Terkirim dari Samsung Mobile -------- Pesan asli -------- Dari: Harlizon MBAu <[email protected]> Tanggal: 04/20/2017 2:12 (GMT+07:00) Ke: Mochtar Naim <[email protected]> Cc: [email protected],Fitrianto <[email protected]>,"Dr. Saafroedin BAHAR" <[email protected]>,Asmardi Arbi <[email protected]>,OBS Saldi <[email protected]>,Yahoo! <[email protected]>,Elvira Naim <[email protected]>,Amelia Naim Indrajaya <[email protected]>,Sjamsir_sjarif <[email protected]>,Nasir Zulhasril <[email protected]>,Alfitri FISIP <[email protected]>,Zulhendri Chaniago <[email protected]>,Novizar Zen <[email protected]>,Miko Kamal <[email protected]>,Arief Rangkayo Mulia <[email protected]>,Bunda Nismah <[email protected]>,Gebuminang Pusat <[email protected]>,Eri Bagindo Rajo <[email protected]>,Riri Chaidir <[email protected]>,Ilhamy Elias <[email protected]>,Zulharbi Salim <[email protected]>,WiNda AmeLia <[email protected]>,Emil Habli HasanNaim <[email protected]>,Yahoogroups <[email protected]>,Khairul Jasmi <[email protected]>,Sutan Sinaro <[email protected]>,Sylvia Tajuddin Jaelani <[email protected]>,Novesar62 <[email protected]>,Elfitra Baikoeni <[email protected]>,Zulfahmi Burhan <[email protected]>,Asmun Sjueib <[email protected]>,"Yulizal Yunus Dt. Rajo Bagindo" <[email protected]>,"Dr. Gusti ASNAN" <[email protected]>,Anggun Gunawan <[email protected]>,Basri Mangun <[email protected]>,Mohcholilbaridjambek <[email protected]>,Drs Sjafnir Aboe NAIN <[email protected]>,Mas'oed ABIDIN <[email protected]>,Azmi Dt Bgd Abu <[email protected]>,Prof Dr Djohermansyah DJOHAN <[email protected]>,"Dr. Herwandi WENDY" <[email protected]>,"M. ABDUH" <[email protected]>,"Indra J. Piliang" <[email protected]>,Prof Dr Taufik ABDULLAH <[email protected]>,"Prof. Dr Azyumardi AZRA" <[email protected]>,Chairil Anwar <[email protected]>,"Prof.Dr Emil SALIM" <[email protected]>,Darman - MOENIR <[email protected]>,Hanifah Daman <[email protected]>,Dutamardin Umar <[email protected]>,Fasli JALAL <[email protected]>,[email protected] Subjek: Re: [R@ntau-Net] tiga fakta sejarah yg berurutan AssWrWb, Jika prosesnya kita urut agak lebih jauh, sebenarnya “permasalahannya”, bukanlah betul-betul pada “etnis” Cina itu. Toh, sebahagian mereka berbuat sesuai dengan SISTEM kehidupan (kenegaraan) yang dirancang itu ? Memang betul, ditemukan fakta bahwa ras yang satu ini sangat piawai dalam mencari “escape hole” (lobang menghindar) dari sistem itu, sementara yang lain tidak begitu piawai atau kurang berminat. Namun, bukankah para PEMIMPIN yang ikut terlibat membiarkannya ? Bahkan, sadar atau tidak, mereka juga ikut berperan memperbesar lobang itu demi nafsu pribadi atau kelompok mereka semata (dengan selubung “kepentingan negara, bangsa atau rakyat). Namun, bagaimana jika sebenarnya SISTEMNYA sendiri yang “TIDAK BAIK” (lebih tepatnya, “TIDAK ADIL”) ? Kondisi ini sangat pasti tidak akan disadari oleh para pemimpin yang tidak memiliki pengetahuan atau pemahaman “KESISTEMAN” dan “KEADILAN”. Apalagi jika lalu sistem ini diputar-putar sehingga “KETIDAK-ADILANNYA” TIDAK TAMPAK LAGI. Meski tidak betul-betul langsung mencerminkan suatu “ketidak-adilan”, namun marilah kita ambil fakta SUB-SISTEM YANG DIPUTAR-PUTAR ini sebagai contoh, misalnya tentang “pajak dan lalu jadi belanja pemerintah”. Pertanyaannya, kenapa ada komponen pajak yang harus lari ke pusat dahulu, baru kemudian dibagikan lagi ke daerah sebagai belanja daerah. Kok seperti pesawat ulang-alik ? Bukankah jadi begitu ruwet system manajemen yang dibutuhkan untuk ini, yang dampaknya pada jumlah SDM serta biaya dan waktu yang dibutuhkannya ? Jika alasannya adalah untuk membantu daerah lain yang defisit agar seimbang atau adil, bukankah setidaknya “jatah” belanja daerah penghasil pajak dapat lansung dipotong oleh daerah tersebut, lalu selebihnya baru dikirim ke pusat ? Yang sangat terkait langsung dengan topik diskusi sebenarnya adalah “SISTEM EKONOMI” yang di dalamnya termasuk SUB-SUB SISTEM EKONOMI dan bagaimana para pelakunya berinteraksi serta bagaimana pemerintah mendapatkan dana serta membelanjakannya. Pertanyaannya adalah, “apakah sistem ini sudah adil” ??? Bagaimana bisa jika sistem ini disebut adil sementara membiarkan, bahkan mendorong YANG KUAT MENGEKPLOITASI YANG LEMAH ? Bukankah, rakyat atau perusahaan kebanyakan (sekalipun memiliki skill) tidak memiliki kesempatan untuk dapat mengerjakan proyek besar yang otomatis memiliki margin laba besar ? Bukankah pelan-pelan harta kekayaan masyarakat banyak yang lemah serta harta kekayaan bersama (kekayaan negara) berpindah ketangan segelintir yang kuat saja ??? Bukankah, utang negara semakin hari semakin besar (yang menunjukkan ketidak piawaian mengelola ekonomi) ??? (Jika ini adalah sebuah perusahaan, tentulah statusnya sudah pailit atau pemimpin perusahaannya dipecat). Dan bagaimana pula ceritanya, anak cucu yang tidak tahu menahu, bahkan belum lahir ikut menanggung utang yang diperbuat oleh generasi sebelumnya ? APAKAH INI SEBUAH SISTEM YANG ADIL ??? Jika kemudian kesimpulannya adalah KETIDAK-ADILAN SISTEM EKONOMI, lalu dimana-mana saja point-point atau simpul-simpul ketidak adilannya ??? Sayangnya, rasanya saya belum pernah menemukan fakta bahwa “SISTEM EKONOMI” dan “KEADILAN” ini dibedah dalam sekolah-sekolah tinggi ekonomi. Bahkan, sampai tingkat doktoralpun rasanya juga tidak. Itulah, kualitas pendidikan kita (juga dunia), dan lalu menjadi kualitas lulusannya. Malangnya, kurangnya (bahkan nihilnya) pengetahuan tentang SISTEM dan KEADILAN yang menyangkut kemashlahatan masyarakat banyak ini juga terjadi pada sub-sub pendidikan SOSIAL lainnya. Pertanyaan selanjutnya adalah, “apakah orang-orang yang kurang pengetahuannya tentang SISTEM dan KEADILAN ini dapat diharapkan untuk mengembangkan SISTEM YANG ADIL ??? Apakah keadilan itu: - YANG KUAT MENGEKSPLOITASI YANG LEMAH, ATAU - YANG KUAT MEMBANTU YANG LEMAH ??? Logika mana yang BENAR atau mana yang sebenarnya SESAT ??? Jika SISTEMnya benar-benar ADIL dan di manage oleh (para) PEMIMPIN yang ADIL, tentulah masalah “rasial” itu tidak akan menjadi signifikan, atau merupakan masalah utama, sekalipun suatu RAS TERTENTU yang menjadi anggotanya memiliki BUDAYA YANG TIDAK ADIL. Kesimpulan pribadi saya sejauh ini, “SISTEM CASINOMIC sekarang sebenarnya masih menjadi bahagian yang tidak terpisahkan dan sebagai kelanjutan dari “SISTEM COLLONOMIC” di masa penjajahan dahulu. Strategi jangka panjang ini tidak terlihat dampaknya pada saat awal melaksanakannya. Kukunya mencengkram pelan tapi pasti. Cilakanya, sekarang ini kita sedang melalui masa dampak jangka panjang itu. Ketika kukunya sudah menghunjam jauh ke dalam. Bagaimana selanjutnya nasib anak-cucu ? Siapa yang salah ? Bagaimana untuk bisa keluar dari jalan lurus ke neraka ini ? Dari argument singkat diatas, rasanya bisa ditarik kesimpulan bahwa permasalahan utamanya sebenarnya ada pada SISTEM dan PEMIMPIN. Jika dibedah lebih lanjut, lalu darimana datang dan berkembangnya SISTEM yang dilaksanakan itu ? Terlepas dari apakah SISTEM tersebut di contek atau disuguhkan dari tempat lain, namun bukankah para ELIT (pendidikan dan pemerintahan) yang ikut berperan dan terlibat dalam mengembangkannya ??? Sila dilanjutkan diskusinya dengan membedah lebih jauh…! Salam Z 2017-04-19 10:21 GMT+07:00 Mochtar Naim <[email protected]>: Sdr Fitrianto, dll, Memang benar yang dijelaskan oleh Pak SB80 itu. Suku Arab, India, dll itu jelas bukan pribumi. Mereka tergolong non-pribumi, seperti Cina dll itu, yang di zaman Belanda disebut Timur Asing itu. Namun, walau sama2 non-pri, sikap dan cara mereka menempatkan diri berhadapan dengan pribumi berbeda. Karena seagama, sama2 Muslim, orang Arab dan India Muslim, umumnya berintegrasi dengan pribumi -- walau orang Arab umumnya merasa lebih supreme dalam beragama berbanding dengan pribumi yang tidak menguasai Bahasa Arab. Dalam berhubungan sosial maupun ekonomi mereka rata2 terintegrasi walau lebih advanced. Berbeda dengan non-pri Cina. Mereka umumnya menyisihkan diri dari kelompok pribumi, baik sosial, apalagi ekonomi. Dan etnik Cina di Asia Tenggara, seperti di Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Kambodia, dll itu selalu berusaha mendominasi kendali ekonomi dan juga sosial dari masyarakat setempat -- walau jumlah mereka sedikit dan kecil sekali. Untuk usaha supremasi ekonomi dan sosial itu mereka mendekatkan diri dengan kelompok penjajah, seperti dengan Belanda di Indonesia, Inggeris di Malaysia, Amerika di Filipina, dst. Mereka lalu kerjasama dengan pihak penjajah. Sekarang, dengan hengkangnya para penjajah itu, maka yang mendominasi ekonomi, bahkan juga sosial dan politik dari negeri pribumi itu adalah non-pri Cina, yang di Filipina telah menguasai semuanya, tinggal soverenitasnya. Yang sudah sempurna seluruhnya Cina adalah Singapura. Malaysia yang tadinya mau dikuasai seperti Singapura itu, untung ada Mahathir yang di awal 1970an merebut semua kekuasaan dari Cina itu. Di Vietnam yang bersebelahan dengan daratan Cina, pribumi Vietnam berhasil pula menguasai kekuasaan politik dan ekonomi dari Cina. Thailand dll di Asia Tenggara masih sedang bergumul. Tinggal bagaimana kita di Indonesia ini. Mau membiarkan diri jadi Singapura atau Filipina kedua? Jawabnya ada pada diri kita sendiri. Salam, MN, 19/04/2017 On Wednesday, April 19, 2017 4:12 AM, Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote: Terkecuali utk calon presiden - dalam Pasal 6 UUD 1945 yang asli - tidak ada pembedaan. SB. 80 yrs. Pada tanggal 19 Apr 2017 03.12, "Fitrianto" <[email protected]> menulis: tanya lagi pak Syaf, apakah konstitusi kita membeda2kan perlakuan untuk pri dan non pri? Wassalam fitr 2017-04-18 10:27 GMT-04:00 Saafroedin Bahar <[email protected]> : Ralat Fitrianto. SB. 80 yrs. Pada tanggal 18 Apr 2017 21.26, "Saafroedin Bahar" <[email protected]> menulis: Tidak termasuk pribumi bung Febrianto. Dahulu mereka disebut " Timur Asing " ( Vreemde Oosterlingen ). Salam. SB. 80 yrs. Pada tanggal 18 Apr 2017 21.22, "Fitrianto" <[email protected]> menulis: kalau turunan Arab, India dan lain2 selain China masuk pribumi atau bukan, pak? Apa cuman Cina yg dianggap non pri, walaupun mereka sudah di sini sebelum adanya RI? Wassalam fitr 2017-04-16 9:32 GMT-04:00 Maturidi Donsan <[email protected]>: Yang diteriakan sekarang terutama oleh media-media alatnya non pri, seakan-akan 50 % rakyat Indonesia itu well come dengan non pri kusunya cina ( terutama di Jawa), sehingga untuk kepemmpinan mereka tak keberatan. Apakah ini benar. Sebenarnya setelah Kemerdekaan itu dicapai, pilihan RIS itu benar, mengingat begitu kentalnya jiwa feodal bagi masyarakat Jawa, begitu mereka pegang kuasa , warna feodal itu tampil secara otomatis di minang berhadapan dengan egaliter. Sebenarnya tokoh-tokoh Minang Era 45-an terbuai rayuan BK, seandainya kokoh dengan RIS, rakyat minang tidak akan merasakan adanya tentara pendududukan di Minang. Ini mengingat 31/2 abad Belanda, 3 1/2 tahun Jepang, 70 tahun merdeka, pribumi dijajah oleh 1-3 % pendatang.apa pasal. pasalnya pintu dibukakan. Maturidi Pada 15 April 2017 01.42, Saafroedin Bahar <[email protected]> menulis: Pak Mochtar, tema yang pak Mochtar angkat ini mungkin lebih tepat dibahas dalam forum yg lebih luas dan lebih berbobot , seperti dalam sebuah seminar nasional. SB. 80 yrs. Pada tanggal 14 Apr 2017 06.31, "'Mochtar Naim' via RantauNet" <[email protected]> menulis: Kawan2 di RN, Tiga fakta sejarah yang berurutan, yang tak satupun dari kita yang bisa mengingkarinya: Satu, Tiga setengah abad kita di bawah penjajahan Belanda, yang Belandanya sendiri tidak ada satu persen yang tinggal di Indonesia. Dua, Tiga setengah tahun kita di bawah penjajahan Jepang, selama Perang Dunia ke-II, yang Jepangnya sendiri tidak ada satu persen yang tinggal di Indonesia. Tiga, Tujuh puluhan tahun sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sampai hari ini kita berada di bawah penjajahan dan penguasaan ekonomi Cina, yang Cinanya sendiri tidak sampai 3 % yang tinggal di Indonesia. Sejak zaman Orde Baru, bidang politik dll juga sudah dimasuki oleh kelompok non-pri Cina itu, seperti juga di Filipina dan Malaysia sebelum era Mahathir. Yang Singapura sudah seluruhnya menjadi negara Cina di kawasan Nusantara ini yang tadinya berada di bawah kekuasaan Melayu. Nah, bagaimana ke depan, yang mayoritas terbesar, 80an % adalah penduduk pribumi yang beragama Islam, sementara Islam sendiri mengajarkan semua sisi kehidupan, termasuk politik, ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, dsb, haruslah menurut jalur ajaran Islam yang dituangkan dalam Al Qur'an. Sampaikanlah pendapat Anda masing-masing bagaimana kita ummat Islam di Indonesia sebaiknya bersikap ke masa depan? Salamun 'alaikum w.w. Dari sahabat Anda, MN, 14/04/2017. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group /RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group /RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group /RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group /RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group /RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@googlegr oups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/op tout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. ============================== ============================= UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. ============================== ============================= Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/ group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+unsubscribe@ googlegroups.com. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/ optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
