Nal, ketakuik an ambo adolah, dibuek hotel dg modal 150 M dan hotel itu berdiri megah, tapi pasarnyo meyakinkan ndak. Taruih hotel ko hotel apo, hatel konvesi, hotel yg akan dihuni urang labiah 3 hari, hotel transit dll. Sabanyo selain hotel seharusnyo ado sebuah magnet untuak urang datang ka padang, kalo ndak ado lamo2 hatel tasabuik tingga mahetong hari. Tapi ambo raso owner hotel alah malakukn kajian. Samo hal nyo di Aceh, wakatu ambo ka sinan, balomba2 urang investasi hotel, tapi disinan ado nan maharuskan urang datang, baik urusan brr atau urusan pemulihan pasca stunami, dan iko mamungkinkan 5 th kamuko Aceh masih didatangkan urang sedangkan padang apo nan kamanarik, wisata nan kadi tawarkan, pembenahan dan pemasaran jauah panggang dari api. Mudah2an asumsi ambo salah. harapan dengan adonyo hotel ko instrument yang lain bisa hiduik dan menjadikan padang manjadi tujuan utamo wisata dan atau manjadi tampek urang maadokan tampek konvesi/rapek/seminar. Bravo Nal Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network
-----Original Message----- From: Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 15 Apr 2008 22:22:43 To:[email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Komisi XI DPR Pertanyakan Penurunan Investasi di Sumbar (jawaban Sekda ko asa se) Reza. Sebenarnya tidak harus menunggu 5 - 10th apa yang FSSM sudah kerjakan dan nyata, dalam rapat pengurus pertama FSSM melalui ketua umumnnya memutuskan untuk melakukan investasi 150 Milyard dengan membangun Best Western Hotel di Sumatra Barat. Kalau dianalisa gerak FSSM yang belum genap berumur 1th sudah mampu memasukan investasi 150 Milyard tentu ini bukan angka yang kecil apalagi dampaknya terhadap penerimaan tenaga kerja. Tapi benar kata Reza bahwa bicara investasi itu bicara satu bagian utuh stakes holder ekonomi yang tidak hanya melibatkan para investor tapi juga para pelaku pemerintahaan sebagai regulator. Tidak bisa hanya para investor itu disuruh ber-investasi tapi disisi lain (Kepastian hukum, infrastruktur dan birokrasi tidak mendukung untuk investasi). Jadi menurunnya angka investasi dari tahun 2004 sampai th 2007 yang saya katakan tidak ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi hal itu bisa tampak dari tidak adanya pembenahan iklim investasi di Sumatra barat. Coba perhatikan misalnya "Pengurusan Ijin" daerah lain sudah meng-implementasikan pelayanan satu atap kita masih lewat satu meja ke meja yang lain sama harus nakut2in bahwa kita kenal dengan pejabat ini dan itu kalau tidak semua menjadi terlambat. Kemudian Pembenahan Infrastruktur, lihat pelabuhan kita "Teluk Bayur", hampir semua pelaku ekspedisi mengeluhkan masalah transportasi via laut di sumatra barat. Kemudian Teknologi, kita menghadapi industrialisasi modern dan kecepatan sarana informasi dalam melakukan transaksi bisnis, tapi lihat infrastruktur teknologi apa yang kita punya ? Gorontalo dengan program insentifnya terhadap pengusaha dan pelaku ekonomi dapat menstimulus laju ekonomi daerahnya. Coba kita bandingkan dengan kita "Dengan semua keterbatasan yang kita miliki, Insentif apa yang direncanakan, atau dicanangkan atau yang akan dan sudah diberikan bagi pelaku investasi di Sumatra Barat ?". Lalu kalau semua itu tidak ada "Bagaimana orang mau datang untuk investasi atau memberikan dananya untuk bisa berharap menghasilkan dimasa datang" ? Sedang kita para pelaku bisnis gak punya kemampuan untuk buat kebijakan atau mengarahkan kebijakan karena itu adalah wewenang pemerintah sebagai regulator. Masalahnya kita gak punya policy untuk itu dan peran apa yang bisa kita lakukan dibidang policy ini karena itu bukan bidang kita ? Jadi emang benar perlu figur yang visioner untuk mimimpin Sumatra barat dan ber-orientasi meningkatkan penghasilan bukan lagi menghabiskan anggaran. Salam Hormat Ronal Chandra Tapi iklim investasi yang ditawarkan pemerintah. Baa mako baitu?? Karano pengusaha butuh tampek investasi yang nyaman jo manguntuangkan. Jo apo menciptakan kondisi nyaman tu?? Ado kepastian hukum dan jaminan keamanan untuak investasi tadi. Sia nan mamacik kepastian hukum jo keamanan tadi?? PEMERINTAH...Mungkin sanak Bobby yang banyak bagua jo legislatif dan eksekutif bisa maagiah wacana ka wakil-wakil rakyat di Sumbar tu. Solusi apo yang harus diajukan supayo Sumbar menarik untuak investasi? ---------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. <http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
