Melirik Pembinaan Adat dan Agama di Sawahlunto, Indonesia Mini di Kota Arang Kamis, 17 April 2008
Indonesia mini. Mungkin itu kata sekaligus julukan yang tepat bagi Kota Sawahlunto yang terletak di lingkungan bukit barisan. Sebab, di kota kecil berpenduduk 53.295 jiwa ini terdapat beragam etnis besar mulai Minang selaku tuan rumah, Jawa, Batak, Bugis, Madura serta keturunan Tionghoa yang telah menyatu menjadi warga Sawahlunto. Begitu juga dari aspek agama yang semuanya itu dapat menyatu dalam bingkai hidup berdampingan demi Sawahlunto ke depan. Bila ada yang ingin mengetahui dan mempelajari kultur Indonesia, maka mungkin Sawahlunto bisa dijadikan salah satu contohnya. Sebab, kota yang berawal dan terlahir dari proses penambangan batu bara ini memiliki keragaman etnis dan agama. Akibatnya, tradisi yang ada di tengah masyarakat juga cukup beragam. "Di Sawahluto ini banyak sekali seni tradisi yang sudah menjadi kesenian rakyat Sawahlunto. Kalau daerah lain di Sumbar, kita jarang menemukan kuda kepang dan sejenis kesenian tradisi daerah Jawa. Akan tetapi, itu dapat kita jumpai di Sawahlunto dan kesenian ini manggung secara teratur. Begitu juga kesenian Minang yang menjadi tuan rumah. Kesemuanya itu dapat kita nikmati di kota Sawahlunto ini," ujar Walikota Sawahlunto Amran Nur kepada koran ini. Sebetulnya, keberagaman etnit ini sangat menguntungkan sekali bagi Sawahlunto. Pasalnya, dari keberagaman etnik inilah akhirnya kota Sawahlunto mendapat berkah dan menjadi kota yang kaya dengan nilai-nilai tradisi. Disamping itu keberagaman etnis ini pulalah yang menjadi buhul kuat dalam menjaga keutuhan hidup bermasyarakat dalam bingkai kebersamaan mencapai kemajuan di masa depan. Kalau kita pelajaran multi etnisnya Kota Sawahlunto merupakan hal yang lumrah. Kondisi ini diawali dengan dibukanya tambang batu bara oleh pemerintah Belanda ratusan tahun yang lalu. Sebagai tenaga kerjanya Belanda mendatangkan orang dari luar Sumbar dan itu terdiri dari jawa, Sunda, Bugis dan Batak. Mereka ini pulalah akhirnya yang menjadi warga Sawahlunto. Meski Kota Sawahlunto berpenduduk multi etnis lalu nilai tradisi serta budaya lokal menjadi tergusur. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Artinya, nilai tradisi yang datang dibawa tenaga kerja dari luar Sumbar itu mencoba menyesuaikan diri dan mengintegrasi diri menjadi budaya bersama tanpa harus menanggalkan jati diri masing-masing. Misalnya, kesenian kuda kepang. Itu masih kental tradisi etnis Jawanya dan masyarakat Sawahlunto juga dapat menikmati kesenian itu. Inilah keuntungan kalau kita hidup bersama dan berdampingan. Kondisi yang tak jauh berbeda juga kita temukan pada seni tradisi etnis lainnya. Mereka-mereka itu tetap mempertahankan jati diri dan tradisi mereka tanpa harus memaksakan orang lain mengikuti jati diri serta tradisi mereka. "Terus terang kami melihat ini adalah berkah dan sekaligus keunggulan kita di Sawahlunto," ujar putra Talawi yang saat ini kembali diminta masyarakat maju menjadi Calon Walikota Sawahlunto periode 2008-2013. Kalau kita bicara adat maka peran dan kewenangan dari pemerintah relatif dapat dikatakan tidak ada. Sebab, adat dan agama merupakan hak setiap warga dan pemerintah tidak bisa untuk memaksakan diri apalagi sampai mengintervensinya. Pemerintah dalam hal ini hanya sebatas memberikan pembinaan dan memberikan motivasi. Sehingga, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni tradisi tersebut dapat dipertahankan. Dan seni tradisional ini juga mampu menjadi benteng yang tangguh bagi kita bersama dalam mengantisipasi dampak negarif era globalisasi. Meski kita hanya berperan sebagai fasilisator dan serta memberikan pembinaan pemko terus berupaya melibatkan diri. Setidaknya, pemko mencoba membantu dan memberikan pembinaan untuk terus mempertahankan nilai-nilai tradisional yang ada ditengah masyarakat. Sebut saja tradisi Makan Bajamba yang sempat menjadi catatan sejarah dan tercatat di Museum MURI. Kesemuanya itu kita lakukan untuk memotivasi dan mengangkat peran dati tigo tunggu sajarangan. Kita menyadari bicara adat dan agama maka pihak yang paling berkompeten adalah tigo tunggu sajarangan (Niniak Mamak,Alim Ulama dan Cadiak pandai). Mereka-mereka inilah yang jauh lebih mengerti dan memahami masalah adat dan agama. Artinya, kita dari pemerintah selama beberapa tahun mencoba menjadi mitra dari tiga unsur penting di tengah masyarakat tersebut. Dalam pembangunan keagamaan, pemko juga terus memberikan motiviasi dan pembinaan. Diantara bentuk pembinaan dan motivasi yang diberikan tersebut adalah pengentasan buta Al Quran dengan menerapkan program baca tulis Al Quran bagi murid Sekolah Dasar se Kota Sawahlunto dengan kegiatan. Program ini dijabarkan dengan melakukan pendataan tentang kemampuan anak tentang baca tulis Al Quran, pembekalan bagi guru agama dan kepala sekolah SD/MI se Kota Sawahlunto sebanyak 136. Penerapan metode tartil yang diprioritaskan kepada murid kelas V dan VI, pada 65 SD/MI se Kota Sawahlunto, melalui penambahan jam belajar 2 jam seminggu dan pelatihan metode tartil bagi guru TPA, agar terdapat sinkronisasi metode tartil yang digunakan dalam pengajaran membaca Al Quran antara di sekolah dan di TPA. Selain itu Pemko juga mencarikan pelatih qori dan qoriah kontrak sebanyak 4 orang yang ditempatkan pada 4 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk merangsang dan mengembangkan minat baca Al Quran ditengah-tengah masyarakat, sekaligus untuk menyiapkan kader qori dan qoriah Kota Sawahlunto yang akan diikutkan dalam MTQ Tingkat Propinsi. Sementara untuk pembinaan terhadap umat agama Islam pemko juga membantu dan menyediakan empat orang da'i. Da'i ini dibiaya oleh Pemko dan bertugas melakukan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat sekaligus untuk menyiapkan kader-kader da'i pada setiap kecamatan. Sementara dibidang Adat Istiadat pemko juga terus memberikan pembinaan. Diantaranya, menggali dan melestarikan nilai-nilai adat dan budaya adat Minangkabau ditengah-tengah masyarakat, maka Pemerintah Kota Sawahlunto juga punya komitmen yang sama melalui dukungan terhadap berfungsinya sekretariat bersama Tali Tigo Sapilin, Tungku Tigo Sajarangan (MUI, BAZ, LKAAM). Hal ini perlu dilakukan karena dengan latar belakang sejarah keberadaan Kota Sawahlunto yang terdiri dari multi etnik dan budaya serta semakin kuatnya pengaruh era globalisasi, yang apabila tidak diantisipasi dengan cepat dikhawatirkan lama kelamaan nilai-nilai budaya dan adat Minangkabau akan luntur ditengah-tengah masyarakat. Begitu juga dengan pembinaan pemahaman adat bagi fungsional adat di sepuluh Nagari dan pembinaan pemahaman adat bagi generasi muda di sepuluh Nagari. Dengan pembinaan pemahaman adat bagi fungsional adat dan generasi muda di sepuluh nagari diharapkan adanya peningkatan pemahaman adat ditengah-tengah masyarakat. Dari sederetan kegiatan dan pembinaan yang kita lakukan tersebut kesemuanya itu semata-mata untuk menjaga keuntuhan dan mempertahankan kerukunan yang telah terjalin baik selama. Kita berharap dimasa mendatang apa yang telah kita capai ini dapat lebih ditingkat. dan yang lebih penting lagi masing-masing etnis di kota Arang tetap dapat eksis dan jati diri yang menjadi ciri khas masing-masing etnis dapat dipertahankan dalam bingkai kebersamaan di Sawahlunto," tukuk Amran.(heldi s &herri) © 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
