aaa) Apakah dan bagaimana mendapatkan draft RPJPD tersebut? bbb) Apakah tidak selayaknya ada "Summary" dan data-datanya dapat ditampilkan? Untuk dapat memudahkan dalam pemberian masukan sesuai denan formatnya. ccc) Apakah draft tersebut sebagai suatu usulan Pemda Sumbar (Bapeda)? Terima kasih, Aspermato, MA
Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selasa, 15 April 2008 Visi RPJPD Tak Realistis "Musliar Kasim: Indikator Tidak Jelas" Padang, Padek-- Visi Sumbar menjadi provinsi terkemuka berbasis sumber daya manusia (SDM) di tahun 2025 yang tertuang dalam draf Rencana Permbangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) masih diragukan. Dukungan pemerintah dalam peningkatan mutu sekolah dan perguruan tinggi (PT) belum maksimal. Mereka justru berkembang secara alamiah dan alhasil lembaga pendidikan belum ada yang bisa ditonjolkan. Demikian disampaikan Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang Prof Dr Musliar Kasim MS dalam diskusi panel yang digelar Pansus Ranperda RPJPD di ruang khusus DPRD Sumbar, Senin (14/4). Dikatakannya, Unand yang selama ini dielu-elukan Sumbar tidak ada apa-apanya dan terbentur dengan persoalan anggaran untuk perbaikan fasilitas dan mutu. Padahal alumni PT yang tersebar di Sumbar-lah yang akan menjadi pejabat dan membangun daerah ini dimasa datang. "Anak-anak kita yang sekolah di Perguruan Tinggi (PT) terkemuka baik dalam negeri seperti Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) apalagi luar negeri, tidak akan mau pulang kampung, kecuali dipaksa orangtua. Jadi yang membangun Sumbar ini tentu mereka-mereka yang kuliah di daerah ini. Artinya, mutunya perlu ditingkatkan," ungkapnya. Ia juga mengungkapkan, minimnya perhatian pemerintah untuk meng up grade PT terutama dari lembaga legislatif. Buktinya, proposal yang diajukan Unand untuk mendapatkan bantuan sebesar Rp20 miliar tahun 2007 lalu dan sudah disetujui Pemprov macet di DPRD. Bantuan yang mengalir ke kampus hanya Rp1 miliar, padahal banyak yang harus dibenahi. Lebih-lebih Unand berencana membuka jurusan baru, yakni Kedokteran Gigi. Nah, bagaimana dengan dana APBN, kan PT urusan pusat? Pak Mus (panggilan akrab Musliar Kasim, red) mengakui hal itu dan pihaknya sudah all out mencari sumber-sumber dana dari luar, tapi tetap membutuhkan dukungan APBD. Apalagi alokasi dana dari APBN hanya Rp10 miliar pertahun. Angka ini tidak apa-apanya untuk pembangunan dan peningkatan mutu. "Pemerintah tidak mesti menyediakan dana untuk masing-masing PT dengan angka tertentu. Tetapi ada alokasi anggaran untuk peningkatan mutu seperti beasiswa untuk dosen yang kuliah di luar negeri. Sebab, mereka semua tidak akan tertampung dengan beasiswa Dikti," ungkap Musliar dalam acara yang dihadiri kepala Bappeda se-Sumbar, kepala daerah, DPRD kabupaten/kota, dan undangan lainnya. Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumbar Guspardi Gaus menegaskan, terobosan Unand mengajukan anggaran ke APBD sudah direspons. Bahkan Komisi IV sudah membuat rekomendari ke panitia anggaran, tetapi karena berbagai persoalan akhirnya macet. Namun ia meminta pihak Unand memasukkan proposal lagi karena sangat memungkinkan untuk dibahas dalam APBD-P. "Unand itu sudah menjadi brand image dan sekaligus aset Sumbar termasuk PT lain baik negeri maupun swasta. Apalagi kemajuan PT akan turut merangsang pertumbuhan ekonomi karena penduduk dari daerah lain akan berdatangan. Jadi kita sangat mendukung dan Unand bisa mengajukan ulang proposal tersebut," ungkapnya. Di lain pihak, Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain menilai perlu ada perubahan orientasi dalam dunia pendidikan. Pengangguran yang selama ini didomininasi lulusan SMA harusnya menyadarkan pemerintah membuat pendidikan yang berorientasi pasar. Menurutnya, pengembangan pendidikan sekolah lanjutan tingkat atas proporsinya 60 persen SMK dan 40 persen SMA. "Juga perlu perbanyakan Politeknik di PT dan penyabarannya ke daerah-daerah. Ini akan memperluas kesempatan masyarakat mengenyam pendidikan. Apalagi sekolah di Padang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak semua masyarakat mempunyai dana yang cukup," pungkasinya. Sulit Diterjemahkan Selain persoalan visi Musliar Kasim juga mengkritisi prediksi pembangunan ekonomi dan sektor lain yang belum memiliki indikatornya yang jelas. Padahal dalam RPJP sudah ditetapkan adanya peningkatan pendapatan per kapita empat kali lipat 20 tahun ke depan. Harusnya diikuti dengan indikator perubahan struktur ekonomi sehingga proyeksi ini menjadi realistis. "Malahan dalam penggunaan indikator pun tidak konsisten seperti tingkat pengangguran harusnya menjadi indikator makro ekonomi tetapi dimasukkan dalam indikator pembangunan sosial dan sumber daya manusia. Hal ini tentu akan menyulitkan kita menjabarkannya dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD)," pungkasnya. Awas Salah Ketok Sementara Ketua VI Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Yuzirwan Rasyid mengungkapkan nagari sebagai basis pembangunan perlu direvitalisasi. Mereka yang akan duduk di perangkat pemerintahan harus bisa memahami adat secara utuh selain pemahaman tentang pemerintahan secara umum. Bahkan kalau perlu ditetapkan peraturan nagari (Perna) semacam skoring pemahaman adat bagi calon wali nagari. Ia juga menawarkan 15 tampilan pembangunan menurut adat Minangkabau dan menegaskan pentingnya menjadikan adat sebagai sumber hukum dan tidak melulu manut dengan Peraturan Pemerintah (PP). Namun tetap harus mengikuti perkembangan dunia modern seperti teknologi informasi (TI), konsep pluralisme dan ketergantungan atau dependence. Tampilan 15 item ini bisa dikuantifikasi untuk menentukan performance yang dibutuhkan. "Nah untuk menterjemahkan adat itu tentu harus pakai ilmu. Jadi penghulu dan perangkat adat lainnya harus memiliki intelektual tinggi malah kalau bisa berasal dari kalangan profesor, doktor dan menguasai IT. Apalagi nilai tidak akan berubah tetapi penerapannya bisa menyesuaikan dengan keadaan. Jadi harus hati-hati jangan sampai salah ketok karena akan salah untuk 20 tahun ke depan," ungkapnya. (Gebril daulai) © 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar between 0000-00-00 and 9999-99-99 --------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
