Syaiful yang sudah dibawa ke dalam langsung ditangani oleh Siti, Aswin yang
baru habis mandi langsung ke ruang pengobatan bundanya untuk melihat ada
kejadian ribut apa di sana . Alangkah kagetnya dia melihat temannya babak
belur seperti itu, kemarahannya timbul dengan hebatnya, terlihat matanya
berubah menjadi berkilat-kilat kehijauan memancarkan cahaya mematikan.
Tiba-tiba dia menggerakan tubuhnya, melesat dengan cepat sekali ke luar
rumah, Basri dan Bumi tidak memperhatikan hal itu karena mereka sedang cemas
dan prihatin akan keadaan Syaiful, tapi Kahar melihatnya dan dia terkejut
sekali dengan kecepatan Aswin yang berlari keluar itu, anak berusia 5 tahun
seperti Aswin mempunyai kemampuan untuk bergerak secepat itu tidak pernah
dia temui sebelumnya.

 

Karena kuatir Aswin akan menimbulkan masalah, buru-buru Kahar menyusulnya,
dia harus mengerahkan tenaga ilmu peringan tubuhnya  4 bagian untuk dapat
menyusul larinya Aswin yang telah mendahuluinya. Dari jauh dia melihat Aswin
seperti anak peluru yang berlari cepat sekali kea rah selatan dari rumahnya.
Melihat hal ini Kahar semakin mempercepat larinya agar bisa menyusul anak
itu, ketika sudah dekat Kahar mengulurkan tangannya untuk menangkap tangan
Aswin tapi dia tidak menyangka ternyata Aswin mengelak dengan tangkas
sekali.

 

Semakin cepat anak itu berlari dan semakin cepat pula Kahar mengejarnya
sebenarnya ingin sekali dia mengukur kemampuan Aswin sebenarnya sayang
sekali saat ini tidak memungkinkan karena tadi dia sudah melihat mata Aswin
berkilat-kilat kehijauan dengan sinar mata yang mencorong mematikan, dia
takut anak itu berbuat yang tidak baik pada orang tua Syaiful karena saking
marahnya. Segera dia mengeluarkan ilmunya untuk menangkap Aswin, untunglah
Aswin ini masih kecil dan belum matang ilmu kalau sudah belum tentu dia
dapat menangkap dengan begitu mudahnya.

 

Buru-buru dia menenangkan anak kecil yang sedang marah ini, dengan susah
payah akhirnya dia berhasil meyakinkan anak itu untuk tidak melakukan
hal-hal yang bisa menimbulkan penyesalan nanti. Dia membujuk anak itu untuk
pulang melihat keadaan temannya yang akan segera berangkat dengan Basri.
Dengan menggandeng tangan Aswin, Kahar mengembangkan ilmu peringan tubuhnya
agar cepat bisa sampai di rumah Bumi. Benar yang dikatakan Kahar terlihat
Syaiful sudah sadarkan diri dan sedang dipersiapkan untuk bisa menempuh
perjalanan panjang ikut dengan Basri.

 

Dengan berurai air mata Aswin memeluk Syaiful karena dia sedih sekali
melihat keadaan temannya itu, Syaiful yang melihat anak bandel ini menangis
karenanya menjadi terharu dan akhirnya ikut-ikutan menangis.  Orang dewasa
di sekeliling mereka juga berkaca-kaca matanya melihat kejadian ini. Siti
membekali Basri dengan segala macam obat yang diperlukan oleh Syaiful, Basri
sudah tidak bisa ditahan menunggu kesembuhan Syaiful baru berangkat. Dia
beralasan akan bisa membunuh kedua orang tua Syaiful bila dia masih lama
lagi di sini, jadi lebih baik sekarang perginya, dia akan memastikan Syaiful
akan aman selama di perjalanan.

 

Akhirnya Bumi meluluskan permintaan Basri untuk segera membawa Syaiful pergi
bersamanya. Setelah semua persiapan selesai, mereka semua berjalan
mengantarkan kepergian Basri dan Syaiful.

 

Dengan berlari-lari Aswin mengiringi kereta yang membawa teman tersayangnya
Syaiful ke tempat paman Basri, dia sempat membisikan kepada temannya itu
bahwa dia akan menunggu kepulangan temannya agar mereka bisa bermain
kembali, dan Syaiful berjanji akan menjaga dirinya dan belajar dengan giat
supaya bisa mengalahkan Aswin.

 

Aswin mengantar temannya sampai di pinggiran nagari dengan ditemani oleh
Kahar yang takut anak ini melakukan sesuatu yang akan disesalinya nanti.
Untunglah setelah habis mengantar temannya pergi, Datuak datang menjemput
muridnya itu. Kahar hanya merasakan angin lembut menerpa tangan kanannnya
saat dia melihat ke kanan, dia tidak melihat siapapun, dan dia menoleh ke
arah Aswin, anak itupun sudah tidak ada di tempat. Kemudian terdengar suara
yang dikenalnya sebagai suara Datuak, mengatakan  membawa Aswin pergi
berlatih.

 

Kahar geleng-geleng kepala akan kehebatan Datuak Inyiak Balang tersebut. Dan
dia juga bertanya dalam hati akan jadi apa Aswin besar nanti karena dia
sudah merasakan pembawa yang hebat sekali pada anak bandel itu. Teringat dia
akan tugas yang diembankan padanya, mudah-mudahan dia bisa mendidik Bastian
sehebat Aswin, karena dia juga bisa melihat muridnya itu juga mempunyai
suatu perbawa lain dibandingkan teman-temannya.

 

Kini dimulailah tugas mereka untuk mendidik calon-calon pejuang yang akan
membela kebenaran di masa depan itu.

 

Sementara itu di suatu tempat, di dekat daerah Sungai Puar terdapat sebuah
rumah yang besar sekali, pada halamanya sedang berkumpul  seratus orang yang
sedang giat berlatih ilmu silat. Di dalam rumah tersebut, di sebuah
balairung besar, terlihat berkumpul 13 orang yang diketuai oleh seorang pria
setengah baya yang berparas aneh, sebelah wajahnya mencerminkan
ketampanannya di masa muda, dan sebelahnya sangat menyeramkan sekali karena
kulitnya sudah hancur dan mengoyak mengerikan wajah tampan itu. Kedua mata
pria itu dingin mengerikan sekali sedang menatap semua yang hadir di ruangan
itu. Mereka sedang merencanakan sesuatu yang akan mengacaukan keadaan
kerajaan yang sedang aman dan tentram ini.

 

Siapakah mereka dan apa gerangan yang sedang mereka rencanakan ?

 

Bersambung……..

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.13/1376 - Release Date: 13/04/2008
13:45
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke