Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto Minggu,12 Maret 2017 - 23:43:56 WIB [image: Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto] Festival Randai Bagi Sekolah Dasar di pelataran Mesjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto SAWAHLUNTO, HALUAN-Menumbuhkembangkan kesenian tradisional di tengah generasi muda, berarti menjaga keberlangsungan kekayaan daerah dan sejarah masyarakat. Jika tidak, tradisi akan ikut punah seiring pergantian generasi.Agaknya hal itu pula yang mendorong Pemerintah Kota Sawahlunto, untuk terus menanamkan kesenian tradisi bagi generasi muda lebih dini, salah satunya tradisi randai. Penanaman kesenian tradisi itu, dibarengi dengan pelaksanaan Festival Randai Bagi Sekolah Dasar, yang digelar, di pelataran Mesjid Agung Nurul Islam Sawahlunto, dengan melibatkan 14 grup randai sekolah dasar, Sabtu dan Minggu (11-12/3). “Selain mempertahankan tradisi yang dimiliki, tradisi yang tumbuh di tengah generasi muda dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata,” terang Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Hendri Thalib. Kesenian tradisi, khususnya randai, ujar mantan Asisten Bidang Pembangunan Setdako Sawahlunto itu, merupakan kekayaan bukan benda, yang harus terus dijaga, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. Awalnya, terang Hendri Thalib, pemerintah hanya menghimbau, agar setiap sekolah untuk memperkenalkan kesenian randai kepada setiap peserta didik. Ternyata himbauan tersebut mendapatkan respon positif dari beberapa sekolah dasar. Kemudian, mulailah berdiri grup-grup kesenian randai, di beberapa sekolah randai malah dijadikan sebagai muatan lokal maupun kegiatan ekstrakurikuler. Mengapresiasi langkah positif itu, pemerintah memfasilitasi penyelenggaraan festival. Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, ketika menyaksikan kemampuan grup-grup randai muda itu, sangat mengapresiasi, dengan menjadikan iven festival tersebut tiga kali dalam setahun. “Insya Allah, kita juga akan melaksanakan kegiatan festival randai untuk tingkat provinsi Sumatera Barat yang akan diikuti oleh kelompok-kelompok randai yang ada di Sumbar,” sambut Ali Yusuf. Dosen ISI Padang Panjang, salah satu juri Festival Randai, Zulkifli, mengungkapkan, festival randai untuk tingkat sekolah dasar di Kota Sawahlunto, merupakan festival yang perdana dilaksanakan di Sumatera Barat. Zulkifli melihat, kesenian randai bukanlah kesenian khusus bagi orang dewasa atau laki-laki saja. Ternyata randai dapat dimainkan semua kalangan, baik anak-anak, maupun dewasa, termasuk juga kaum hawa. “Tinggal bagaimana menyesuaikan cerita yang diangkat dengan pemain randai sendiri,” tambah Zulkifli.(h/nto)
On Saturday, March 11, 2017 at 8:01:18 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: > > > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
