Nagari Situmbuak Danai Siswa untuk 'Barandai' Selasa,14 Maret 2017 - 08:25:27 WIB TANAH DATAR, HALUAN - Sanggar Satumpuak Ampek Jurai melatih 30 orang siswa untuk main randai. Di antara siswa yang terdiri dari tingkat pendidikan SLTP dan SMA tersebut berasal satu nagari yaitu dari Nagari Situmbuak Kecamatan Salimpaung. Dalam pelaksanaan pembinaan tersebut, awalnya didanai oleh Walinagari Situmbuak sebesar Rp.10 juta, itu berlangsung pada Juli 2016 lalu, dengan harapan nagari dapat melakukan pembinaan kepada generasi mudanya. "Agar pembinaan terhadap anak anak tidak putus di tengah jalan, akhirnya keberlangsungan operasional Sanggar Satampuak Ampek Jurai ini disokong pendanaannya oleh perantau asal Nagari Situmbuak yang tergabung dalam IKPS Jakarta di bawah pengurus Muyendri, Helmi Chaniago, Nofriadi, Astri Yeni, Imral dan Afrius Indra," ungkap Ketua Sanggar Oktavianto kepada Haluan, Senin (13/3) di Salimpauang. Dikatakan, keberadaan sanggar yang membina generasi muda tersebut juga dipantau langsung oleh tim dari Kominfo Tanah Datar sebagai kelompok informasi masyarakat di KAN Nagari Situmbuak pada hari Sabtu lalu. Dukungan untuk eksistensi sanggar tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua KAN dan BPRN serta pemuda Nagari Situmbuak. Hal itu terlihat dalam setiap latihan yang lakukan di gor bulutangkis Situmbuak setiap sabtu malam selalu ramai disaksikan oleh masyarakat. Pengurus juga mulai mendatangkan tim dari kabupaten untuk melakukan pembinaan kepada sanggar itu, sebelumnya juga telah dilakukan pembinaan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abrar. Sementara, tim dari Dinas Kominfo Tanah Datar dibawah pimpinan Erizal Ramli beserta anggota Mustafa Akmal dan Dwita Norfalinda menyampaikan rasa gembiranya melihat semangat anak nagari ikut latihan randai tersebut. "Kegiatan ini sangat positif untuk mencegah anak nagari dari berbagai penyakit masyarakat, terkait dengan kegiatan pembinaan yang dilakukan Kominfo, dalam waktu dekat ini kita akan lakukan kegiatan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat), tentu media tradisional ini dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk menyampaikan pesan dan kesan pada publik," sebut Erizal. (h/fma)
On Sunday, March 12, 2017 at 3:28:05 PM UTC-7, Sjamsir Sjarif wrote: > > Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto > Minggu,12 Maret 2017 - 23:43:56 WIB > [image: Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto] Festival Randai Bagi > Sekolah Dasar di pelataran Mesjid Agung Nurul Islam Sawahlunto. > Semarak Festival Randai SD di Sawahlunto > > SAWAHLUNTO, HALUAN-Menumbuhkembangkan kesenian tradisional di tengah > generasi muda, berarti menjaga keberlangsungan kekayaan daerah dan sejarah > masyarakat. Jika tidak, tradisi akan ikut punah seiring pergantian > generasi.Agaknya hal itu pula yang mendorong Pemerintah Kota Sawahlunto, > untuk terus menanamkan kesenian tradisi bagi generasi muda lebih dini, > salah satunya tradisi randai. > > Penanaman kesenian tradisi itu, dibarengi dengan pelaksanaan Festival > Randai Bagi Sekolah Dasar, yang digelar, di pelataran Mesjid Agung Nurul > Islam Sawahlunto, dengan melibatkan 14 grup randai sekolah dasar, Sabtu dan > Minggu (11-12/3). “Selain mempertahankan tradisi yang dimiliki, tradisi > yang tumbuh di tengah generasi muda dapat mendukung pengembangan sektor > pariwisata,” terang Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan > Permuseuman Kota Sawahlunto, Hendri Thalib. > Kesenian tradisi, khususnya randai, ujar mantan Asisten Bidang Pembangunan > Setdako Sawahlunto itu, merupakan kekayaan bukan benda, yang harus terus > dijaga, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sendiri. > Awalnya, terang Hendri Thalib, pemerintah hanya menghimbau, agar setiap > sekolah untuk memperkenalkan kesenian randai kepada setiap peserta didik. > Ternyata himbauan tersebut mendapatkan respon positif dari beberapa sekolah > dasar. > > Kemudian, mulailah berdiri grup-grup kesenian randai, di beberapa sekolah > randai malah dijadikan sebagai muatan lokal maupun kegiatan > ekstrakurikuler. Mengapresiasi langkah positif itu, pemerintah > memfasilitasi penyelenggaraan festival. > Walikota Sawahlunto, Ali Yusuf, ketika menyaksikan kemampuan grup-grup > randai muda itu, sangat mengapresiasi, dengan menjadikan iven festival > tersebut tiga kali dalam setahun. “Insya Allah, kita juga akan melaksanakan > kegiatan festival randai untuk tingkat provinsi Sumatera Barat yang akan > diikuti oleh kelompok-kelompok randai yang ada di Sumbar,” sambut Ali Yusuf. > Dosen ISI Padang Panjang, salah satu juri Festival Randai, Zulkifli, > mengungkapkan, festival randai untuk tingkat sekolah dasar di Kota > Sawahlunto, merupakan festival yang perdana dilaksanakan di Sumatera Barat. > Zulkifli melihat, kesenian randai bukanlah kesenian khusus bagi orang > dewasa atau laki-laki saja. Ternyata randai dapat dimainkan semua kalangan, > baik anak-anak, maupun dewasa, termasuk juga kaum hawa. “Tinggal bagaimana > menyesuaikan cerita yang diangkat dengan pemain randai sendiri,” tambah > Zulkifli.(h/nto) > > > On Saturday, March 11, 2017 at 8:01:18 AM UTC-8, Sjamsir Sjarif wrote: >> >> >> >> -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
