Silahkan Sumbar Terima Daly, Tapi Mentawai Tidak

15-04-2008

PADANG - Lima utusan Forum Mentawai Bersatu (FMB) ditemui oleh Juni Amri, 
Kepala Tata Usaha Dinas Pariwisata Sumbar, dan Reimi Saleh, salah seorang 
kepala bagian di Dinas Pariwisata Sumbar, ketika melakukan unjuk rasa di kantor 
tersebut. Mereka diterima di ruang pertemuan Dinas Pariwisata Sumbar


Aksi ini merupakan serangkaian unjuk rasa mengenai penghinaan terhadap 
Masyarakat Mentawai oleh Martin Daily, pengusaha asal Australia yang dimulai 
dari Hotel Batang Arau, Kantor Gubernur, dan yang terakhir Kantor Dinas 
Pariwisata Sumbar, Selasa (15/4). 

Tuntutan FMB masih sama, yakni pendeportasian dan penutupan aset milik Martin 
Daly yang berada di Sumbar khususnya di Mentawai.

"Selama ini kami tidak melarang siapa pun berusaha dan mengembangkan bisnisnya 
di Mentawai, tapi Daly ini sudah keterlaluan. Sudah 18 tahun ia memanfaatkan 
pariwisata Mentawai tanpa membayar restribusi sedikit pun, seenaknya sendiri 
bilang kami berbahaya dan primitif," kata Herman Boy, Ketua FMB

FMB juga meminta Martin Daly harus meminta maaf kepada masyarakat Mentawai 
melalui media cetak baik di daerah maupun nasional.

Untuk tuntutan FMB tersebut, Reimi Saleh menanggapi dengan bijaksana dan 
terbuka.

"Untuk pendeportasian, kita bicarakan dulu dengan pihak yang terkait yakni 
Imigrasi, karena kita memerlukan data-data tentang Martin Daly ini," kata Reimi 
kepada utusan pengunjuk rasa.

Dinas Pariwisata juga akan meminta kepada Pemda Mentawai untuk meninjau ulang 
Perda No. 16 tahun 2002, tentang Restribusi dan Kepariwisataan di Mentawai.

"Sebab perkembangan pariwisata di Mentawai lebih pesat daripada Perda yang 
dibuat oleh Pemda," ungkap Reimi. 

Selain itu, mengenai AKSSB, Reimi mengatakan, yang sampai di Dinas Pariwisata 
baru akte notarisnya saja. 

"AKSSB belum mengirimkan surat izin mengenai apa pun ke Dinas Pariwisata 
Sumbar, Yang sampai di Dinas baru akte notarisnya saja. Kita juga akan mengecek 
ke Kesbanglimas apa sudah didafkarkan atau belum," tukas Reimi.

Selain itu, Reimi juga menyinggung tentang Undang-undang nomor 5 tahun 1999 
tentang praktek monopoli dan persaingan tidak sehat.

Acara dialog ini dilaksanakan kurang lebih 30 menit. Sebelum bubar, FMB kembali 
menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima Martin Daly di Mentawai. Mereka 
mempersilahkan Martin Daly mencari tempat surfing selain di Mentawai.

"Sumbar bisa menerima Martin Daly, tapi Mentawai tidak," kata Jhony Kusuma. 
(jok)

© 2007 PADANGMEDIA.COM - TERBETIK TERBERITA  

.....................................


FMB Minta Deportasi Daly dan Tutup Asetnya



 

15-04-2008


 

PADANG - Setelah berunjuk rasa di Hotel Batang Harau, Selasa (15/4) pagi, para 
masyarakat Mentawai yang tergabung dalam FMB menuju ke Kantor Gubernur Sumatera 
Barat untuk meminta Gubernur Gamawan Fauzi mendeportasi Martin Daly dan 
menuntut aset-aset Martin Daly yang berada di Sumbar.


 

Selain pendeportasian dan penutupan aset Daly, pengunjuk rasa juga meminta 
pencabutan Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat (AKSS) yang dideklarasikan 7 
April 2008 kemarin di Hotel Pangeran Beach dimana Daly sempat melontarkan 
penghinaannya terhadap warga Mentawai.

Para pengunjuk rasa pun tidak terima dihina Martin Daly bahwa masyarakat 
Mentawai primitif dan berhati-hatilah dengan masyarakat Mentawai.

"Kami juga terima dihina seperti itu, kami masih punya adat. Selama ini Martin 
di Mentawai, kami tidak pernah mengganggu mereka, tapi apa yang dilakukannya 
kepada kami?" ungkap Jhony Kusuma, Koordinator Lapangan FMB.

Mereka pun telah melaporkan hal penghinaan ini ke Poltabes Padang dengan pasal 
310 KUHAP.

Selama kurang lebih setengah jam para pengunjuk rasa mengeluarkan tuntutan 
mereka, akhirnya mereka ditemui oleh Kepala Biro Pemerintahan Kantor Gubernur 
Sumbar, Zambri.

"Kami mohon maaf, pak Gubernur tidak bisa menemui karena sekarang sedang di 
Mesir menemui mahasiswa kita yang berada di sana. Selain itu, pak Wakil juga 
baru datang dari umroh, jadi perlu istirahat, " kata Zambri meminta maaf kepada 
para pengunjuk rasa.

Zambri berjanji akan menyampaikan tuntutan pengunjuk rasa kepada Gubernur 
sekembalinya gubernur pulang dari Mesir.

Pengunjuk rasa memberi waktu kepada pemerintah daerah selama dua minggu, 
bilamana dalam waktu dua minggu tidak ada penyelesaian maka mereka akan berbuat 
nekat dengan membakar aset-aset milik Martin Daly.

"Kami memberi waktu dua minggu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika dalam 
waktu dua minggu tidak ada penyelesaian, kami akan berbuat yang lebih nekat 
lagi," kata Herman Boy, Ketua FMB. (jok)

© 2007 PADANGMEDIA.COM - TERBETIK TERBERITA  


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Nofiardi
Sent: Wednesday, April 16, 2008 7:55 AM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Tersinggung, Warga Mentawai Demo, "Joni: Kita 
Disebut Primitif"



Masih seputar wisata Mentawai
NRM
......................
 
Tersinggung, Warga Mentawai Demo, "Joni: Kita Disebut Primitif"         
Rabu, 16 April 2008     

 Active Image <http://www.padangekspres.co.id/images/stories/hl_2_15.jpg> 
Padang, Padek-- Merasa tidak senang disebut primitif, puluhan masyarakat yang 
tergabung dalam Forum Mentawai Bersatu (FMB) melakukan aksi unjuk rasa, 
kemarin. Unjuk rasa yang dilakukan di tiga tempat ini, diawali dengan 
mendatangi Hotel Batang Arau Pelabuhan Muara Padang sekitar pukul 09.30 WIB. 
Lalu, dilanjutkan ke Kantor Gubernur Sumbar...


  

 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke