Cuplikan

Anies-Sandi juga diduga melanggar Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 yang
merupakan perubahan atas PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pilkada
terkait larangan kampanye di tempat ibadah.

Hal itu disampaikan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam)
Senen, Leli. Ia menemukan dugaan pelanggaran kampanye itu saat Anies
menghadiri deklarasi dukungan dari Forum Ustadzah Bela Negeri di Gedung
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Lokasi deklarasi Forum Ustazah mendukung Anies-Sandi berada di lantai 2,
Aula Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia. Aula itu bertempat di bawah
masjid yang berada di lantai 3 dalam gedung tersebut.

Boleh saja tim Anies-Sandi berkelit dengan mengatakan itu bukan tempat
ibadah karena kegiatan tidak di area untuk sholat. Alasan seperti itu jelas
menunjukkan kegagalan memahami arti sebuah rumah. Jika ada orang yang
mencuri sandal di halaman dari sebuah rumah, apakah orang itu dapat
dikatakan mencuri di rumah si A atau tidak? Karena ruangan yang berada di
dalam dan halaman maupun teras itu secara makna sudah dapat dikatakan
bagian dari rumah.

Secara hukum fiqh dalam Islam, kegiatan Anies-Sandi di atas sudah melanggar
hukum Islam itu sendiri. Karena yang dikatakan masjid itu adalah lingkungan
yang masih berada di dalam pagar masjid. Jadi lantai dua itu termasuk
bagian masjid atau di luar masjid? Para ulama telah menggariskan satu
kaidah yang menyatakan,“Sekelilingnya sesuatu memiliki hukum yang sama
dengan hukum yang berlaku pada sesuatu tersebut.”

Ada baiknya dicermati argumentasi Roni Risdianto yang menulis untuk Seword
itu katimbang mengabaikan Seword secara keseluruhan. Karena kalau tidak ada
yang membantah bisa saja dikira mereka semua orang setuju
Padahal judul tulisannya saja.sudah provokatif dan menyesatkan. Hanya Allah
Subhaanahu wa Ta'aala yang berhak menentukan hukum halal dan haram.
Tindakan Roni itu justru telah mengambil alih hak Allah tersebut.

Pertimbangan Roni bahwa penggunaan aula Gedung Dakwah Islamiah yang menjadi
tempat kampanye melanggar larangan berkampanye di tempat ibadah sebetulnya
salah kaprah. Aula itu bukanlah bagian dari masjid karena juga difungsikan
untuk berbagai keperluan organisasi dan sosial seperti rapat2, pesta
nikahan, reuni dan lain-lain.
Sekarang mal2 baru di Jakarta dan kota2 lain dilengkapi dengan masjid pada
salah satu lantainya. Dan terlihat selalu penuh dengan pengunjung untuk
shalat berjama'ah yang dilakukan bergiliran karena kapasitas luas terbatas.
Tentu saja mal-mal itu bukanlah bagian dari masjid yang berada didalamnya
sehingga bisa jadi ajang kampanye

On Apr 25, 2017 13:13, "Darwin Chalidi" <[email protected]> wrote:

> Maaf Seword ini selalu berseberangan dengan gerakan ummat. Nggak perlu
> didengarkan.
> On Apr 25, 2017 9:58 AM, "Isna Huriati" <[email protected]> wrote:
>
>> Assalamu'alaiku wr wb.Sebuah tulisan yang menurut saya menarik untuk
>> direnungkan.
>>
>> https://seword.com/politik/sebuah-kemenangan-haram-ala-eep-saefulloh/
>>
>> wass. Isna
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email,
>> menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
>> * DILARANG:
>>  1. Email besar dari 200KB;
>>  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;  3. Email
>> One Liner.
>> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
>> mengirimkan biodata!
>> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>> --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet"
>> dari Google Grup.
>> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
>> kirim email ke [email protected].
>> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke