Sdr Fitrianto, dll, Memang benar yang dijelaskan oleh Pak SB80 itu. Suku Arab, India, dll itu jelas bukan pribumi. Mereka tergolong non-pribumi, seperti Cina dll itu, yang di zaman Belanda disebut Timur Asing itu. Namun, walau sama2 non-pri, sikap dan cara mereka menempatkan diri berhadapan dengan pribumi berbeda. Karena seagama, sama2 Muslim, orang Arab dan India Muslim, umumnya berintegrasi dengan pribumi -- walau orang Arab umumnya merasa lebih supreme dalam beragama berbanding dengan pribumi yang tidak menguasai Bahasa Arab. Dalam berhubungan sosial maupun ekonomi mereka rata2 terintegrasi walau lebih advanced. Berbeda dengan non-pri Cina. Mereka umumnya menyisihkan diri dari kelompok pribumi, baik sosial, apalagi ekonomi. Dan etnik Cina di Asia Tenggara, seperti di Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kambodia, dll itu selalu berusaha mendominasi kendali ekonomi dan juga sosial dari masyarakat setempat -- walau jumlah mereka sedikit dan kecil sekali. Untuk usaha supremasi ekonomi dan sosial itu mereka mendekatkan diri dengan kelompok penjajah, seperti dengan Belanda di Indonesia, Inggeris di Malaysia, Amerika di Filipina, dst. Mereka lalu kerjasama dengan pihak penjajah. Sekarang, dengan hengkangnya para penjajah itu, maka yang mendominasi ekonomi, bahkan juga sosial dan politik dari negeri pribumi itu adalah non-pri Cina, yang di Filipina telah menguasai semuanya, tinggal soverenitasnya. Yang sudah sempurna seluruhnya Cina adalah Singapura. Malaysia yang tadinya mau dikuasai seperti Singapura itu, untung ada Mahathir yang di awal 1970an merebut semua kekuasaan dari Cina itu. Di Vietnam yang bersebelahan dengan daratan Cina, pribumi Vietnam berhasil pula menguasai kekuasaan politik dan ekonomi dari Cina. Thailand dll di Asia Tenggara masih sedang bergumul. Tinggal bagaimana kita di Indonesia ini. Mau membiarkan diri jadi Singapura atau Filipina kedua? Jawabnya ada pada diri kita sendiri. Salam, MN, 19/04/2017
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
