Mungkin SBY juga harus introspeksi kenapa pidatonyo membuat beberapa bupati 
tertidur.  Membosankan kah pidato beliau?  Atau materi yang diberikan terlalu 
membuai, sehingga untuk beberapa Bupati materi pidato Pak SBY cocoknya 
dijadikan mimpi saja.

Pesan moralnya untuk para Bupati, kalau ke Jakarta usahakan tidur cepat.  Kalau 
ada para perantau, tokoh masyarakat atau siapa pun itu, ingin mengunjungi Pak 
Bupati ke tempat menginap tolak dengan halus saja.  Kasih alasan kepada mereka, 
"Bisuak ambo ado pertemuan jo Presiden, kok sampai mangantuak bisuak, kan 
babayo karajo".  Buat orang rantau yang ingin bertemu Pak Bupati, jangan 
malam-malam membuat janji.  Pak Bupati butuh istirahat, biar besoknya tidak 
mengantuk.

Eniwei, Salut buat Bupati yang tertidur.
Bupati juga manusia....

----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 10, 2008 7:57:55 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] kanai hariak dek SBY dek takalok


Dari Padang Ekpress, (2 berita)
Baru baruko cukuik hanget di media TV,

adonyo kapalo daerah nan kanai hariak dek SBY, karano lalok wukatu SBY

pidato.
Rupono nan diawak pulo ciek dari tigo

urang nan ditegur SBY. (SBY langsuang manjagokan nan takalok ko)
Salam
Is St Marajo 39+ 

Tayangan Bupati Tidur Menuai Pro-Kontra


Kamis, 10 April 2008 
Arius Sampeno : Ini Memalukan Daerah!
Limapuluh Kota, Padek-- Munculnya wajah

atau tayangan Bupati Limapuluh Kota Amri Darwis sedang tidur saat Presiden

SBY memberi pembekalan kepada peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah

Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Selasa (8/4), menuai pro

dan kontra di tengah-tengah masyarakat. Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota

Arius Sampeno Datuk Sinaro Nan Garang menilai, 
munculnya wajah Bupati Amri Darwis sedang

tertidur ketika Presiden SBY berpidato, sebagaimana ditayangkan sejumlah

televisi swasta, jelas memalukan. "Bukan hanya memalukan pribadi Amri

Darwis selaku bupati. Namun juga memalukan daerah ini. Apalagi acara masih

pagi, kenapa Bupati bisa-bisanya cepat mengantuk," ujar Arius Sampeno

kepada Padang Ekspres, Rabu (8/4). Karenanya, politisi senior dari PPP

ini meminta Bupati Amri Darwis, agar segera memberi klarifikasi ataupun

keterangan kepada publik, khususnya rakyat Kabupaten Limapuluh Kota yang

telah memberi amanah. 
"Lantaran peristiwa ini sudah diketahui

sebagian besar warga, maka Bupati meski memberi penjelasan resmi," saran

Arius. Namun berbeda dengan Arius Sampeno, anggota DPRD dari Partai Golkar

Ferizal Ridwan dalam komentar yang dikirim lewat short message service

(SMS), justru mengatakan, agaknya benar kata orang pintar, bahwa negeri

ini dalam keadaan sakit. Kealpaan seseorang saja, bisa mengalahkan topik

pemberitaan media massa tentang kelangkaan BBM dan masalah nasional lainnya.
"Saya heran, masak kealpaan seseorang

bisa mengalahkan topik penting yang ada di negeri ini? Kenapa karena bupati

tertidur, tiba-tiba perhatian publik jadi hilang terhadap masalah kelangkaan

BBM, mahalnya minyak goreng, atau pejabat yang takut karena diuber-uber

penegak hukum," kata Ferizal Ridwan. Dia juga menilai, apa yang disampaikan

Presiden SBY ketika menegur kepala daerah kalau dicermati, sebenarnya bukanlah

sebuah hal baru dan menarik. Karenanya, Ferizal mengatakan, bisa jadi di

tengah kebekuan protokoler yang sempit dan orang-orang yang serba mengangguk

ataupun menjilat, para bupati yang hadir dalam acara Lemhanas, mencoba

membuat sensasi dan warna lain. "Karena ada orang bilang, bila ingin tenar

di dunia ini, buatlah apa yang tidak dilakukan orang. Paling tidak, kencingi

telaga zam-zam, biar heboh orang sedunia," ucap Ferizal Ridwan.
Meskipun demikian, dengan praduga baik,

Ferizal Ridwan menilai, bisa jadi Bupati Limapuluh Kota yang ditayangkan

tidur ketika SBY sedang pidato, amat enjoy dalam menjalankan tugasnya.

Mungkin juga beliau memang tidak ada beban dan sakit sekalipun.  "Walau

begitu, Amri Darwis tetap harus menjadikan teguran presiden untuk memperbaiki

kinerjanya," tegas Ferizal. Di sisi lain, Bupati Amri Darwis ketika dikonfirmasi

wartawan secara terpisah, menyangkal dirinya tidur ataupun tertidur ketika

Presiden SBY sedang berpidato di Lemhanas. Bahkan, dia mengaku mencatat

item-item penting pidato SBY, termasuk ketika sang presiden marah kepada

bupati yang tidur. (*)
Ketika Bupati Amri Darwis Bantah Molor

di Lemhanas, "Kalau Tidak Percaya, Tanyakan Sama..." 
Kamis, 10 April 2008 
Disebut sebagai satu dari tiga kepala

daerah di Indonesia yang tidur ketika Presiden SBY sedang berpidato, Bupati

Limapuluh Kota Amri Darwis, rupanya gusar juga. Apalagi sejumlah televisi

swasta dengan jelas menayangkan wajahnya sedang menunduk dengan raut mata

terpejam. Lantas, benarkah sang bupati tertidur pulas?  "Kawan-kawan

boleh percaya atau tidak. Yang pasti, saya sungguh tidak tidur ketika Pak

SBY berpidato di hadapan peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah

Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)," aku Amri Darwis ketika

ditemui Padang Ekspres, Rabu (9/4).
Ketika itu, Amri Darwis baru saja menerima

kedatangan Kapolres Limapuluh Kota AKBP Benny Setyawan, Kapolresta Payakumbuh

AKBP Ermi Widyatno, dan seorang petinggi Polda Sumbar di ruang kerjanya.

Usai pertemuan, barulah dia menerima wartawan. Mengawali pembicaraan, Amri

langsung bercerita dengan antusias. Dia mengatakan, ketika melihat tayangan

sebuah televisi swasta pada Selasa (8/4), hatinya merasa senang. "Saya

ngomong sama ibuk (istrinya), ternyata wajah saya banyak juga keluar di

layar kaca. Lalu ibu nyeletuk, mungkin bapak ganteng," ucap anak mendiang

Bupati Darwis Taram ini.
Sebelum menyaksikan tayangan tersebut,

Amri juga sempat berpikir dalam hati, jangan-jangan kameramen yang meliput

acara di Lemhanas adalah putra Luhak Limopuluah. "Soalnya, kamera sering

diarahkan kepada saya dan pak Josrizal (Wali Kota Payakumbuh). Makanya

saya senang saja dan berpikir begitu," sebut Amri. Namun alangkah kagetnya

Amri Darwis, saat mengetahui jika wajahnya dimunculkan sejumlah televisi

swasta, bukan karena pemberitaan ataupun citra positif. Melainkan terkait

dengan kemarahan Presiden SBY, melihat tingkah kepala daerah yang tidur

pulas dalam acara pembekalan.
"Aduh, saya sungguh tidak menyangka,

kok tayangannya justru bisa begitu? Akhirnya, baru saya dapat hikmah, ternyata

kita memang tidak boleh sombong atau cepat puas dulu. Toh buktinya, ketika

awal-awal saya senang muncul di televisi. Tak tahunya, kemunculan itu justru

dikaitkan dengan bupati yang tidur dalam pidato presiden," tutur Amri

didampingi Jubir Pemkab Limapuluh Kota Abrar Nurhasan. Padahal, sambung

Amri, bupati yang ditidur dan ditegur SBY itu bukanlah dirinya.  "Kalau

tidak percaya, silahkan tanya sama Pak Nasrul Abit (Bupati Pesisir Selatan)

yang hadir dalam acara itu, atau Pak Josrizal Zain yang duduk tidak jauh

dari bupati yang ditegur presiden," aku pria berkacamata ini.
Bukan Pengidap Diabetes
Nah, jika Amri benar tidak tertidur

dalam acara tersebut, lantas siapakah bupati yang dihardik Presiden SBY?

Menurut Amri Darwis, dirinya juga lupa nama bupati tersebut. Soalnya, peserta

Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lemhanas cukup banyak.

Terdiri dari angkatan I dan angkatan II. Angkatan I jumlahnya 52 orang,

angkatan II 86 orang. Amri sendiri mengaku masuk angkatan I. Selama berada

di dalam ruangan, Amri Darwis mengaku selalu mencatat poin-poin penting

pidato SBY. Cuma saja, karena kursi yang disediakan tidak seperti bangku

kuliah (punya meja tulis), terpaksalah Amri mencatat agar merunduk. 
"Mungkin ketika saya merunduk inilah,

kawan-kawan kameramen yang berada pada bagian kanan, mengira saya tertidur.

Sehingga  langsung merekam gambar saya," ujar Amri sambil memperlihatkan

kertas putih yang dia pakai untuk mencatat poin-poin penting pidato SBY.

Seperti belum puas dengan apa yang sudah ia sampaikan, Amri lalu memperkuat

pula keterangan Gubernur Lemhanas Muladi. Di mana Muladi mengatakan kepada

wartawan, jika kepala daerah yang ditegur Presiden itu adalah penderita

diabetes, sehingga suka mengantuk.  "Sementara saya ini bukanlah

seorang penderita diabetes," tegasnya mengakhiri. Lantas, manakah yang

benar? Wallahualam bi Shawab! (***)








__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke