Assalamu'alaikum wr.wb. Pak
Mereka ndak lihai, hanyo kepentingan nan mambuek mereka bisa mangangkangi beringin gadang tu.. Salam Reza On Sunday, October 9, 2016, Fashridjal M. Noor <[email protected]> wrote: > Copas menarik dari tetangga. > > Tulisan Imam Shamsi Ali, orang Indonesia Bugis, yg jadi imam di Islamic > Centre New York > Semoga benar ini tulisan beliau > ©©©© > > Pernyataan Ahok dan Isu SARA > > Oleh : Imam Shamsi Ali > > Ketika kita berada dalam suasana tertentu seringkali rasa sensitifitas > manusia meninggi. Aksi dan reaksi terhadap sebuah isu seringkali tidak > terkontrol. Termasuk tentunya ketika kita sedang berada dalam musim > kampanye. Amerika dalam hal ini tidak terkecuali. Demikian pula rencana > pemilihan gubernur DKI Jakarta di tahun 2017 mendatang. > > Pernyataan Ahok tentang S. Al-Maidah di Kepulauan Seribu adalah satu bukti > bahwa sikap itu menunjukkan "sensitifitas" yang tinggi. Diakui atau tidak > kegerahan umat Islam atas berbagai sikap dan pernyataannya selama ini mulai > disadari "mengancam" posisinya pada pemilihan yang akan datang. > > Perasaan terancam inilah yang menjadikannya melontarkan ungkapan yang > seharusnya sensitif karena menyangkut emosi orang banyak. Menyatakan bahwa > umat Islam dibohongi oleh Kitab Sucinya adalah pernyataan konyol, angkuh, > dan merendahkan. > > Ada dua kemungkinan kenapa Ahok harus menyampaikan pernyataan seperti itu. > Pertama, mungkin karena itu memang karakternya. Di mana dia selalu > berbicara tanpa memikirkan sensitifitas orang lain. Kedua, apa yang dia > sampaikan merupakan pemggambaran apa yang ada dalam hatinya. > > Dan sudah pasti keduanya adalah kepribadian yang sangat tidak pantas bagi > seorang pemimpin publik. Seorang pemimpin publik harus sensitif dengan > lingkungan sekitarnya. Dia tidak bisa menutup mata terhadap realita yang > sensitif, termasuk isu agama. Dan kalau ternyata dalam hati Ahok ada > kebencian kepada keyakinan rakyat mayoritas yang dipimpinnya maka ini juga > sangat berbahaya. > > Isu SARA? > > SARA itu pasti. Setiap orang punya tendensi untuk memposisikan diri pada > posisi kelompok terdekatnya. Artinya seorang etnis Bugis alaminya ingin > melihat etnis Bugis berhasil. Atau dalam konteks pemilihan ingin melihat > yang terpilih dari kalangan etnisnya. Itu sunnatullah, hukum alam yang > tidak dapat dipungkiri. > > Kelompok agama juga demikian. Di mana saja setiap orang ingin melihat > kelompoknya berhasil. Betapa banyak umat Islam ingin melihat suatu hari > seorang Muslim menjadi walikota New York misalnya. Salahkah ini? Tidak sama > sekali karena itulah yang disebut "solidaritas sosial" manusia. > > Yang salah adalah keinginan kelompok kita menang itu menjadi dasar untuk > membenci orang lain. Dalam Islam keinginan untuk kelompok kita berhasil itu > tidak dilakukan dengan cara negatif. Misalnya dengan kebencian, > menjelekkan, apalagi dengan kekerasan. Sebaliknya dilakukan dengan cara > positif. Yaitu melalui "kompetisi sehat" untuk menampilkan calon dan > program terbaiknya. > > Oleh karenanya pernyataan Ahok itu di satu sisi salah. Tapi di sisi lain > justeru memberikan ruang kepada umat ini untuk melakukan introspeksi. > Kembali mempertanyakan di mana solidaritas sosial yang harusnya terbangun > di atas asas "innamal mu'minuuna ikhwah"? > > Isu dewan gereja New York > > Hampir dua tahun ini beredar tulisan atas nama saya jika Ahok dipersiapkan > oleh Dewan Gereja Dunia untuk menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Saya > pun dibanjiri pertanyaan apakah itu tulisan saya? > > Saya sudah mengklarfikasi minimal tiga kali bahwa tulisan yang beredar > itu bukan tulisan saya. Tapi tulisan orang yang mengatas namakan saya. > Walaupun saya akui adanya sebagian dari tulisan saya, dan juga menjadi > bagian dari substansi dari tulisan yang pernah saya tulis. > > Pernyataan atau tepatnya harapan ketua Dewan Gereja New York untuk Ahok > menjadi pemimpin Indonesia itu benar adanya. Saya mendengar langsung dalam > acara penganugerahan penghargaan kepada beberapa orang yang sianggap > berjasa dalam dunia gereja. > > Tapi salahkan pernyataan dan harapan itu? Tidak sama sekali. Itulah > tendensi SARA yang menginginkan kelompoknya untuk berhasil. Yang justeru > aneh adalah ketika pemimpin gereja menghendaki sebuah negara mayoritas > Kristen dipimpin oleh seorang Muslim. Tentu sikap seperti ini layak > dipertanyakan oleh khalayak ramai komunitasnya. > > Yang saya sayangkan dari beberapa pihak di tanah air adalah mengubah > tulisan saya, mempoles dan menambah, lalu menyebarkan tanpa seizin dari > saya. Saya menilai ini ketidak jujuran atas nama perjuangan. Bahkan saya > melihatnya sebagai pengkhianatan intelektualitas. > > Solidaritas sosial > > Sekali lagi isu SARA itu alami. Karena setiap > Kelompok manusia memliki kecenderungan membela dan/atau memenangkan > kelompoknya. Kisah Musa membela komunitasnya di Mesir dengan memukul > seorang warga Mesir asli hingga meninggal satu dari contoh Al-Quran. > > Kecenderungan membela kelompok dalam segala nuansanya, keagamaan ternasuk > di dalamnya, adalah wajar bahkan alami. Saya kira hanya kepura-puraan > semata, bahkan kemunafikan, jika ada manusia yang tidak cenderung membela > atau menginginkan yang terbaik bagi kelompoknya. Termasuk di dalamnya > keinginan untuk kelompoknya menjadi pemimpin bagi keseluruhan manusia. > > Oleh karena itu ketika mendengar pernyataan ketua Dewan Gereja New York > itu, saya tidak terkejut, apalagi marah. Karena sejatinya itu adalah hak > mereka yang terbangun di atas dasar "solidaritas sosial". > > Justeru yang mengejutkan sekaligus saya pertanyakan adalah ketika ada > orang Islam yang lebih cenderung memilih non Muslim di saat ada calon > Muslim? Di mana letak solidaritas sosial keagamaannya? Atau dalam bahasa > agama di mana letak sentimen "ukhuwah imaniyah" di hatinya? > > Pernyataan yang sering kita dengarkan adalah pemimpin non Muslim yang adil > lebih baik dari pemimpin Muslim yang tidak adil. Pernyataan ini sangat > misleading dan berbahaya. Pertama karena seolah jika calon itu Muslim pasti > tidak adil. Dan sebaliknya seolah kalau calon itu non Muslim pasti adil. > Kedua seolah di negara ini tidak ada lagi calon Muslim yang baik. Sehingga > rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim itu kehilangan kepercayaan kepada > calon-calon dari kalangan mereka. > > Oleh karenanya menyikapi pernyataan Ahok dan menyambut pemilihan gubernur > DkI Jakarta umat harus kembali menyadari dua hal. > > Satu, SARA dalam nuansa positifnya, yaitu membangun solidaritas di atas > asas kelompok tidaklah salah. Yang salah kalau kecenderungan kepada > kelompok itu diekspresikan dalam bentuk kebencian dan kekerasan. Oleh > karenanya umat perlu kembali menghayati makna "ukhuwah" dan juga makna > "wilayah" yang semuanya merupakan basis solidaritas keumatan kita. > > Dalam hal ini saya hormati posisi saudara-saudara Kristiani saya untuk > menaruh harapan, doa, bahkan membantu kelompoknya untuk menang. Itu kita > lihat di berbagai daerah yang mayoritas Kristen, tentu wajar kalau yang > berkuasa adalah orang yang beragama Kristiani. > > Dua, Indonesia sudah sepakat mengadopsi demokrasi sebagai sistem kehidupan > bermasyarakatnya, dan dengan Pancasila dan UUD 45 sebagai dasar kehidupan > berbangsa dan bernegara. Oleh karenya hanya ada satu pilihan dalam realita > ini. Yaitu siap berkompetisi secara sehat dengan berbagai elemen atau > kelompok masyarakat lainnya. Karenanya umat harus mampu mengedepankan yang > terbaik bagi DKI, baik calon maupun program yang akan ditawarkan. > > Pada akhirnya terlepas dari perbedaan penafsiran tentang ayat-ayat > kepemimpinan dalam Al-Quran, tidak ada perbedaan penafsiran tentang > "solidaritas sosial" kemanusiaan itu. Karena itu naluri alami manusia. > Hanya manusia yang kebal rasa, atau kurang waras, yang tidak ingin > kelompoknya berhasil atau menang. Termasuk di dalammnya keberhasilan atau > kemenangan politik. Wallahu a'lam! > > New York, 7 Oktober 2016 > > * Presiden Nusantara Foundation & Muslim Foundation of America, Inc. > > On Oct 9, 2016 18:07, "Maturidi Donsan" <[email protected] > <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','[email protected]');>> wrote: > >> >> Baringin Gadang tu kini dkuasoi >> >> *1. *Setya Novanto ALIAS* Thung Tiang Lok* >> >> >> 2 YORRYS RAWEYAI ALIAS *THUNG HOK LIONG* >> >> >> >> Non pri Reza, >> >> >> Mereka lihai >> >> >> Maturidi >> >> >> >> >> 2016-10-09 17:10 GMT+07:00 muhammad syahreza <[email protected] >> <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','[email protected]');>>: >> >>> Assalamu'alaikum wr.wb. pak Tas >>> >>> >>> Baringin gadang, alah dikangkangi nyo kini. >>> Baa mako busa tu? >>> >>> >>> Salam >>> >>> >>> Reza >>> >>> >>> On Saturday, October 8, 2016, tasrilmoeis <[email protected] >>> <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','[email protected]');>> wrote: >>> >>>> http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opp >>>> ortunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-lif >>>> e-33793.html >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> it en zh es >>>> Find >>>> <http://m.asianews.it/index.php?l=en&status=find&numtab=&findkey=&author=&date=&geo=&areat=&paging=10&go=Cerca> >>>> <http://m.asianews.it/en.html> >>>> *08 October 2016* >>>> >>>> Back >>>> <http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-life-33793.html#> >>>> Help AsiaNews <http://www.asianews.it/index.php?l=en&page=9> | About us >>>> <http://www.asianews.it/news-en/About-us-127.html> | P.I.M.E. >>>> <http://www.pime.org/> | Contact us | Newsletter >>>> <http://m.asianews.it/list/subscribe-en.html> | Facebook >>>> <http://www.facebook.com/asianewsen> | Twitter >>>> <http://www.twitter.com/asianewsen> | desktop >>>> <http://www.asianews.it/index.php?web=1&l=en> >>>> *03/23/2015* *INDONESIA*Indonesian elections are an opportunity to >>>> boost the Catholic presence in the country's lifeAt the end of this >>>> year, Indonesians will go to the polls in 8 provinces, 26 regencies and 170 >>>> districts. The country's Catholic bishops support "strong, smart and >>>> responsible" Catholic candidates to promote the Church's message and values >>>> in society. >>>> >>>> Jakarta (AsiaNews) - Indonesia will hold local elections at the end of >>>> this year. Hundreds of districts, provinces and regencies will provide a >>>> major opportunity for Catholics and the Church to make themselves and their >>>> values felt in the country's political and civic life. >>>> >>>> With this in mind, Indonesia's Catholic bishops have decided, after >>>> years on the sidelines, to encourage Catholics to run for office and play a >>>> role in the country's governance. >>>> >>>> A seminar led by Fr Guido Suprapto, executive secretary of the >>>> Commission for the Lay Apostolate (*Komisi Kerawam*) of the Catholic >>>> Bishops' Conference of Indonesia (*Konferensi Waligereja Indonesia* or >>>> KWI), was held last Friday, at the Bishops' central offices in Jakarta. >>>> >>>> The initiative's aim was to encourage Catholics' sense of civic duty >>>> and culture, in particular among those who are directly involved in various >>>> organisations and associations, who are tasked with promoting the Church's >>>> message of hope and change in society and politics. >>>> >>>> Local elections are scheduled for December in 8 Indonesian provinces, >>>> 26 regencies and 170 districts. The vote will be a fundamental test to >>>> evaluate the place Christians can play in the nation's civic and political >>>> life. >>>> >>>> Last Friday's meeting sought, among other things, to raise the >>>> visibility of Catholic politicians and administrators who are running for >>>> office on various party tickets. >>>> >>>> Local church leaders support Catholics' involvement in politics, >>>> hopeful that, after the elections, more of them will be involved in leading >>>> positions in parties as well as elected officials. At the same time, the >>>> prelates hope to see Catholic candidates speak as one rather than fight >>>> over the spoils of power. >>>> >>>> Tommy Legowo, a leading analyst with the Centre for Strategic and >>>> International Studies (CSIS), one of the country's foremost research >>>> institutes, attended the Komisi Kerawam- sponsored seminar. >>>> >>>> In his address, he stressed that local elections at the end of the year >>>> will be a crucial test for those running for office in mayoral and district >>>> races. Hence, he urged Catholic politicians and administrators to be >>>> "strong, smart and responsible" and promote "the message and values of >>>> the Church in society." >>>> >>>> Indonesia is the world's most populous Muslim nation, Christians >>>> represent 5.7 per cent of the population with Catholics just over 3.6 per >>>> cent. >>>> >>>> Catholics are an active component in society. Over the years, they have >>>> contributed to the nation's development and played a major role in >>>> emergency operations, as was the case during *the devastating floods >>>> <http://www.asianews.it/news-en/Jakarta,-Catholics-aid-flood-victims-26900.html> >>>> *of >>>> January 2013. >>>> >>>> >>>> >>>> <http://www.facebook.com/sharer.php?s=100&p[url]=//Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country%27s-life-33793.html&p[images][0]=&p[title]=Indonesian+elections+are+an+opportunity+to+boost+the+Catholic+presence+in+the+country%27s+life> >>>> >>>> <https://twitter.com/share?url=//Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country%27s-life-33793.html&text=Indonesian+elections+are+an+opportunity+to+boost+the+Catholic+presence+in+the+country%27s+life&via=asianewsen> >>>> >>>> <https://plus.google.com/share?url=//Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country%27s-life-33793.html> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> GLACOM® <http://www.glacom.it/> >>>> >>>> >>>> - it >>>> >>>> <http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-life-33793.html#> >>>> - en >>>> >>>> <http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-life-33793.html#> >>>> - zh >>>> >>>> <http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-life-33793.html#> >>>> - es >>>> >>>> <http://m.asianews.it/news-en/Indonesian-elections-are-an-opportunity-to-boost-the-Catholic-presence-in-the-country's-life-33793.html#> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> >>>> Sent from my Samsung device >>>> >>>> -- >>>> . >>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>>> =========================================================== >>>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>>> * DILARANG: >>>> 1. Email besar dari 200KB; >>>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>>> 3. Email One Liner. >>>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) >>>> serta mengirimkan biodata! >>>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>>> mengganti subjeknya. >>>> =========================================================== >>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>>> --- >>>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>>> Grup. >>>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>>> kirim email ke [email protected]. >>>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>>> >>> -- >>> . >>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >>> =========================================================== >>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >>> * DILARANG: >>> 1. Email besar dari 200KB; >>> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >>> 3. Email One Liner. >>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >>> mengirimkan biodata! >>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >>> mengganti subjeknya. >>> =========================================================== >>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan >>> di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ >>> --- >>> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >>> Grup. >>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >>> kirim email ke [email protected] >>> <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','rantaunet%[email protected]');> >>> . >>> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >>> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected] >> <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','rantaunet%[email protected]');> >> . >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected] > <javascript:_e(%7B%7D,'cvml','rantaunet%[email protected]');> > . > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
