Di Kompas kapatang amb baco bhw Muladi sebelumnya sudah mengingatkan para
peserta dengan tiga larangan Ndak Buliah Lalok; Ndak Buliah SMS2 an, dan Ndak
Buliah Interupsi.
Waktu ambo tunjuak an ko ka kawan nan acok ikuik rapek dan mandanga pidato, a
respon kawan ambo: "Lho, kalau tiga hal itu ndak boleh, lalu kita mau ngapain
dalam ruangan?"
He he
Riri
Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mungkin SBY juga harus introspeksi kenapa pidatonyo membuat beberapa
bupati tertidur. Membosankan kah pidato beliau? Atau materi yang diberikan
terlalu membuai, sehingga untuk beberapa Bupati materi pidato Pak SBY cocoknya
dijadikan mimpi saja.
Pesan moralnya untuk para Bupati, kalau ke Jakarta usahakan tidur cepat. Kalau
ada para perantau, tokoh masyarakat atau siapa pun itu, ingin mengunjungi Pak
Bupati ke tempat menginap tolak dengan halus saja. Kasih alasan kepada mereka,
"Bisuak ambo ado pertemuan jo Presiden, kok sampai mangantuak bisuak, kan
babayo karajo". Buat orang rantau yang ingin bertemu Pak Bupati, jangan
malam-malam membuat janji. Pak Bupati butuh istirahat, biar besoknya tidak
mengantuk.
Eniwei, Salut buat Bupati yang tertidur.
Bupati juga manusia....
----- Original Message ----
From: "[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 10, 2008 7:57:55 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] kanai hariak dek SBY dek takalok
Dari Padang Ekpress, (2 berita)
Baru baruko cukuik hanget di media TV, adonyo kapalo daerah nan kanai hariak
dek SBY, karano lalok wukatu SBY pidato.
Rupono nan diawak pulo ciek dari tigo urang nan ditegur SBY. (SBY langsuang
manjagokan nan takalok ko)
Salam
Is St Marajo 39+
Tayangan Bupati Tidur Menuai Pro-Kontra
Kamis, 10 April 2008
Arius Sampeno : Ini Memalukan Daerah!
Limapuluh Kota, Padek-- Munculnya wajah atau tayangan Bupati Limapuluh Kota
Amri Darwis sedang tidur saat Presiden SBY memberi pembekalan kepada peserta
Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional
(Lemhanas), Selasa (8/4), menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Arius Sampeno Datuk Sinaro Nan Garang menilai,
munculnya wajah Bupati Amri Darwis sedang tertidur ketika Presiden SBY
berpidato, sebagaimana ditayangkan sejumlah televisi swasta, jelas memalukan.
"Bukan hanya memalukan pribadi Amri Darwis selaku bupati. Namun juga memalukan
daerah ini. Apalagi acara masih pagi, kenapa Bupati bisa-bisanya cepat
mengantuk," ujar Arius Sampeno kepada Padang Ekspres, Rabu (8/4). Karenanya,
politisi senior dari PPP ini meminta Bupati Amri Darwis, agar segera memberi
klarifikasi ataupun keterangan kepada publik, khususnya rakyat Kabupaten
Limapuluh Kota yang telah memberi amanah.
"Lantaran peristiwa ini sudah diketahui sebagian besar warga, maka Bupati meski
memberi penjelasan resmi," saran Arius. Namun berbeda dengan Arius Sampeno,
anggota DPRD dari Partai Golkar Ferizal Ridwan dalam komentar yang dikirim
lewat short message service (SMS), justru mengatakan, agaknya benar kata orang
pintar, bahwa negeri ini dalam keadaan sakit. Kealpaan seseorang saja, bisa
mengalahkan topik pemberitaan media massa tentang kelangkaan BBM dan masalah
nasional lainnya.
"Saya heran, masak kealpaan seseorang bisa mengalahkan topik penting yang ada
di negeri ini? Kenapa karena bupati tertidur, tiba-tiba perhatian publik jadi
hilang terhadap masalah kelangkaan BBM, mahalnya minyak goreng, atau pejabat
yang takut karena diuber-uber penegak hukum," kata Ferizal Ridwan. Dia juga
menilai, apa yang disampaikan Presiden SBY ketika menegur kepala daerah kalau
dicermati, sebenarnya bukanlah sebuah hal baru dan menarik. Karenanya, Ferizal
mengatakan, bisa jadi di tengah kebekuan protokoler yang sempit dan orang-orang
yang serba mengangguk ataupun menjilat, para bupati yang hadir dalam acara
Lemhanas, mencoba membuat sensasi dan warna lain. "Karena ada orang bilang,
bila ingin tenar di dunia ini, buatlah apa yang tidak dilakukan orang. Paling
tidak, kencingi telaga zam-zam, biar heboh orang sedunia," ucap Ferizal Ridwan.
Meskipun demikian, dengan praduga baik, Ferizal Ridwan menilai, bisa jadi
Bupati Limapuluh Kota yang ditayangkan tidur ketika SBY sedang pidato, amat
enjoy dalam menjalankan tugasnya. Mungkin juga beliau memang tidak ada beban
dan sakit sekalipun. "Walau begitu, Amri Darwis tetap harus menjadikan teguran
presiden untuk memperbaiki kinerjanya," tegas Ferizal. Di sisi lain, Bupati
Amri Darwis ketika dikonfirmasi wartawan secara terpisah, menyangkal dirinya
tidur ataupun tertidur ketika Presiden SBY sedang berpidato di Lemhanas.
Bahkan, dia mengaku mencatat item-item penting pidato SBY, termasuk ketika sang
presiden marah kepada bupati yang tidur. (*)
Ketika Bupati Amri Darwis Bantah Molor di Lemhanas, "Kalau Tidak Percaya,
Tanyakan Sama..."
Kamis, 10 April 2008
Disebut sebagai satu dari tiga kepala daerah di Indonesia yang tidur ketika
Presiden SBY sedang berpidato, Bupati Limapuluh Kota Amri Darwis, rupanya gusar
juga. Apalagi sejumlah televisi swasta dengan jelas menayangkan wajahnya sedang
menunduk dengan raut mata terpejam. Lantas, benarkah sang bupati tertidur
pulas? "Kawan-kawan boleh percaya atau tidak. Yang pasti, saya sungguh tidak
tidur ketika Pak SBY berpidato di hadapan peserta Forum Konsolidasi Pimpinan
Pemerintah Daerah di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas)," aku Amri Darwis
ketika ditemui Padang Ekspres, Rabu (9/4).
Ketika itu, Amri Darwis baru saja menerima kedatangan Kapolres Limapuluh Kota
AKBP Benny Setyawan, Kapolresta Payakumbuh AKBP Ermi Widyatno, dan seorang
petinggi Polda Sumbar di ruang kerjanya. Usai pertemuan, barulah dia menerima
wartawan. Mengawali pembicaraan, Amri langsung bercerita dengan antusias. Dia
mengatakan, ketika melihat tayangan sebuah televisi swasta pada Selasa (8/4),
hatinya merasa senang. "Saya ngomong sama ibuk (istrinya), ternyata wajah saya
banyak juga keluar di layar kaca. Lalu ibu nyeletuk, mungkin bapak ganteng,"
ucap anak mendiang Bupati Darwis Taram ini.
Sebelum menyaksikan tayangan tersebut, Amri juga sempat berpikir dalam hati,
jangan-jangan kameramen yang meliput acara di Lemhanas adalah putra Luhak
Limopuluah. "Soalnya, kamera sering diarahkan kepada saya dan pak Josrizal
(Wali Kota Payakumbuh). Makanya saya senang saja dan berpikir begitu," sebut
Amri. Namun alangkah kagetnya Amri Darwis, saat mengetahui jika wajahnya
dimunculkan sejumlah televisi swasta, bukan karena pemberitaan ataupun citra
positif. Melainkan terkait dengan kemarahan Presiden SBY, melihat tingkah
kepala daerah yang tidur pulas dalam acara pembekalan.
"Aduh, saya sungguh tidak menyangka, kok tayangannya justru bisa begitu?
Akhirnya, baru saya dapat hikmah, ternyata kita memang tidak boleh sombong atau
cepat puas dulu. Toh buktinya, ketika awal-awal saya senang muncul di televisi.
Tak tahunya, kemunculan itu justru dikaitkan dengan bupati yang tidur dalam
pidato presiden," tutur Amri didampingi Jubir Pemkab Limapuluh Kota Abrar
Nurhasan. Padahal, sambung Amri, bupati yang ditidur dan ditegur SBY itu
bukanlah dirinya. "Kalau tidak percaya, silahkan tanya sama Pak Nasrul Abit
(Bupati Pesisir Selatan) yang hadir dalam acara itu, atau Pak Josrizal Zain
yang duduk tidak jauh dari bupati yang ditegur presiden," aku pria berkacamata
ini.
Bukan Pengidap Diabetes
Nah, jika Amri benar tidak tertidur dalam acara tersebut, lantas siapakah
bupati yang dihardik Presiden SBY? Menurut Amri Darwis, dirinya juga lupa nama
bupati tersebut. Soalnya, peserta Forum Konsolidasi Pimpinan Pemerintah Daerah
di Lemhanas cukup banyak. Terdiri dari angkatan I dan angkatan II. Angkatan I
jumlahnya 52 orang, angkatan II 86 orang. Amri sendiri mengaku masuk angkatan
I. Selama berada di dalam ruangan, Amri Darwis mengaku selalu mencatat
poin-poin penting pidato SBY. Cuma saja, karena kursi yang disediakan tidak
seperti bangku kuliah (punya meja tulis), terpaksalah Amri mencatat agar
merunduk.
"Mungkin ketika saya merunduk inilah, kawan-kawan kameramen yang berada pada
bagian kanan, mengira saya tertidur. Sehingga langsung merekam gambar saya,"
ujar Amri sambil memperlihatkan kertas putih yang dia pakai untuk mencatat
poin-poin penting pidato SBY. Seperti belum puas dengan apa yang sudah ia
sampaikan, Amri lalu memperkuat pula keterangan Gubernur Lemhanas Muladi. Di
mana Muladi mengatakan kepada wartawan, jika kepala daerah yang ditegur
Presiden itu adalah penderita diabetes, sehingga suka mengantuk. "Sementara
saya ini bukanlah seorang penderita diabetes," tegasnya mengakhiri. Lantas,
manakah yang benar? Wallahualam bi Shawab! (***)
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---