Masha Allah, Lai ado juo Rantaunet iko lai sanak...
Salam, Ali Rajo Batuah - Dubai On Sat, 4 Oct 2025, 16:03 ARIEF, <[email protected]> wrote: > Tulisan Andiko St Mancayo ttt Matinya Hutan adat > > > > > *Arief Rangkayo MuliaHP : 0813 1600 7756**Melangkah bersama.... untuk > berbagi bersama...* > > Pada Sen, 14 Jun 2010 13.48, dedi yusmen <[email protected]> menulis: > >> Sanak Andiko, jan puatah sumangaik Sanak, kalau indak ado nan respon, >> manjojo jaga bagai wak bekoh.. >> >> Jalan taruih bara talok.. >> >> Ambo tetap 100% mandukuang, tantu jo tulisan dan tarago ari patang Ambo >> sempatkan juo manggaleh jaga nan rancak ko. >> >> Wass >> DediY >> >> ------------------------------ >> *From:* andi ko <[email protected]> >> *To:* [email protected] >> *Sent:* Mon, 14 June, 2010 13:17:44 >> *Subject:* Re: [rang-mudo] Matinya Hutan Adat >> >> Indak tahu do >> >> Karena yang lain hanap-hanap sajo, indak tantu jantan-batinonyo >> >> salam >> >> andiko >> >> Pada 14 Juni 2010 12:04, dedi yusmen <[email protected]> menulis: >> >>> Rancak Sanak Andiko >>> Mantap... >>> >>> Iko bisa menjadi bahan dari ANgku untuk Buku Bungo Rampai.. >>> >>> Nan dari Ambo sadang babuek baru... >>> Bilo target salasai yo Sanak.. >>> >>> DY >>> >>> ------------------------------ >>> *From:* andi ko <[email protected]> >>> *To:* [email protected]; [email protected] >>> *Sent:* Thu, 10 June, 2010 11:10:31 >>> *Subject:* [rang-mudo] Matinya Hutan Adat >>> >>> Maaf-Jiko ado nan tertarik. Nan mambuek acara adolah >>> >>> >>> >>> *KpSHK - Konsorsium pendukung Sitem Hutan Kerakyatan* >>> Jl. Sutriragen V NO. 14, Indraprasta - Bogor. Jawa Barat. Indonesia >>> 16153 >>> Tel : 0251-8380301, Fax : 0251-8380301 >>> E-mail : [email protected] >>> >>> >>> >>> Salam >>> >>> >>> andiko >>> >>> >>> *Matinya Hutan Adat* >>> >>> >>> >>> Pilihan hukum atau legal bagi penguasaan dan pengelolaan kawasan hutan >>> negara oleh masyarakat pinggir hutan dan dalam hutan sangat beragam. >>> Perhutanan Sosial yang berbentuk Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, >>> Hutan Tanaman Industri Rakyat (HTR), dan Kemitraan sesuai Undang-Undang >>> No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan (PP No.6 tahun 2007 atau PP No.3 tahun >>> 2008) sebagai kerangka hukum yang mewadahi dan memberikan kesempatan bagi >>> pengakuan pengelolaan kawasan hutan negara oleh masyarakat. >>> >>> >>> >>> Masyarakat pinggir hutan dan dalam hutan tidak hanya masyarakat lokal. >>> Masyarakat adat yang saat ini jumlahnya tidak kurang dari 75 juta jiwa >>> adalah kelompok masyarakat pinggir dan dalam hutan yang bergantung langsung >>> dengan keberadaan hutan dengan posisi lebih kuat. Historikal, masyarakat >>> adat memiliki hak asal-usul (yang terwaris) atau hak ulayat atas tanah >>> hutan. Bahkan UU No.41 tahun 1999 pada bagian ketentuan umum, menyebutkan >>> istilah Hutan Adat (walau pengertiannya mengundang kritik dari banyak pihak >>> yaitu hutan negara yang berada di wilayah masyarakat hukum adat). >>> >>> >>> >>> Proses penerjemahan UU No.41 tahun 1999 terutama berkenaan dengan Hutan >>> Adat hingga ke tingkat peraturan pelaksanaan, RPP Hutan Adat, sudah menjadi >>> wacana para pihak. Namun yang mengemuka kemudian adalah adanya penolakan >>> atas RPP Hutan Adat oleh masyarakat adat, semisal Majelis Rakyat Papua >>> (MRP) menolak RPP Hutan Adat, dan beberapa organisasi dari perwakilan >>> kelompok masyarakat adat lebih ekstrim bersikap menolak dengan meminta >>> revisi UU No.41 tahun 1999. >>> >>> >>> >>> Kondisi hutan dan kawasan hutan, sikap dan perilaku pemerintahan >>> berubah, dan ini menyebabkan demokratisasi di sektor kehutanan semakin >>> terbuka. Perhutanan Sosial menjadi pintu keterbukaan seluas-luasnya bagi >>> peran masyarakat secara aktif dalam pengelolaan sumberdaya dan kawasan >>> hutan. 2,1 juta hektar Pemerintah mencadangkan lahan hutan produksi, hutan >>> produksi terbatas dan hutan lindung yang kritis untuk pelaksanaan >>> Perhutanan Sosial. >>> >>> >>> >>> Peluang percepatan pelaksanaan demokratisasi kehutanan tersebut tidak >>> menutup kemungkinan mendorong masyarakat adat secara pragmatis menjadi >>> pengaju dari jenis-jenis Perhutanan Sosial. Apalagi dikaitkan dengan >>> kepentingan pelaksanaan Perhutanan Sosial untuk pengentasan kemiskinan dan >>> mitigasi perubahan iklim (REDD+ dari LoI Indonesia-Norwegia) yang saat ini >>> menjadi perhatian semua pihak. >>> >>> >>> >>> Saat hal tersebut terjadi, ada dua kondisi yang perlu menjadi >>> pertimbangan paradigmatik dan filosofis, kemajemukan sistem hukum di >>> Indonesia akan pupus karena keberadaan masyarakat adat yang bhinneka sangat >>> terkait dengan keberagaman sistem hukum tersebut, dan masyarakat adat yang >>> memiliki kemandirian atas kedaulatan sosial-budaya-ekonomi tunduk kepada >>> kedaulatan negara secara penuh dengan memberikan penguasaan hak ulayat atas >>> kawasan hutan mereka dalam kerangka hukum positif. >>> >>> >>> >>> Matinya Hutan Adat akan segera menjadi keniscayaan, tanpa adanya >>> upaya-upaya mengembalikan pelaksanaan demokratisasi kehutanan pada porsi >>> yang semestinya, yaitu mengembalikan kedaulatan masyarakat adat atas hak >>> penguasaan dan pengelolaan kawasan hutannya sesuai dengan hak-hak asal-usul >>> dasar bawaan (terwaris) mereka. Van Vollenhoven (abad 19) menyebutkan 13 >>> masyarakat hukum adat yang masih menerapkan sistem hukum berdasarkan >>> adat-istiadat masing-masing. >>> >>> >>> >>> Untuk itu, KpSHK yang berkedudukan di Bogor akan menyelenggarakan >>> diskusi “Matinya Hutan Adat” pada 19 Juni 2010. Tujuan diskusi ini untuk >>> menemukan kembali semangat memperjuangkan pengakuan sistem-sistem >>> pengelolaan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masyarakat adat. Diskusi >>> ini merupakan diskusi rutin bulanan KpSHK dengan jumlah peserta terbatas. >>> >>> >>> >>> *Acara diskusi* >>> >>> *Tema: “Matinya Hutan Adat”* >>> >>> *Narasumber: Andiko Sutan Mancayo* >>> >>> *(dalam konfirmasi)* >>> >>> *Waktu: Sabtu, 19 Juni 2010* >>> >>> *Pukul: 09.00-11.00* >>> >>> *Tempat: Kebun Kita-Bogor (dalam konfirmasi)* >>> >>> *Panitia: Dewi dan Ronald, t: 0251 380301* >>> >>> -- >>> You received this message because you are subscribed to the Google >>> Groups "Rang Mudo RantauNet" group. >>> To post to this group, send email to [email protected] >>> To unsubscribe from this group, send email to >>> [email protected] >>> For more options, visit this group at >>> http://groups.google.com/group/rang-mudo?hl=id >>> >>> -- >>> You received this message because you are subscribed to the Google >>> Groups "Rang Mudo RantauNet" group. >>> To post to this group, send email to [email protected] >>> To unsubscribe from this group, send email to >>> [email protected] >>> For more options, visit this group at >>> http://groups.google.com/group/rang-mudo?hl=id >>> >> >> -- >> You received this message because you are subscribed to the Google >> Groups "Rang Mudo RantauNet" group. >> To post to this group, send email to [email protected] >> To unsubscribe from this group, send email to >> [email protected] >> For more options, visit this group at >> http://groups.google.com/group/rang-mudo?hl=id >> >> -- >> You received this message because you are subscribed to the Google >> Groups "Rang Mudo RantauNet" group. >> To post to this group, send email to [email protected] >> To unsubscribe from this group, send email to >> [email protected] >> For more options, visit this group at >> http://groups.google.com/group/rang-mudo?hl=id >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk melihat diskusi ini, buka > https://groups.google.com/d/msgid/rantaunet/CALzuGHH%3D_Riq%3Dq73nbCMiiGNfuaSLNs8KUXuLgnLpv8oc74tmA%40mail.gmail.com > <https://groups.google.com/d/msgid/rantaunet/CALzuGHH%3D_Riq%3Dq73nbCMiiGNfuaSLNs8KUXuLgnLpv8oc74tmA%40mail.gmail.com?utm_medium=email&utm_source=footer> > . > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini, buka https://groups.google.com/d/msgid/rantaunet/CAFD-t%2BrW9YJHJZOPiOToXFLXLBT6Rx%3DHvFt33QmE0UnvR3P4-A%40mail.gmail.com.
