Memang banyak benarnya, mungkin sudah pembawaan demikian. tetapi yang lahir dan 
besar di rantau tidak pencemooh, entah kenapa.

anggun gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Orang Minangkabau = Suku Bangsa 
Pencemooh?  Memuji-muji seseorang merupakan sesuatu yang "tabu" dalam kehidupan 
social masyarakat Minangkabau. Boleh jadi karena mereka tidak suka pada 
pengkultusan. Atau "merasa rendah" dan "tidak berarti" bila ada orang lain yang 
lebih berjasa daripadanya. Sikap "sama rendah dan sama tinggi" yang pada satu 
sisi dapat menumbuhkan kehidupan yang demokratis itu, tapi pada sisi lain dapat 
menjadikan mereka tidak suka ada seseorang yang terlalu "tinggi" tempatnya, 
yang selalu disanjung-sanjung. Mereka lebih suka melihat seseorang sebagaimana 
diri mereka sendiri yang tidak terlalu istimewa dan tidak perlu diistimewakan.
  Di samping itu, masyarakat Minang yang dianggap sangat kritis itu pun telah 
memberikan dampak yang lain pula. Mereka menjadi orang yang suka "mengomentari" 
sesuatu sampai ke ujung-ujungnya dengan berbagai aspek. Bahkan sering mereka 
menjadi "pencemooh" terhadap sesuatu keadaan yang tidak disukai. Tidak jarang 
pula mereka menjadi skeptic dan bahkan tidak mempedulikan orang lain sama 
sekali.
  Kapan orang Minang mau menghargai jasa orang lain?
  Tidak semua orang saat ini suka dicemooh. Pengertian cemooh saat ini sudah 
jauh berubah. Bila dulu cemooh berarti "pertanda kuatnya perhatian" dan 
"pertanda kritisnya masyarakat" telah berubah menjadi "serangan" dan "tidak 
menyukai". Bila ada orang mencemooh sesuatu, maka orang itu dianggap menyerang 
dan tidak menyukai sesuatu. Orang yang suka "mencikaraui" (mencampuri) urusan 
orang lain.
  Akibat perubahan pengertian kata demikian, orang Minang menjadi "takut" untuk 
dikatakan "pencemooh". Karenanya pula, orang Minang menjadi "tidak kritis" 
lagi. Cemooh sebagai muara dari daya kritis masyarakat, hilang bersamaan dengan 
ketakutan yang tak beralasan itu.
  Apakah sekarang masyarakat Minang tidak pencemooh lagi, tidak lagi kritis, 
atau benar-benar mereka telah kehilangan "nyali"???.
  (Wisran Hadi dalam Abrar Yusra, Otobiografi A. A. Navis: Satiris dan Suara 
Kritis dari Daerah. Penerbit Gramedia; Jakarta.1994)
  http://grelovejogja.wordpress.com

    
---------------------------------
  Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers 



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke