Reporter : Sugeng Sumaryadi

BANDUNG--MI: Sejarah Bangsa Indonesia mencatat seorang tokoh bernama
Mohammad Natsir, secara unik. Dia adalah perdana menteri, tokoh politik,
tokoh pergerakan, tokoh Islam, sekaligus tokoh pendidikan.

Hanya saja, oleh pemimpin di masa lalu, dia juga ditulis sebagai seorang
pemberontak, pendiri Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), yang
merongrong kewibawaan pemimpin negara kala itu. Akibatnya, Natsir pun harus
rela tinggal di bui, pada akhir era 1950-an.

Jika masih hidup, usia Natsir sudah mencapai 100 tahun pada 2008 ini.
Kenangan dan jasa Natsir di masa lalu inilah yang membuat peringatan satu
abad M Natsir digelar di Universitas Islam Bandung, Sabtu (23/2).

Tidak berlebihan, karena Natsir adalah salah satu pendiri pendidikan tinggi
Islam di Indonesia. Sebelum orang lain memikirkannya, dia sudah mendirikan
sekolah Pendidikan Islam (Pendis) di Bandung, karena kegalauannya terhadap
sistem pendidikan sekuler.

"Sekolah yang didirikan Natsir, memadukan pendidikan Agama Islam dengan
pendidikan umum. Dia risau, karena saat itu, banyak sekolah yang didirikan
Belanda, tidak mengajarkan pendidikan Agama Islam," tutur Laode Kamaluddin,
guru besar di Unisba.

Pendis yang didirikan Natsir di Bandung adalah cikal bakal lahirnya Unisba,
yang saat ini tercatat sebagai universitas swasta terpandang di Kota
Bandung. Dalam perjalanannya, Natsir juga yang merintis berdirikan Sekolah
Tinggi Islam (STI), di Jakarta, yang ketika dipindahkan ke Yogyakarta pada
1945 berubah menjadi

Universitas Islam Indonesia (UII).

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo pun memastikan tujuh perguruan
tinggi Islam besar di Indonesia kelahirannya dibidani oleh Natsir. Selain di
Bandung, dan Yogyakarta, beberapa perguruan tinggi lainnya juga tersebar di
Pulau Jawa dan Sumatra.

"Natsir juga mengilhami kita untuk membentuk sistem pendidikan nasional yang
membangun kecerdasan hati, alam pikiran, rasa dan fisik. Pendidikan
dilakukan dengan membangun dari yang halus, kecerdasan hati dengan moral dan
agama, sampai kondisi fisik yang prima dengan pendidikan olahraga,"
tuturnya.

Natsir, lanjutnya, adalah negarawan besar yang ikut menjadi peletak dasar
pendidikan dasar. Pikiran besarnya di masa lalu, ternyata tidak lekang oleh
perubahan dan kondisi zaman.

"Dia juga sangat luar biasa dalam menentukan posisi sebuah perguruan tinggi
yang dibangunnya. Ke tujuh institusi pendidikan tinggi yang dirintisnya,
semuanya berada di lokasi yang strategis hingga saat ini," tandas Menteri.

Natsir yang terlahir sebagai putra Minang, memulai kiprahnya di Bandung,
ketika dia harus meneruskan sekolahnya ke Algemeene Middelbare School (AMS).
Lulus AMS, dia melepas kesempatan mendapat beasiswa masuk ke fakultas hukum.

Natsir muda yang galau, memilih mendirikan Pendis. Selain mengajarkan agama
Islam berdampingan dengan pendidikan umum, Pendis juga membiasakan Shalat
Jumat di sekolah, yang saat itu tidak pernah dilakukan di sekolah lain.

Lulusan Pendis, ternyata juga mengembangkan sistem pendidikan serupa ke
daerah, di Bogor, Cirebon, juga Banjarmasin.

Terjun ke politik, dimulai Natsir dengan cara menulis, mengkritik pidato dan
kebijakan Presiden Soekarno. Dia juga masuk sebagai anggota Partai Syarikat
Islam (PSI) di Bandung.

Kariernya terus menanjak, sampai akhirnya Soekarno memintanya menjadi
seorang Perdana Menteri. Natsir yang memegang teguh prinsip, juga rela
berseberangan dengan Soekarno, hingga akhirnya harus terbuang di penjara.
(SG/EM/OL-03)


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.23.0/1379 - Release Date: 15/04/2008
18:10
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke