Mak Ngah

Sungguah lamak makan di Korintji ko jo Bareh Payo

Salam

andiko sutan mancayo

Pada Selasa, 11 April 2017 05.49.36 UTC+7, Sjamsir Sjarif menulis:
>
>
> Depati Parbo: Pewaris Perang Paderi dari Kerinci 
> Jumat,07 April 2017 - 21:04:47 WIB
> [image: Depati Parbo: Pewaris Perang Paderi dari Kerinci] Kasib Gelar 
> Depati Parbo (Soraklintera.com) 
>
>  
>
> *Oleh: Uun Lionar (**Awardee Beasiswa LPDP Prodi Pendidikan Sejarah 
> Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung)*
>
>  
>
> Jika dalam sejarah Sumatra Barat kita pernah mendengar nama Tuanku Imam 
> Bonjol yang sangat melegenda atas perjuangannya melawan Belanda, maka dalam 
> sejarah Kerinci kita mengenal nama Depati Parbo sebagai tokoh sentral 
> menentang kekuasaan Belanda tersebut.
>
>  
>
> Bukan sesuatu yang berlebihan jika Depati Parbo juga pantas disejajarkan 
> dengan pahlawan perang lainnya di Nusantara, walau pada akhirnya harus 
> mengalami kekelahan dan pengasingan ke Ternate setidaknya ia telah 
> menunjukkan sikap antikolonial dan peletak pondasi awal nasionalisme rakyat 
> Kerinci ketika itu. Bagi orang Kerinci barangkali sudah tidak asing lagi 
> mendengar nama Depati Parbo. Ia adalah pahlawan perang Kerinci di tahun 
> 1901.
>
>  
>
> Nama Depati Parbo adalah sebuah gelar yang diberikan untuk seseorang yang 
> bernama Kasib. Depati adalah gelar adat tertinggi dalam sebuah dusun 
> (nagari di Minangkabau) bagi seorang pemimpin di Kerinci. Kasib dilahirkan 
> di kaki Gunung Raya, tepatnya di Dusun Lolo, Kerinci, sekitar tahun 1839.
>
>  
>
> Sejak kecil ia dikenal oleh rakyat Dusun Lolo sebagai pribadi yang 
> bijaksana dan taat beribadah, selain itu juga patuh dalam belajar 
> pengetahuan tentang adat, bahkan menurut cerita rakyat Dusun Lolo bahwa 
> Kasib sejak usia remaja sudah memiliki berbagai kesaktian (ilmu kebatinan) 
> dalam mengobati berbagai penyakit. Memasuki usia remaja,
>
>  
>
> Kasib dinobatkan sebagai pemangku adat oleh rakyat Dusun Lolo dan kemudian 
> diberi gelar Depati Parbo, gelar yang diwariskan secara turun temurun 
> menurut garis keturunan ibu (matrilineal). Menyandang sebagai pemimpin adat 
> mengharuskan Depati Parbo berperan sebagai pelindung *kalbu *(keluarga 
> besar), dan *dusun *(nagari), serta rakyat Dusun Lolo pada umumnya dari 
> segala macam ancaman, tidak terkecuali ancaman dari pihak luar bahkan asing 
> sekalipun.
>
>  
>
>
>    - 1 
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci#>
>       - 2 
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/1>
>       - 3 
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/2>
>       - Halaman Selanjutnya 
>       
> <http://harianhaluan.com/news/detail/64475/depati-parbo-pewaris-perang-paderi-dari-kerinci/1>
>    
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke