Basri mendengar percakapan kedua anak itu merasa lega sekali akhirnya Saiful mau ikut dirinya, dia berterima kasih kepada Aswin karena telah memungkinkan hal itu. Bumi juga senang anaknya bisa membantu teman-temannya untuk menjalankan amanat dari sesepuh. Sedangkan anak-anak lain tersenyum senang dan bahagia juga merasakan kegembiraan Aswin, mereka bertekat akan belajar sebaik-baiknya agar bisa mengalahkan teman mereka yang nakal ini. Selama ini mereka selalu kalah jika bertanding apapun dengan Aswin baik itu adu lari, adu kecepatan tangan, adu memanjat, bahkan Aswin bisa memecahkan batu bata dengan tangannya. Dan mereka ingin bisa melakukan hal itu, dan entah kenapa Aswin selalu bisa membangkitkan perasaan persaingan di dalam diri mereka tapi anehnya mereka tidak iri akan kemampuan Aswin karena teman mereka ini tidak pernah menyombongkan kemampuannya bahkan membantu mereka untuk bisa seperti dia.
“Paman Basri, aku titip temanku uda Saiful, tolong paman menjaga dia dengan baik yah, karena aku tidak mau lihat dia bersedih lagi dan aku ingin saat dia kembali nanti dia akan bisa lebih sering tersenyum seperti paman,”kata Aswin dengan jahil tapi Basri juga melihat di balik kejahilannya Aswin menatap penuh harapan padanya agar bisa membantu teman yang dia sayangi itu. “Aswin, jangan kuatir paman dan bibi pasti akan menjaga uda Saifulmu dengan sebaik-baiknya, tidak akan mengecewakan harapan kamu,” sahut Basri dengan tersenyum. “Terima kasih paman,”kata bocah nakal itu. “Nak, paman akan membawamu pergi dalam 2 hari ini persiapkanlah semua keperluanmu, nanti paman akan jemput kamu di rumahmu pagi-pagi sekali agar kita bisa naik kereta dengan santai,”kata Basri kepada Saiful. Saiful menganggukkan kepalanya, dia tidak berani memandang orang tuanya karena takut melihat tatapan marah dari kedua orangtuanya, dia merasa di rumah nanti pasti kedua orangtuanya akan memukul dia karena telah lancing ambil keputusan seperti itu, tapi dia sudah tidak perduli lagi karena dia nekat ingin memehuhi janjinya kepada Aswin, tidak ada yang bisa mencegah dia untuk membuat Aswin bahagia seperti tadi. Hari menjelang sore ketika mereka meninggalkan rumah wali nagari, sudah ada kesepakatan diantara mereka mengenai pembicaraan tadi. Masnan dan Burhan serta Basri dan Saiful dalam waktu 2 hari ke depan akan berangkat meninggalkan nagari Batang kapeh menuju rumah masing-masing. Sedangkan Kahar berhubung dia tidak punya tempat yang dituju maka untuk sementara dia akan menetap di rumah wali Bumi sampai saat dia akan pergi ke Gunung Merapi sesuai dengan saran Datuak Inyiak Balang dalam rangka memperdalam ilmunya. Tidak banyak terjadi dalam 2 hari ke depan, hanya yang ada sebuah perestiwa kecil yang membuat hubungan Kahar dengan Siti membaik. Ini bermula dari kenakalan Aswin, anak nakal ini suka sekali mandi di lubuk (danau kecil)yang ada dalam hutan, air di lubuk ini sangat jernih berasal dari air terjun yang mengalir dari atas bukit. Suatu siang karena panas sekali anak nakal ini ingin sekali mandi di sana tapi dia tidak ingin mandi sendiri, dia tidak bisa mengajak gurunya yang sedang asyik bersemedi, dia juga tidak bisa mengajak bundanya yang sedang pergi keluar memetik daun obat, apalagi mengajak sang ayah yang sejak pagi tadi sudah pergi dengan teman-temannya entah ke mana. Yang tinggal di rumah hanyalah Kahar yang memang dari tadi pagi sedikit merasa kurang enak badan sehingga memilih untuk tinggal di rumah beristirahat. Melihat hal ini, Aswin mengajak Kahar untuk pergi ke lubuk tersebut, dengan bujuk rayu yang tidak tertahankan akhirnya Kahar mengabulkan permintaan Aswin. Pergilah mereka ke lubuk tersebut, dan sesampai di sana ketika Kahar melihat air jernih dari lubuk itu langsung terbit keinginan di hatinya untuk berenang bersama Aswin. Kedua laki-laki satu besar dan satu kecil asyik sekali bermain air dan berenang-renang di lubuk itu, terdengar gelak tawa dan jeritan senang dari kedua orang itu. Mereka tidak sadar ada sepasang mata yang indah sekali menatap mereka dengan tersenyum maklum atas kelakuan kedua orang ini. Sepasang mata milik Siti ini menatap dari gua di balik air terjun, dari tadi sebenarnya Siti sudah menyadari kehadiran mereka, dia memang punya kebiasaan setelah sibuk seharian mencari daun obat, dia suka sekali berenang di lubuk ini dan beristirahat dalam gua di belakang air terjun. Dia sedang mengeringkan tubuh dan rambutnya ketika kedua orang ini datang dan menyeburkan diri mereka. TIba-tiba Kahar merasa bulu kuduknya berdiri dan sesaat dia tertegun merasa kehadiran seseorang di sekitar mereka, yang anehnya dia merasakan kehadiran Siti bukan orang lain. Segera dia mengedarkan matanya di sekeliling lubuk untuk melihat apakah benar ada orang di sekitar mereka. Dia tidak melihat ada orang, dia berdiri mematung memandang ke arah hutan, Aswin yang melihat keadaan Kahar jadi bingung dan bertanya. Kahar mengatakan bahwa dia merasa kehadiran seseorang di dekat mereka. Aswin langsung mengerti apa yang dimaksudkan Kahar, karena dia sudah tahu bahwa bundanya suka beristirahat di gua, pasti yang dimaksudkan oleh pamannya itu adalah bundanya. Segera dia menarik tangan sang paman untuk berenang mendekati air terjun yang berada cukup jauh dari tempat mereka berenang sekitar 8 tombak. Kahar yang tidak mengerti maksud Aswin menurut saja ditarik, dia berpikir anak itu mengajak dia bermain dengan air terjun walau dia tetap merasakan getaran kehadiran Siti di dekat mereka. Sebenarnya dia penasaran sekali, tapi dia berusaha menepis perasaannya karena dia kuatir dia hanya terlalu banyak berkhayal mengenai Siti sehingga di saat-saat seperti inipun dia merasa kehadiran Siti. Siti yang sibuk mengeringkan rambutnya tidak menyangka bahwa kedua orang yang tadinya diintai olehnya sedang berenang menuju ke arahnya. Siti dalam kondisi memakai baju dalamnya yang tipis karena baju luarnya masih lembab dikarenakan baju tersebut habis dicuci akibat kena Lumpur saat dia mendaki bukit untuk mengambil daun obat, tidak menyadari mereka sudah ada di balik air terjun dan sedang naik untuk masuk ke dalam gua. Kahar tidak menyangka di belakang air terjun ada sebuah gua, menjadi ingin masuk ke gua untuk melihat ke dalamnya. Ternyata gua ini cukup terang karena di langit-langit gua ada sebuah lubang yang cukup besar sehingga bisa dimasuki cahaya dari luar membuat gua itu terlihat jelas dalamnya. Saat itulah Kahar dan Aswin melihat sebentuk badan perempuan yang tinggi langsing dan berkulit sawo matang yang mulus sekali dalam balutan kain tipis berwarna putih, jantung Kahar seakan berhenti berdetak karena secara naluri dia tahu siapa gerangan wanita tersebut. Hal ini dipertegas dengan teriakan Aswin memanggil Siti dan saking kagetnya Siti langsung memutar badannya ke belakang tanpa mengingat bahwa dia tidak menggunakan baju sepantasnya. Terpampanglah di depan mata Kahar sebentuk tubuh wanita yang elok dan indah dipandang mata, dengan kedua bukit dada yang terlihat ranum seperti mangkuk, perut yang datar dan di tengahnya seperti ada jalur yang seksi sekali, serta kedua tungkai yang seperti bulir padi sangat menggiurkan mata laki-laki yang melihatnya. Bersambung…………… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.11/1368 - Release Date: 09/04/2008 16:20 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
