*.....*

*Gerakan Nasional Sejuta Umat Gotong Royong Untuk Media*


Sudah kita ketahui bahwa di DKI, 3 kandidat merebut posisi DKI1 telah di
ketahui. Hasil nya adalah tokoh yang di gandangkan oleh umat Islam tidak
bisa maju ikut pertarungan karena tidak didukung oleh parpol yang memiliki
kursi di DPRD.


[image: Inline image 1]


Betapa sepelenya suara umat Islam disana, bukan hanya suara umat Islam di
DKI tapi juga Indonesia. Pemilu legislatif, suara umat Islam hanya dianggap
cek kosong oleh ‘elite’ parpol yang bisa mereka tulis apa saja. Cek kosong
yang mereka perebutkan dan dapatkan setiap 5 tahun sekali, membuat mereka
merasa berhak dan bebas mengisi nya dengan apa saja yang mereka mau selama
rentang waktu 5 (lima) tahun.


Mereka (‘elite’ parpol) memanfaatkan itu untuk kepentingan partai mereka,
mereka tahu resistensi umat Islam kepada DKI1 yang menjabat. Mereka tahu
umat Islam DKI tidak akan memilih DKI1 yang menjabat sekarang, maka mereka
(‘elite’ parpol) membawa calon mereka untuk kepentingan partai politik
mereka sendiri dari pada membawa calon yang digandangkan oleh umat Islam.
Umat Islam DKI hanya menjadi objek kepentingan ‘elite’ parpol.


[image: Inline image 8]


Mengapa hal ini bisa terjadi, karena suara umat Islam untuk DKI 1 tidak
dianggap, tidak menjadi topik yang (dibikin) hot oleh media mainstream,
hanya di buzzer in di medsos tapi tidak menjadi viral di media mainstream.



Lihatlah dunia saat ini, zionis, suatu gerakan politik yang berkedok agama
yahudi telah menduduki palestina berpuluh tahun, kiblat ke-2 umat islam.

Siapakah orang yang memotori gerakan zionis ini di awal nya,

apakah seorang kepala negara pada waktu itu?...  Bukan

Apakah seorang politisi ternama pada masanya?...  Bukan

Seorang konglomerat? Bangsawan? Atau orang yang termashur pada masa
itu?...  juga bukan.

Dia adalah Theodore Herz, seorang wartawan. Hanya “*wartawan*”.


[image: Inline image 4]


Dia mengerti kekuatan media.  Pertemuan pertama zionis ini disulap se olah2
pertemuan orang-orang penting. Yahudi gembel yang hadir, di paksa untuk
berpakaian resmi dan bagus. Kemudian hal ini di beritakan besar2an di
koran2 besar Eropa. Dan lihatlah hasil nya sekarang, “*sukses besar*”.


[image: Inline image 3]


Kembali kita ke tanah air. Indonesia, Negara dengan Muslim terbesar di
dunia. Muslim terbesar tetapi  hidup di negara yang ekonomi nya dikuasai
dan diatur  oleh 9 naga, yang menguasai media mainstream di Indonesia.
Sekali lagi hasil dari kekuatan media, “*sukses besar*”.


[image: Inline image 5]


“Kalau begitu jangan kita beli atau baca media mainstream itu”. Oh,
silahkan. Tapi jangan pikir de-Islamisasi hanya terjadi lewat media saja.
Sudah dengar rencana pemerintah untuk mengganti gambar pahlawan pada uang
Indonesia? Lihat berapa komposisi pahlawan yg muslim sebelum dan sesudah
nya.


Mau gigit jari? Itu belum jahat. Lihat siapa pahlawan ‘nasional’ yang akan
di pampang di uang koin. Itulah yang akan selalu di lihat oleh anak2 muslim
yang balita dan SD. Mereka mem”brain storming” anak2 kita, sehingga 15
tahun kedepan lahir generasi muda penerus yang tidak mengenal sejarah
Panglima Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Tengku Cik Di Tiro dll. Anak2 kita
di sekolah formal akan dijauhkan dari  mengetahui kontribusi Islam dalam
perjuangan kemerdekaan.


[image: Inline image 2]


Anak2 kita tidak akan tahu bahwa hari pahlawan 10 Nov, kalimat takbir lah
yang di kumandangkan Bung Tomo sehingga pemuda2 Surabaya berjuang hingga
titik darah penghabisan. Kalimat takbir yang menggerakkan nya, bukan
teriakan merdeka.


Anak2 kita tidak akan mengetahui alasan Jenderal Sudirman (Muslim yang
taat) menolak menyerah kepada Belanda walaupun diminta oleh Sukarno. Jend.
Sudirman tetap berperang dengan segala kekurangan nya. Karena bagi seorang
muslim berperang melawan belanda adalah ‘Jihad’. Ke-Islam-an faktor utama
yang membuat mereka berjuang, bukan nasionalisme.



Inilah yang ingin di buang kekuatan non-muslim untuk generasi Muslim ke
depan. Karena pemegang kebijaksaan dan pengusul kebijaksaan pergantian
gambar pahlawan ini di pegang oleh orang yang bukan “Islami”, atau bahkan
(mungkin) non-muslim semua.



Kita ingin politisi2 yang ada di jajaran ‘elit’ parpol adalah politisi
Islami.

Kita ingin ekonom2 yang menentukan perekonomian negara adalah ekonom Islami.

Kita ingin pejabat2, panglima2, jenderal, hakim, jaksa dan bidang2 penentu
dan strategis negara ini di isi oleh orang2 yang Islami.


Ya, ini semua bisa menjadi kenyataan bila pemimpin tertinggi RI dipegang
oleh pemimpin yang Islami, bahkan saat ini banyak pemimpin atau tokoh
daerah yang Islami dan kompeten. Tapi dengar kan nama2 mereka di media
mainstream saat ini, bagaimana gaung nya?........ ‘*Nyaris Tak Terdengar*’.


[image: Inline image 7]


Dengan kondisi media seperti ini jangankan maju untuk bertarung, maju untuk
mencalonkan diri saja sudah dijegal seperti YIM pada DKI1.



Presiden kita saat ini adalah bukti kekuatan media ‘membentuk’ suara
rakyat. Dari Solo hingga RI1 ibarat tergelar karpet merah. Lagi2 hasil dari
kekuatan media, “*sukses besar*”.



Karena itulah umat Islam harus bersatu dan berjuang untuk memiliki media
mainstream Islami, yang bisa memberitakan kebenaran dan memberitakan Islam
yang benar. Karena inilah kami bergabung dalam gerakan nasional “*Sejuta
Umat Gotong Royong Untuk Media*”.


[image: Inline image 6]


Mari kita umat Islam Indonesia berjuang dan memberikan dukungan untuk
terwujudnya media yang memberitakan kebenaran dan Islam yang benar. Bukan
media yang memberitakan kebohongan dan propaganda untuk kepentingan orang2
tertentu.



Saat nya kita Umat Muslim yang mayoritas di Indonesia untuk bangkit. Isi
data diri anda sebagai wujud dukungan Media untuk umat di link berikut ini:

http://bit.ly/SejutaUmatMendukung


Atau kirimkan data anda ke alamat email [email protected] sbb:


*Nama:*

*Kota Domisili:*

*Propinsi:*

*No. Hp Aktif:*

*Email Aktif:*

*Pekerjaan:*

*Saran (Opsional):*



Gerakan ini sekarang telah mendapat lebih 10rb dukungan secara nasional,
termasuk dari tokoh parpol, tokoh masyarakat, ulama, media dsb.

Link detail gerakan ini bisa di lihat di:


...........................................

....





2016-10-03 21:21 GMT+07:00 'Mochtar Naim' via RantauNet <
[email protected]>:

>
> Sdr Reza, dkk di Rantaunet
>      Yang PNS (Pegawai Negeri Sipil) itu adalah semua orang yang berfungsi
> sebagai pegawai negeri, dari yang tertinggi sampai ke yang terendah. PNS
> itu adalah warga negara NKRI yang bisa apapun agamanya yang diakui oleh
> negara. Di antara mereka ada yang memegang jabatan pimpinan yang sifatnya
> struktural-fungsional, apapun pangkatnya, ada yang tidak. Karena NKRI
> bukanlah Negara Islam, maka muslim dan non-muslim bisa duduk dalam jabatan
> pimpinan.
>     Namun dalam jabatan politik, khususnya di bidang legislatif maupun
> eksekutif, yang duduknya melalui proses pemilihan umum -- seperti jabatan
> Pres/Wapres, Gubernur/Bupati/Wako dan wakil2nya, lalu anggota2
> DPR/MPR/DPD/DPRD, maka khusus bagi warga negara yang beragama Islam,
> sewajarnya mereka mengikuti petunjuk ayat2 Al Quran itu, dengan hanya
> memilih calon2 yang beragama Islam. Apalagi karena itu adalah perintah dari
> Allah swt sendiri.
>     Yang aneh kan partai2 Islam sendiri yang lebih memilih calon2
> non-muslim daripada muslim, walaupun mereka bukan tidak tahu akan perintah
> Allah itu.
>     Nah, baa tu Reza, lai sajalan caro bapikia awak, atau indak?
>
>     Salam, MN, 3 Okt 2016
>
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
CONFIDENTIALITY
This e-mail message and any attachments thereto, is intended only for use 
by the addressee(s) named herein and may contain legally privileged and/or 
confidential information. If you are not the intended recipient of this 
e-mail message, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution or copying of this e-mail message, and any attachments 
thereto, is strictly prohibited. If you have received this e-mail message 
in error, please immediately notify the sender and permanently delete the 
original and any copies of this email and any prints thereof.
ABSENT AN EXPRESS STATEMENT TO THE CONTRARY HEREINABOVE, THIS E-MAIL IS NOT 
INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR A WRITING. Notwithstanding the Uniform 
Electronic Transactions Act or the applicability of any other law of 
similar substance and effect, absent an express statement to the contrary 
hereinabove, this e-mail message its contents, and any attachments hereto 
are not intended to represent an offer or acceptance to enter into a 
contract and are not otherwise intended to bind the sender, Sanmina 
Corporation (or any of its subsidiaries), or any other person or entity.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke