Depati Parbo: Pewaris Perang Paderi dari Kerinci
Jumat,07 April 2017 - 21:04:47 WIB
[image: Depati Parbo: Pewaris Perang Paderi dari Kerinci] Kasib Gelar
Depati Parbo (Soraklintera.com)
*Oleh: Uun Lionar (**Awardee Beasiswa LPDP Prodi Pendidikan Sejarah
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung)*
Jika dalam sejarah Sumatra Barat kita pernah mendengar nama Tuanku Imam
Bonjol yang sangat melegenda atas perjuangannya melawan Belanda, maka dalam
sejarah Kerinci kita mengenal nama Depati Parbo sebagai tokoh sentral
menentang kekuasaan Belanda tersebut.
Bukan sesuatu yang berlebihan jika Depati Parbo juga pantas disejajarkan
dengan pahlawan perang lainnya di Nusantara, walau pada akhirnya harus
mengalami kekelahan dan pengasingan ke Ternate setidaknya ia telah
menunjukkan sikap antikolonial dan peletak pondasi awal nasionalisme rakyat
Kerinci ketika itu. Bagi orang Kerinci barangkali sudah tidak asing lagi
mendengar nama Depati Parbo. Ia adalah pahlawan perang Kerinci di tahun
1901.
Nama Depati Parbo adalah sebuah gelar yang diberikan untuk seseorang yang
bernama Kasib. Depati adalah gelar adat tertinggi dalam sebuah dusun
(nagari di Minangkabau) bagi seorang pemimpin di Kerinci. Kasib dilahirkan
di kaki Gunung Raya, tepatnya di Dusun Lolo, Kerinci, sekitar tahun 1839.
Sejak kecil ia dikenal oleh rakyat Dusun Lolo sebagai pribadi yang
bijaksana dan taat beribadah, selain itu juga patuh dalam belajar
pengetahuan tentang adat, bahkan menurut cerita rakyat Dusun Lolo bahwa
Kasib sejak usia remaja sudah memiliki berbagai kesaktian (ilmu kebatinan)
dalam mengobati berbagai penyakit. Memasuki usia remaja,
Kasib dinobatkan sebagai pemangku adat oleh rakyat Dusun Lolo dan kemudian
diberi gelar Depati Parbo, gelar yang diwariskan secara turun temurun
menurut garis keturunan ibu (matrilineal). Menyandang sebagai pemimpin adat
mengharuskan Depati Parbo berperan sebagai pelindung *kalbu *(keluarga
besar), dan *dusun *(nagari), serta rakyat Dusun Lolo pada umumnya dari
segala macam ancaman, tidak terkecuali ancaman dari pihak luar bahkan asing
sekalipun.
- 1
<http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci#>
- 2
<http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/1>
- 3
<http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/2>
- Halaman Selanjutnya
<http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/1>
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.