Salut & acungan jempol ambo ka kanda Nofrins. Walau baa sibuknyo, tanggung jawab sebagai Sekjen MPKAS lai tatap juo. Tantu awak indak lupo jo jaso Alm. Pak Chaidir NL nan ikut marintis MPKAS jo sanak & bapak nan lain. Baapun aset KAI nan ado di Sumbar jan sampai jadi basi tuo Usaho utk pengembangan jangko panjang yg akan datang dari sado pihak perlu di support. Urang lain mambangun baru, awak mampartahankan nan ado apo ndak mungkin?! Juo jo sanak2 awak nan masih di PT. KAI Eks. Sumbar, ado jalan kalua nan elok handaknyo. Bravo MPKAS Salam Nofiardi RM 41 Pkl Krnc - Riau
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Yulnofrins Napilus Sent: Thursday, April 10, 2008 2:08 PM To: [email protected] Cc: MPKAS; MAPPAS Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Dari Perjalanan Paket Wisata Religius, Nikmati Keindahan Sambil Dengar Dakwah Adi dunsanak kasadonyo, KA Wisata Pdg-Pariaman tetap beroperasi. Tetapi yg jauh lebih potensil yg memiliki multiplier effect lebih besar dan masih kita perjuangkan bersama, sebetulnya adalah tujuan Padang Panjang melalui Lembah Anai sampai Sawahlunto yg lg "bergolak" sbg destinasi pariwisata berikutnya di Sumbar. Apalagi melalui pemandangan 19 Km persis dipinggiran Danau Singkarak yg tak ada bandingannya...! Mestinya tahun lalu sampai Padang Panjang sudah bisa beroperasi dan Pak JK sudah siap utk meresmikan tgl 8 April 2007. Silahkan baca liputan Ephi Lintau ini ttg rapat koordinasi utk mendukung KA Wisata tsb: http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard <http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=269&catid=42> &Itemid=78&func=view&id=269&catid=42 Ini liputan rapat koordinasi ttg rencana peresmian KA Wisata 8 April 2007 lalu: http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard <http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=265&catid=42> &Itemid=78&func=view&id=265&catid=42 Tetapi untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, Gempa Besar 6 Maret dan 12 September tahun lalu melanda Sumbar. Sehingga dana yang sudah disepakati oleh semua Pemkab/Pemko yg dilalui rel KA, tentunya diutamakan dulu utk membantu korban bencana di Sumbar. Semoga tahun ini, Pemda Sumbar bisa mempercepat koordinasi ini agar segera terrealisir rencana tsb. Para Operator Prwsta di Sumbar juga sudah sangat menantikan hal ini. Krn mereka semua tahu persis "nilai jual" paket mereka jika KA Wisata ke Pdg Panjang sampai Swhlunto ini bisa beroperasi...! Sabtu minggu lalu ketika saya menghadiri pengajian 40 hari meninggalnya Alm. Pak Chaidir di Bandung, kebetulan ketemu pejabat tinggi Direktorat Perkeretaapian Dephub. Saya dapat konfirmasi yg cukup menggembirakan. Bahwa usaha kita bersama Pemda Sumbar (Maret 2007 kita MPKAS dg Gubernur menghadap Dirjen Keretapi di Jkt) membuahkan hasil 5 unit Gerbong baru produksi PT INKA utk KA Wisata dg total nilai Rp.15 milyar akan dikirim ke Sumbar sktr bulan Juli 2008 ini. Kita terima di Sumbar tanpa ongkos kirim. Saya dan Firdaus HB sempat ketemu juga dg 3 Direksi KAI (DirTek, DirOp dan Dir Niaga). Katanya Rusia akan mengeksploatasi Batubara Sawahlunto mulai tahun depan. Krn mslh volume dan bbrp pertimbangan lain, batubara tsb akan dibawa ke Teluk Bayur melalui Padang Panjang. Artinya, akan ada perbaikan utk sarana rel & jembatan KA Sawahlunto sampai Padang. Sama2 kita doakanlah agar tidak mundur jadwalnya. Satu isu dari Direksi KAI yg cukup menarik dan masih perlu diklarifikasi lebih jauh adalah ttg Loko Uap ex-Sumbar yg di Ambarawa. Mnrt kawan2 pecinta KA ( www.irps.or.id) yang pernah ke Sumbar, sebaiknya Loko tsb dikembalikan ke habitatnya di Sumbar. Krn power Loko tsb terlalu besar utk daerah Ambarawa dan giginya gak cocok disana. Kata salah satu Direksi, masalahnya adalah ongkos kirimnya sktr Rp.300jt. Padahal Wako Sawahlunto dulu pernah mengalokasikan dana lebih besar dari angka ini, tetapi belum dikasih izin sama pusat utk melepas Loko tsb dari Ambarawa... hal lain, yang paling intensif dilakukan Pemda Sumbar saat ini adalah rencana Shortcut KA Solok-Indarung yg akan melalui terowongan sepanjang 6-7 Km. Ada calon investor dari Hong Kong yg tertarik. Seperti apa skemanya, belum ada kejelasan. Ini akan sangat bermanfaat utk menghidupkan angkutan batubara dari Sawahlunto/Sijunjung/Dharmasraya dsktrnya ke Teluk Bayur. Minggu lalu, Dirjen Keretapi dan Dir Niaga KAI diundang Gubernur meninjau ke Sumbar. Jika shortcut ini terealisir (paling cepat 3 tahun), akan membantu mengurangi "kepusingan" Semen Padang mengelola truk sktr 1200 unit yg keluar masuk setiap hari...! Belum lagi truk2 kelas berat tsb memacetkan dan merusak jalan raya...! Percepatan rencana shortcut ini, tidak lepas akibat adanya acara SSM Oktober 2007 lalu di Pdg yang menggiring Pak JK utk melihat kondisi rel KA dan potensi Pelabuhan di Teluk Bayur. Pak JK langsung mengeluarkan perintah di tempat ke Menteri Perhubungan. Acara Wisata Religius dg KA ini merupakan ide murni dari pak Kadiv KAI Sumbar yg sangat low profile. Termasuk terobosan beliau memodifikasi Jeep Taft Daihatsu utk inspeksi rel KA. Yang oleh Ketum MAPPAS diproklamirkan sbg "Mobil Salah Jalur". Bisa dilihat dilink ini: http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard <http://www.west-sumatra.com/index.php?option=com_fireboard&Itemid=78&func=view&id=970&catid=42> &Itemid=78&func=view&id=970&catid=42 Sabtu lalu itu, saya skln minta ke Direksi KAI agar Pak Kadiv yang asli Bandung ini jangan terlalu cepat ditarik dari Sumbar. Setidaknya sampai ada suatu hasil kerja besar yg tuntas dilakukan dulu lah. Misalnya sampai peresmian KA Wisata, kok ka lai juo... Tapi keinginan kita agar KA Wisata ke Pdg Panjang bisa mulai operasi Juni 2008 ini, kelihatannya masih agak "jauah panggang dari api"... Baik, sekian dulu. Saya mewakili rekan2 MPKAS selalu menghimbau bantuan, apapun bentuknya atau bagaimanapun caranya, untuk "menyuarakan suok kida" agar aset raksasa Sumbar yang triliunan rupiah ini bisa hidup optimal dan menghasilkan. Jangan dilihat HANYA dari hasil uang cash penjualan karcisnya...! Mari kita lihat dari Multiplier Effectnya thd perekonomian Sumbar. Saya bbrp kali mampir ke stasiun Pdg Panjang, bbrp karyawan KAI disana selalu menatap saya dg muka penuh harap sampai ada yg selalu 'basah' matanya... Antahlah apo nan kadisabuik melihat hal tsb. Saya gak tahan betul berlama-lama disitu. Krn blm ada yg bisa diperbuat banyak... Msh sktr 600 lebih karyawan KAI di Sumbar hanya "menunggu" subsidi dari luar Sumbar... Sbgn besar sudah dipindahkan ke Jawa dan tempat lain. Mnrt Ketua HAMKA (Himpunan Anak Minang KA) yg ketemu Sabtu lalu di Bdg, sebagian besar karaywan KAI Sumbar dlm kondisi depresi berat... Skl lagi mohon maaf, talabiah takurang dan tapanjang caritonyo. Semoga berkenan. Terima kasih. Wassalam, Nofrins www.mpkas.west-sumatra.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
