Adi dunsanak kasadonyo,
KA Wisata Pdg-Pariaman tetap beroperasi. Tetapi yg jauh lebih potensil yg 
memiliki multiplier effect lebih besar dan masih kita perjuangkan bersama, 
sebetulnya adalah tujuan Padang Panjang melalui Lembah Anai sampai Sawahlunto 
yg lg "bergolak" sbg destinasi pariwisata berikutnya di Sumbar. Apalagi melalui 
pemandangan 19 Km persis dipinggiran Danau Singkarak yg tak ada 
bandingannya...! Mestinya tahun lalu sampai Padang Panjang sudah bisa 
beroperasi dan Pak JK sudah siap utk meresmikan tgl 8 April 2007. 
Silahkan baca liputan Ephi Lintau ini ttg rapat koordinasi utk mendukung KA 
Wisata tsb:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=269&catid=42
Ini liputan rapat koordinasi ttg rencana peresmian KA Wisata 8 April 2007 lalu:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=265&catid=42
Tetapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Gempa Besar 6 Maret 
dan 12 September tahun lalu melanda Sumbar. Sehingga dana yang sudah disepakati 
oleh semua Pemkab/Pemko yg dilalui rel KA, tentunya diutamakan dulu utk 
membantu korban bencana di Sumbar. Semoga tahun ini, Pemda Sumbar bisa 
mempercepat koordinasi ini agar segera terrealisir rencana tsb. Para Operator 
Prwsta di Sumbar juga sudah sangat menantikan hal ini. Krn mereka semua tahu 
persis "nilai jual" paket mereka jika KA Wisata ke Pdg Panjang sampai Swhlunto 
ini bisa beroperasi...!

Sabtu minggu lalu ketika saya menghadiri pengajian 40 hari meninggalnya Alm. 
Pak Chaidir di Bandung, kebetulan ketemu pejabat tinggi Direktorat 
Perkeretaapian Dephub. Saya dapat konfirmasi yg cukup menggembirakan. Bahwa 
usaha kita bersama Pemda Sumbar (Maret 2007 kita MPKAS dg Gubernur menghadap 
Dirjen Keretapi di Jkt) membuahkan hasil 5 unit Gerbong baru produksi PT INKA 
utk KA Wisata dg total nilai Rp.15 milyar akan dikirim ke Sumbar sktr bulan 
Juli 2008 ini. Kita terima di Sumbar tanpa ongkos kirim.
Saya dan Firdaus HB sempat ketemu juga dg 3 Direksi KAI (DirTek, DirOp dan Dir 
Niaga). Katanya Rusia akan mengeksploatasi Batubara Sawahlunto mulai tahun 
depan. Krn mslh volume dan bbrp pertimbangan lain, batubara tsb akan dibawa ke 
Teluk Bayur melalui Padang Panjang. Artinya, akan ada perbaikan utk sarana rel 
& jembatan KA Sawahlunto sampai Padang. Sama2 kita doakanlah agar tidak mundur 
jadwalnya.
Satu isu dari Direksi KAI yg cukup menarik dan masih perlu diklarifikasi lebih 
jauh adalah ttg Loko Uap ex-Sumbar yg di Ambarawa. Mnrt kawan2 pecinta KA 
(www.irps.or.id) yang pernah ke Sumbar, sebaiknya Loko tsb dikembalikan ke 
habitatnya di Sumbar. Krn power Loko tsb terlalu besar utk daerah Ambarawa dan 
giginya gak cocok disana. Kata salah satu Direksi, masalahnya adalah ongkos 
kirimnya sktr Rp.300jt. Padahal Wako Sawahlunto dulu pernah mengalokasikan dana 
lebih besar dari angka ini, tetapi belum dikasih izin sama pusat utk melepas 
Loko tsb dari Ambarawa...
hal lain, yang paling intensif dilakukan Pemda Sumbar saat ini adalah 
rencana Shortcut KA Solok-Indarung yg akan melalui terowongan sepanjang 6-7 Km. 
Ada calon investor dari Hong Kong yg tertarik. Seperti apa skemanya, belum ada 
kejelasan. Ini akan sangat bermanfaat utk menghidupkan angkutan batubara dari 
Sawahlunto/Sijunjung/Dharmasraya dsktrnya ke Teluk Bayur. Minggu lalu, Dirjen 
Keretapi dan Dir Niaga KAI diundang Gubernur meninjau ke Sumbar. Jika shortcut 
ini terealisir (paling cepat 3 tahun), akan membantu mengurangi "kepusingan" 
Semen Padang mengelola truk sktr 1200 unit yg keluar masuk setiap hari...! 
Belum lagi truk2 kelas berat tsb memacetkan dan merusak jalan raya...! 
Percepatan rencana shortcut ini, tidak lepas akibat adanya acara SSM Oktober 
2007 lalu di Pdg yang menggiring Pak JK utk melihat kondisi rel KA dan potensi 
Pelabuhan di Teluk Bayur. Pak JK langsung mengeluarkan perintah di tempat ke 
Menteri Perhubungan.
Acara Wisata Religius dg KA ini merupakan ide murni dari pak Kadiv KAI Sumbar 
yg sangat low profile. Termasuk terobosan beliau memodifikasi Jeep Taft 
Daihatsu utk inspeksi rel KA. Yang oleh Ketum MAPPAS diproklamirkan sbg "Mobil 
Salah Jalur". Bisa dilihat dilink ini:
http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=970&catid=42
Sabtu lalu itu, saya skln minta ke Direksi KAI agar Pak Kadiv yang asli Bandung 
ini jangan terlalu cepat ditarik dari Sumbar. Setidaknya sampai ada suatu hasil 
kerja besar yg tuntas dilakukan dulu lah. Misalnya sampai peresmian KA Wisata, 
kok ka lai juo... Tapi keinginan kita agar KA Wisata ke Pdg Panjang bisa mulai 
operasi Juni 2008 ini, kelihatannya masih agak "jauah panggang dari api"...
Baik, sekian dulu. Saya mewakili rekan2 MPKAS selalu menghimbau bantuan, apapun 
bentuknya atau bagaimanapun caranya, untuk "menyuarakan suok kida" agar aset 
raksasa Sumbar yang triliunan rupiah ini bisa hidup optimal dan menghasilkan. 
Jangan dilihat HANYA dari hasil uang cash penjualan karcisnya...! Mari kita 
lihat dari Multiplier Effectnya thd perekonomian Sumbar. Saya bbrp kali mampir 
ke stasiun Pdg Panjang, bbrp karyawan KAI disana selalu menatap saya dg muka 
penuh harap sampai ada yg selalu 'basah' matanya... Antahlah apo nan kadisabuik 
melihat hal tsb. Saya gak tahan betul berlama-lama disitu. Krn blm ada yg bisa 
diperbuat banyak... Msh sktr 600 lebih karyawan KAI di Sumbar hanya "menunggu" 
subsidi dari luar Sumbar... Sbgn besar sudah dipindahkan ke Jawa dan tempat 
lain. Mnrt Ketua HAMKA (Himpunan Anak Minang KA) yg ketemu Sabtu lalu di Bdg, 
sebagian besar karaywan KAI Sumbar dlm kondisi depresi berat...
Skl lagi mohon maaf, talabiah takurang dan tapanjang caritonyo. Semoga 
berkenan. Terima kasih.
Wassalam,
Nofrins
www.mpkas.west-sumatra.com
----- Original Message ----
From: Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, April 10, 2008 8:12:53 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Dari Perjalanan Paket Wisata Religius, Nikmati 
Keindahan Sambil Dengar Dakwah


Lai baoperasi juo Kereta Api Wisata Padang - Pariaman rupono.
NRM
...................    
 
 © 2008 PADANG EKSPRES 
Dari Perjalanan Paket Wisata Religius, Nikmati Keindahan Sambil Dengar Dakwah  
Kamis, 10 April 2008  
Kini kereta api wisata tidak hanya bisa dimanfaatkan sarana transportasi 
semata. Tapi, juga bisa dimanfaatkan untuk berdakwah sambil berwisata, sembari 
menikmati keindahan pantai Pariaman nan asri. Kemarin, sebanyak 180 wisatawan 
yang dipimpin langsung Kepala Devisi Regional II PT Kereta Api (Persero) Sumbar 
Tisna Jaya, mengikuti paket perdana wisata religius tersebut. Paket wisata 
religius tersebut dikemas dalam tiga kegiatan. Yakni, dialog interaktif dan 
klinik agama yang dipandu ustad Boy Lestari Dt Palindih, kegiatan ini 
dilaksanakan di atas kereta api selama dalam perjalanan dari Padang ke Pariaman 
dan sebaliknya.
Kemudian untuk mengisi waktu selama di Pariaman, dimanfaatkan dengan ceramah 
agama yang disampaikan ustad Buchari, di Masjid Nurul Bahari yang terletak 
tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Pariaman Paket wisata religius ini, jelas 
Kepala Humas PT Kereta Api Devisi Regional II Sumbar Busrizal kepada Padang 
Ekspres di sela-sela ceramah agama di Masjid Nurul Bahari Pariaman, 
dilaksanakan untuk mempromosikan keberadaan kereta api wisata ke tengah-tengah 
masyarakat sebagai satu-satunya alat tranportasi kebanggaan masyarakat Sumbar. 
”Kereta api wisata Sibinuang ini tidak hanya dapat dimanfaatkan pergi 
berliburan semata, namun bisa dimanfaatkan juga untuk kegiatan-kegiatan lainnya 
seperti pesta ulang tahun, perkawinan dan wisata religius seperti yang kita 
laksanakan seperti saat ini, berupa paket wisata religius. Bagi yang berminat 
kami siap memfasilitasi,” ujar Busrizal. Menurut Busrizal, paket perdana wisata 
religius yang dicetuskan Kepala Devisi Regional II PT Kereta Api (Persero) 
Sumbar Tisna Jaya ini diikuti 180 orang peserta yang berasal dari Persatuan 
Pensiunan Kereta Api Sumbar, bertujuan untuk lebih mempromosikan keberadaan 
kereta api ke tengah-tengah masyarakat Sumbar.  ”Kita sangat berharap dengan 
paket seperti ini akan mengugah peserta lainnya untuk memanfaatkan jasa kereta 
api di Sumbar yang telah mulai dioperasionalkan sejak tanggal 15 Februari 2007 
lalu,” tambah Busrizal.
Sementara Wali Kota Pariaman Mahyuddin yang menyambut rombongan mengungkapkan, 
untuk menjadikan Pariaman sebagai kota tujuan wisata, pemerintah berusaha 
memperbaiki berbagai sarana dan prasarana wisata khususnya wisata pantai yang 
dimiliki Pariaman. “Alhamdulillah berkat dukungan dari berbagai elemen 
masyarakat, secara bertahap sejumlah objek wisata pantai yang dimiliki Pariaman 
sudah mulai dilakukan pembenahan. Dengan harapan Pariaman akan dapat dijadikan 
kota tujuan wisata andalan di Sumbar,” kata Wako. Kepada rombongan wisata 
religius, Mahyuddin mengucapkan selamat datang di Kota Pariaman, semoga dengan 
fasilitas yang dimiliki Pantai Pariaman, dapat membuat seluruh anggota 
rombongan betah di Kota Pariaman. (***) 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke