Hati-hati.
Dari Harian Merdeka [merdeka.com] kita baca:

Ini* bahaya cabai berbakteri* yang ditanam WN China di Bogor 
Reporter : Ramadhian Fadillah 
<https://www.merdeka.com/reporter/ramadhian-fadillah/> | Rabu, 14 Desember 
2016 06:31

[image: Ini bahaya cabai berbakteri yang ditanam WN China di Bogor] 
pria china pemakan cabai. ©2015 REUTERS/Joseph Campbell 


*Merdeka.com - *Erwinia chrysanthemi atau Dickeya dadantii mendadak menjadi 
sorotan setelah penangkapan empat warga Tiongkok yang kedapatan menggunakan 
benih terinfeksi bakteri perusak tanaman itu di Kabupaten Bogor.

Liburan natal Pergi.com bagi2 diskon Rp 100,000 
<https://www.pergi.com/promo/desember/natal?utm_source=kln&utm_medium=InternalAds&utm_content=MobileReadMore>Kepala
 
Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini menjelaskan 
bakteri itu bisa dalam waktu singkat mengganggu pertumbuhan tanaman. 

"Bakteri ini terbawa benih. Bila benih sudah terinfeksi maka kecenderungan 
bila kondisi sesuai untuk perkembangan bakteri akan menyerang pertumbuhan 
tanaman dari tanaman muda maupun tanaman tua," kata Banun saat dihubungi 
ANTARA. 

Menurut dia, bakteri itu menyerang pertumbuhan seluruh bagian tanaman, 
membuatnya membusuk.

"Gejala spesifik bercak busuk kebasahan pada daun, juga menyerang buah 
sehingga berakibat busuk," kata Banun. 

"Bakteri ini bersifat sistemik dalam jaringan tanaman. Bakteri ini memiliki 
strain yang luas dan juga inangnya luas dari kelompok tanaman keluarga 
solanacea seperti cabai kentang, terong dan tembakau. Itu termasuk rentan 
bila nanti bakteri menyebar," imbuh dia. 

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono K 
sebelumnya menyatakan bakteri itu dapat menimbulkan kerusakan atau 
kegagalan produksi hingga 70 persen. 

Banun menjelaskan bahwa Erwinia chrysanthemi ditemukan di Tiongkok dan 
beberapa negara tropis, namun tidak merinci negara mana saja.

Hingga kini, belum ada penelitian yang menunjukkan dampak bakteri pada 
manusia. 

"Kalau menerapkan level of protection (tingkat perlindungan) tinggi, kita 
bisa aman. Bebas penyakit itu (tanaman)," katanya.
[ian]

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke