Masih seputar wisata Mentawai
NRM
......................
 
Tersinggung, Warga Mentawai Demo, "Joni: Kita Disebut Primitif"         
Rabu, 16 April 2008     

 Active Image <http://www.padangekspres.co.id/images/stories/hl_2_15.jpg> 
Padang, Padek-- Merasa tidak senang disebut primitif, puluhan masyarakat yang 
tergabung dalam Forum Mentawai Bersatu (FMB) melakukan aksi unjuk rasa, 
kemarin. Unjuk rasa yang dilakukan di tiga tempat ini, diawali dengan 
mendatangi Hotel Batang Arau Pelabuhan Muara Padang sekitar pukul 09.30 WIB. 
Lalu, dilanjutkan ke Kantor Gubernur Sumbar...


...sekitar pukul 11.00 WIB dan berakhir di Kantor Dinas Pariwisata Seni dan 
Budaya Sumbar. Koordinator unjuk rasa Joni Kusuma mengungkapkan, aksi unjuk 
rasa ini dipicu pernyataan Martin Daly, warga Australia dalam deklarasi 
Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB) di Pangeran Beach Hotel, Senin 
(7/4) lalu. Dikatakannya, saat deklarasi itu Martin Daly yang juga tergabung 
dalam AKSSB ini mengatakan "Masyarakat Mentawai masih primitif dan hati-hati 
terhadap orang Mentawai". "Daerah kami memang masih ada yang terisolir. Tapi 
kata-kata 'Hati-hati dengan orang Mentawai' itu, telah menginjak-injak harga 
diri kami. Selama 18 tahun dia beraktivitas di Mentawai, belum pernah sekalipun 
warga Mentawai mengganggunya. Orang Mentawai tidak pernah makan orang, kenapa 
mesti berhati-hati,"  kata Joni dalam orasinya. 

 Active Image <http://www.padangekspres.co.id/images/stories/hl_2_15.jpg> Dalam 
spanduk yang diusung pengunjuk rasa, tergambar beberapa tuntutan FMB. Mereka 
menuntut warga Australia tersebut minta maaf dan meminta pemerintah untuk 
mencabut izin kapal selancar yang tergabung di AKSSB. Dalam spanduk tersebut 
juga dinyatakan, Martin Daly segera di deportasi dan pulang ke kampungnya di 
Australia. Apalagi, kata Joni, pernyataan tersebut diucapkannya dalam forum 
yang dihadiri banyak orang. 

Joni mengungkapkan, Martin Daly adalah pemilik puluhan kapal selancar dan 
pesiar di Mentawai dan sudah berbisnis di Mentawai selama 18 tahun. Meski tidak 
duduk dalam kepengurusan AKSSB, Martin Daly adalah salah seorang anggotanya. 
Aksi diawali di depan Hotel Batang Arau Pelabuhan Muara Padang, karena menurut  
Joni, Hotel Batang Arau adalah sekretariat AKSSB dan tempat Martin Daly 
menginap. Meski aksi unjuk rasa tidak berlangsung anarkis, namun di tempat ini 
pengunjuk rasa sempat mendorong-dorong pagar halaman hotel. 

Minta Martin Menjelaskan 

Ketua AKSSB Ketut Wirdayasa saat menemui perwakilan pengunjuk rasa berjanji 
akan memanggil Martin Daly untuk menjelaskan masalah itu. Menurutnya, saat ini 
Martin Daly sedang berada di Australia. "Kalaupun Martin Daly mengatakan itu, 
tidak mungkin Martin Daly bermaksud melecehkan. Dengan pengetahuan bahasa 
Indonesia yang terpatah-patah, bisa jadi maksud Martin Daly bukan itu," 
katanya. 

Aksi yang dilanjutkan ke Kantor Gubernur berlangsung cukup damai, meskipun ada 
beberapa pengunjuk rasa berteriak-teriak meminta gubernur Sumbar segera 
menyelesaikan masalah ini. Di rumah Bagonjong (sebutan untuk Kantor Gubernur) 
ini warga Mentawai juga menyampaikan tuntutan yang sama. Pengunjuk rasa meminta 
agar dalam waktu dua minggu diberi keputusan soal masalah ini.  

Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Sumbar Zamri yang menemui pengunjuk rasa, 
berjanji akan membawa usulan itu kepada gubernur Sumbar. Karena saat ini 
gubernur Sumbar sedang melakukan kunjungan kerja ke Mesir, sedangkan wakil 
gubernur masih sakit dan perlu istirahat.


AKSSB Belum Berizin 

Sementara itu, saat aksi di Kantor Dinas Pariwisata Sumbar terungkap, legalitas 
AKSSB belum ada. Menurut Kasubdin Bina Usaha Pariwisata Rielmi Saleh, AKSSB 
yang dideklarasikan 7 April lalu belum mengantongi izin dari Pemprov Sumbar. 
Dinas Pariwisata Sumbar sebagai leading sector pengembangan pariwisata di 
Sumbar, hanya baru menerima salinan akta notaris pendirian wadah ini. 

"Kita belum pernah mengeluarkan izin aktivitas AKSSB. Mereka memang telah 
mengirimkan akta notaris pendirian, tetapi apa aktivitas mereka belum kita 
ketahui. Kita sedang mempelajari hal ini," sebutnya. Dalam waktu dekat Dinas 
Pariwisata Seni dan Budaya Sumbar akan mengirimkan surat kepada Pemkab 
Mentawai, apakah asosiasi ini sudah memperoleh izin dari pemerintah daerah. 
Selain itu, pihaknya juga akan menanyakan langsung ke Kesbanglinmas soal 
lembaga baru ini.  (afrianingsih Putri) 

© 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Nofiardi

 
Tinjau Ulang Perda Wisata Mentawai, "Ketut: Bisa Timbulkan Konflik" 
Selasa, 08 April 2008   

 Sample Image <http://www.padangekspres.co.id/images/stories/04-08_hl5.jpg> 
Padang, Padek-- Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSSB) meminta 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Mentawai untuk meninjau ulang Peraturan 
Daerah (Perda) No 16 Tahun 2002 tentang Kepariwisataan dan Retribusi Objek 
Wisata. Pasalnya, Perda yang diberlakukan 2008 ini tidak relevan mengingat 
kondisi dan jumlah kapal yang ada saat ini telah berubah. Revisi Perda ini 
berguna untuk menghindari praktik-praktik monopoli.

  -----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Nofiardi
Subject: [EMAIL PROTECTED] Budaya Hidup dan Alam Mentawai Disukai Warga 
Australia




KEPARIWISATAAN SUMBAR
Budaya Hidup dan Alam Mentawai
Disukai Warga Australia 



Rabu, 9 April 2008
Kepariwisataan Sumatera Barat (Sumbar) memang menarik. Selain pesona alam 
Bukittinggi dan Kota Padang yang selalu dikunjungi banyak wisatawan asing, 
daerah Mentawai juga tak boleh dianggap enteng. Buktinya, tanpa promosi 
besar-besaran, setiap pekan Mentawai dikunjungi banyak wisatawan asing dari 
berbagai negara. 


 

        
        



 


 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke