kali Senin,20 Juni 2016 - 02:52:50 WIB [image: Bengkuang Mulai Menghilang] Ilustrasi.
*PADANG, HALUAN —* Padang dikenal dengan julukan kota bengkuang.Namun kini bengkuag mulai langka di pasaran. Bengkuang di Padang dikenal memiliki rasa yang lebih manis, buah yang renyah dan ukuran yang besar dibanding daerah lain. Kini untuk mendapatkan buah tangan khas Padang ini terbilang susah-susah gampang, karena tidak banyak lagi pedagang yang menjualnya. Dii kawasan Jalan Hamka yang dulunya terdapat puluhan pedagang buah bengkuang, kini hanya ditemui beberapa saja. Wirman (63) salah seorang pedagang buah bengkuang yang ditemui di Jalan Hamka mengatakan bahwa saat ini memang tidak banyak yang berjualan di kawasan tesebut. Selaim di kawasan tersebut ada Satpol PP yang berjaga, selain itu juga pasokan bengkuang yang didapat tidak banyak. "Kadang agak susah dapat bengkuang. Kadang ada yang mengantar namun kadang tidak, sehingga kadang harus membeli dari kuranji atau Lubuk Alung," terangnya saat di temui Haluan, kemarin. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penjualan sering tidak menentu di kawasan tersebut. "Sekarung bengkuang kadang baru habis tiga hari. Namun saat musim liburan kadang setengah karung bisa habis dalam satu hari," jelasnya. Untuk pasokan bengkuang sendiri saat ini, ia memang banyak mengambil dari luar Padang. Ia mengatakan bahwa bengkuang dari Padang saat ini banyak dibawa keluar. Alasan Ekonomi Sementara itu di tempat terpisah, Ambai (53) salah seorang petani bengkuang mengkatakan bahwa desakan faktor ekonomi membuat banyak para petani lainnya beralih menanam sayur-mayur. 'Bengkuang itu masa tanamnya 4-5 bulan baru bisa panen, sehingga lahan tersebut tidak begitu produktif. Jadi banyak yang beralih menanam sayur, karena masa tanamnya cuma 20 hari," terangnya. Selain itu, kesulitan mendapatkan bibit menjadi alasan lain kenapa tidak begitu banyak yang menanam bengkuang saat ini. Lebih lanjut, Ia bercerita bahwa petani-petani bengkuang di luar kota Padang,seperti Lubuk Basung, Pariaman, atau Pesisir, sebenarnya berasal dari warga kuranji yang merantau kedaerah tersebut. Namun meskipun begitu, kualitas bengkuang dari luar kota tidak sebagus yang di hasilkan di Padang, karena faktor tanah disana tidak begitu bagus. "Kalau menanam bengkuang bagusnya tanam di tanah yang agak merah karena rendah kadar asamnya. "Selain pelanggan tetap yang kesini, saya juga memasok untuk tukang rujak keliling, serta sejumlah cafe-cafe. Sedangkan istri saya yang berjualan di Pasar raya saja bisa menjual 60 hingga 100 kilo bengkuang perharinya," ungkapnya. Untuk memenuhi permintaan tersebut, dirinya terpaksa mengambil bengkuang dari luar kota . "Biasa pesanan via telpon, lalu paginya di antar ke Pasar dan uangnya tinggal transfer," jelasnya.* (h/mg-hud)* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
