Salam sanak saparantauan, Pak Zul, memang betul. Ketika kita ditanah rantau seringkali kita hanya sekedar menjadi si daun salam, dalam pekerjaan kita. Harum baunya - setelah itu terbuang sesaat masakan akan dihidangkan. Pun, ketika kita ingin mengingatkan saudara kita agar menjadi profesional, maka kita akan menerima jawaban dengan bahasa yang melodius dan sukar dimengerti. Jadi sebetulnya, siapakah sesungguhnya yang memikirkan ranah Minang kita ini. Bukankah para birokratnya lebih asyik pula mencari kesempatan keluar, walau dengan alasan untuk melakukan studi banding. Sampai kapan hasil studi banding itu akan berguna bagi negerinya. " Orang bijak mampu menjembatani antara visi dan implementasi dengan membuat jalur ke tujuan yang ingin dicapainya (JP Morgan, Pebisnis ternama asal AS). Nah... mampukah kita seperti ini ... Bapak....??
Wassalam, Nama panggilan : Evi Nizhamul saya selalu mancigok web Bapak..... Zulkarnain Kahar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Untuk orang Minangkabau di empat sudut dunia Dunia ini aneh Orang tidak akan mau memberikan anda pekerjaan kalau belum melihat bahwa anda mampu melakukan pekerjaan tersebut. Bagaimana anda akan dapat pekerjaan kalau tidak pernah diberikan kesempatan untuk membuktikan bahwa anda mampu. Bagaimana mau menarik investor ke sumbar kalau ekonominya jalan ditempat, Investor baru akan masuk bila dia melihat ada geliat ekonomi yang akan memberikan keuntungan. One Minang one Million one Month in One Year - Dari Minang untuk Membangun Minang, tentu bagi yang mampu. Untuk apa anda pulang kampung tiap tahun membagi bagikan uang secara gratis padahal kita semua tahu yang gratis itu merusak. Pulang kampu tiap tahun bukanlah tradisi Minang. Dimana bumi dipijak disitu langit di junjung. Bila dana terkumpul pilihlah daerah percontohan yang porbabilitas suksesnya besar dan masyarakatnya lebih mudah diarahkah untuk berusaha meningkatkan taraf kehidupan mereka serta diharapkan memutar roda ekonomi lebih cepat. Kalau gagal mari kita senyum bersama sambil berharap generasi mendatang akan menemukan cara yang lebih baik memangun negeri. Sekedar untuk mebangunkan kita semua dari lamunan panjang: Untuk Akhirat kita berzakat walaupun ada juga yang lupa Untuk Negara kita bayar pajak, walaupun tak tau kamana rimbanya Untuk Kampung apa yang kita lakukan? Zulkarnain Kahar, 49th Click http://www.west-sumatra.com/ - Spice your life --------------------------------- 3vy niz http://hyvny.blogspot.com http://bundokanduang.wordpress.com --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
