Dari Haluan MakNgah [Sjamsir Sjarif] baco: ANGGARAN TAK TERSEDIA DI APBD INDUK 2017 *Sayuti: Tutup Saja LKAAM* Rabu,14 Desember 2016 - 01:41:40 WIB [image: Sayuti: Tutup Saja LKAAM] Ketua LKAAM Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu.
Tiga organisasi penting pengawal mamangan adat Minangkabau, *adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. Syarak mangato, adat mamakai*, ternyata tak mendapat porsi anggaran di APBD induk Sumbar 2017. Wajar Ketua LKAAM Datuk Sayuti marah besar. Karena, KONI, PMI dan Pramuka, justru lebih dipentingkan pemerintah dan DPRD. *PADANG, HALUAN —* Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu meradang ketika anggaran untuk lembaga yang dipimpinnya tak tercantum dalam APBD induk Sumbar 2017. Kondisi yang sama juga dialami Bundo Kanduang dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar. Padahal, dalam ABPD Induk Sumbar 2017, terdapat dana hibah sebesar Rp9,94 miliar. Namun dana sebesar itu hanya untuk tiga organisasi saja. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mendapat anggaran terbesar Rp5 miliar. Palang Merah Indonesia (PMI) Rp1 miliar, Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sumbar Rp1 miliar dan untuk kegiatan Safara Ramadan sebesar Rp2,94 miliar. Datuk Sayuti sangat menyesali pengalokasian anggaran yang tidak member porsi pada LKAAM Sumbar di APBD induk 2017. Dikatakan Sayuti, sebagai lembaga yang berfungsi melayani masyarakat, LKAAM membutuhkan dukungan dana dari APBD. Baik untuk operasional dan gaji pegawai. Dalam satu bulan LKAAM membutuhkan dana sekitar Rp25 juta untuk mebayar gaji pegawai, serta operasional kantor seperti listrik, telepon, dan biaya rutin lainnya. “Jika pemerintah daerah memang tak menganggarkan, kita tutup saja kantor LKAAM ini. Untuk semua orang yang minta dilayani secara adat, kita serahkan saja ke gubernur atau ke DPRD. Bagaimana kita akan melayani masyarakat jika tak ada anggaran,” kata Sayuti dengan nada kecewa. Smeentara itu Sekretaris Komisi V DPRD Sumbar, Yuliarman mengatakan, sejumlah lembaga adat dan organisasi keagamaan tersebut belum dianggarkan di APBD induk 2017 karena verifikasi belum dilakukan di tingkat pemerintah provinsi. “Kita harap verifikasi bisa diselesaikan pemerintah provinsi di awal tahun, sehingga nantinya bisa dianggarkan melalui APBD-P,” kata Yuliarman saat ditemui di gedung DPRD Sumbar, Selasa (13/12). Yuliarman berpandangan organisasi keagamaan seperti MUI dan lembaga adat seperti LKAAM dan Bundo Kanduang mestinya dapat anggaran di APBD. Alasannya, melihat pada pentingnya fungsi dan peran sejumlah lembaga/organisasi tadi. Disebut Yuliarman, LKAAM, Bundo Kanduang dan MUI adalah lembaga atau organisasi yang berfungsi menguatkan peran dan fungsi adat serta agama di Minangkabau. Berangkat dari masyarakat minang yang dikenal memegang teguh ajaran agama dan adat sudah sepatutnya lembaga-lembaga tadi diberi anggaran oleh pemerintah daerah. Ketiga organisasi ini, selama ini bertindak sebagai pengawal Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. “Tak ada larangan juga hibah bansos untuk dialokasikan tahun 2017. Karenanya kita menghimbau agar verifikasi memang bisa diselesaikan awal tahun,” pungkas Yuliarman. Sementara itu, juru bicara Fraksi PKS, Rafdinal saat paripurna DPRD beberapa waktu lalu menuturkan, jika masih memungkinkan, tak ada salahnya tahun 2017 dialokasikan anggaran hibah untuk LKAAM, Bundo Kanduang dan organisasi Islam lainnya. Untuk ini, DPRD bersama TAPD Provinsi Sumbar menyepakati, pemberian dana hibah di APBD awal tahun 2017 adalah sebesar Rp 9,94 miliar. Namun, anggaran itu tak ada untuk ketiga organisasi ini. *(h/len)* On Friday, December 9, 2016 at 5:25:08 PM UTC-8, Mochtar Naim wrote: > > > Kawan2, > Mohon dibaca dan ditanggapi. Salam, MN, 10 Des 2016 > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
