Mungkin alah bisa ditakok, kemewahan anak dalam punyo oto , motor  dsb nyo
tu, adolah kamewahan samintaro,  hasia panjualan tanahnyo ka
Pamodal/Pangusaho Kabun., akianyo tak batanah  antah dimano anak dalam tu
katingga lai.

Sabanta oto jo motor tu kalau indak tajua,  jadi basi tuo, tak bisa
mamaliaro.dan dipaliaro.

Di babarapo daerah bisa dicaliak,nasib suku terbelakang, kiro-kiro awalnyo
samolah jo Anak Dalam tu.

Iko di daerah padalaman, di pusek, ibu kota nagari ko, Jakarta, nasib warga
Betawi tak jauh beda dengan Anak Dalam tu.

Melindungi golongan lamah ko nan alun nampak dari panguaso, biasonyo oknum
panguaso diagiah  pitih recehan,  agar mandorong  tanah suku terkebelakang
tu lancar lapeh ka pangusaho kabun.

Sabananyo kalau ingin malindungi nan sarupo Anak Dalam tu, tanah-tanah
ulayatnyo di beri payuang hukum Perda, tanah ulayat harus diusahokan
sendiri, bagi pihak luar yang megusahokan harus sistim seo, atau caro lain
nan pokok tanah tu indak lapeh.

Tapi kalao caro kini mengani tanah di Indonesia ko, alamat pribumi ka jadi
galandangan.


Maturidi





.

Di sebagian daerah Riau ado pemberian tanah ke keluarga terbelakang ko,
tapi dilapeh dengan hak milik, akianyo tajua, baganti nan punyo,








Pada 24 Oktober 2016 15.37, Sjamsir Sjarif <[email protected]>
menulis:

> Dari Halauan kita baca:
>
>
> KEHIDUPAN KONTRAS SUKU ANAK DALAM (BAGIAN 1 ) Tinggal di Tenda, tapi
> Punya Mobil dan Motor
> Senin,24 Oktober 2016 - 01:54:12 WIB
> [image: Tinggal di Tenda, tapi Punya Mobil dan Motor] Balai-balai tempat
> Suku Anak dalam tidur sehari-hari.
>
> <http://harianhaluan.com/news/detail/61239/tinggal-di-tenda-tapi-punya-mobil-dan-motor>
>
> *Sejak *hampir sebulan belakangan, ada yang berubah dari kehidupan orang
> Kubu, atau lebih dikenal dengan Suku Anak Dalam, yang hidup di kawasan
> perkebunan sawit PT Tidar Kerinci Agung (PT TKA). Kehidupan Suku Anak Dalam
> yang dulu identik dengan kehidupan nyaris masih primitif, kini berubah 180
> derajat.
>
> Keseharian mereka mulai tersentuh berbagai benda-benda canggih dan modern.
> Mulai dari handphone, sepe­da motor keluaran terbaru hingga mobil sekelas
> Fortuner.  Semua mereka miliki.
>
>
> Namun, semua itu tenyata belum sepenuhnya  bisa merubah berbagai kebiasaan
> sehari-hari mereka. Tempat tinggal masih di balai-balai dan masih
> berpindah-pindah. Mereka juga belum tersentuh pendidikan, sehingga masih
> buta huruf, juga belum mengenal agama. Sisi modern dan primitif bercampur
> baur. Kontras...
>
> Tak percaya? Cobalah datang ke Kompleks Perkebunan PT TKA di Jorong Mangun
> Jaya, Nagari Lubuk Besar, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya. Di
> lokasi ini, ada tiga kelompok Suku Anak Dalam yang tiap minggu berpindah
> tempat (no­maden). Satu kelompok berang­gota sekitar 20 - 25 orang atau
> sekitar 10 kepala keluarga.
>
> Setiap kelompok dipimpin oleh seorang ketua yang disebut Temanggung. Tapi,
> meski hidup di lingkungan kompleks perke­bunan, jangan terlalu berharap
> mereka mau bergaul dan memas­yarakat dengan warga kompleks. Sosialisasi
> mereka, hanya sebatas berbelanja ke warung, beli pulsa atau beli pakaian.
> Mereka    berkomunikasi dengan warga di sekitar kompleks PT TKA dengan
> bahasa Melayu.
>
>
> “Ya... begitulah kehidupan Suku Anak Dalam sekarang. Semula saya juga
> kurang percaya dengan laporan para karyawan di sini, kalau Suku Anak Dalam
> sekarang semakin maju karena mereka sudah punya mobil. Tak
> tanggung-tanggung, mereka pu­nya Fortuner, CRV dan Avanza. Tapi dua hari
> lalu, saya melihat langsung kondisi ini.
>
> Meski hanya melihat dari jauh, tapi ini sudah sangat bisa meyakinkan saya,
> bahwa mereka sudah mulai disentuh modernisasi,” kata Re­search and
> Development Manager PT TKA Huzriyedi, kepada *Haluan* akhir pekan kemarin.
>
> “Kalau HP, mereka sudah punya sejak sekitar 7 tahun lalu. Juga sepeda
> motor keluaran terba­ru dari merk mahal seperti Kawa­saki, Yamaha, Honda
> dan lainnya. Tapi mobil? Wahhh... ini yang bikin saya salut terhadap
> mereka,” kata Huzri memulai cerita.
>
>
> Bagaimana mereka bisa men­da­patkannya? Bagaimana pula mereka
> mengoperasikan mobil dan membawanya ke jalan raya? Ikuti kisah-kisah
> berikutnya. * (bersambung)*
>
>
>
> Laporan:
> *ATVIARNI*
> (Wartawan Madya)
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke