Terima kasih pak atas penjelasannya. Untuk Mang Ngah, wah jangan panggil saya Rangkayo ;)
Kebetulan saya tidak paham soal kilometer, tahunya Sawahlunto cuma sebentar dari Silungkang, dan perjalanannya menakjubkan, berkesan, ada jurang yang kelihatan hanya pohon-pohon. Rencananya, ada usulan mau dibuat Villa di bukit dekat Waterboom. Saya lupa yang punya usul itu pak Walikota atau orang Tabloid Silungkang. Kita juga punya rencana mau bikin home stay, tapi sepertinya banyak yang menentang atau masih dalam perdebatan, biasalah seperti pada umumnya di minangkabau, takut nanti ada makziat, nanti ada misionaris terselubung, takut hilangnya budaya minangkabau/silungkang, nanti ada cewe2 bule pake baju ga normal. Sebenarnya solusinya dikasih pengertian sih dan pengetahuan. Sayang saya tidak di Silungkang, wah kalau di Silungkang pasti saya mau untuk hal2 tersebut. Rumah-rumah silungkang banyak sekali yang tidak berpenghuni, Contoh rumah keluarga ibu dengan 8 kamar tidur, dikaki bukit barisan, diantara pohon2 lebat. Karena tidak berpenghuni sering isi rumah sampai kusen2 jendela dan pintu dicolong orang. apalagi kalau rumahnya jauh dari pantauan orang misalnya di kaki bukit, atau pedalaman. Soal "ughang nan lolok di ghumah kito, olah babantai tu?" ... hahahaha ... kalau orang luar silungkang pasti pada ketakutan ya ... hahaha. Kalau orang silungkang pasti bengong dengarnya kalau disangka seperti itu. Memang kata babantai itu artinya ada dua (CMIIW). Babantai untuk arti kata dipenggal kepalanya dan satu lagi babantai untuk kata BANTAL. yang dimaksudkan pada kalimat diatas untuk kata bantal, "orang yang tidur di rumah kita, sudah dikasih bantal ?" =)) Iya, Listrik sudah masuk sebelum telepon. Hadiah listrik dari Bung Hatta saat beliau meresmikan Tugu Pemberontakan Rakyat Silungkang yang terjadi pada tahun 1927. Betul pak Mantari Sutan, dulu memang jarang bahkan tidak boleh babini/balaki kalua, tidak tahu kenapa. Karena zaman dahulu ada larangan tidak boleh kawin keluar, kita (generasi mudanya merasa heran kenapa kok bisa orang Silungkang itu mempunyai rambut kemerah-kemerahan/coklat, mata coklat terang, dan putih sekali (bule), ada yang mata sipit sekali dengan kulit putih/kuning atau wajah kearab-araban. Sayang ya bapak tidak berani mengutarakan isi hati, padahal gpp kok pak, sekarang, sudah dari belasan tahu sudah ga ada larangan kawin keluar Benar juga Pak Mantari, SDI itu singkatan dari Sekolah Dagang Islam. Soal kopi nanti akan turun artikelnya di silungkang.com dan nama kopinya mungkin kopi TEKO. Wah, bapak banyak tahu nih soal Silungkang .... Hmmmm .... On 4/22/08, Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bia ambo manjawek Mak Ngah > Jarak Silungkang ke Sawahlunto hanya 10 km. Untuk tempat menginap di > Silungkang rasanya belum ada. Kecuali menumpang di rumah teman, saudara > atau handai tolan. Cuma hati-hati kalau menumpang tidur di Silungkang, > Padang Sibusuk dan sekitarnya, sering muncul quote berupa ancaman, . Bukan > begitu Ibu Auliah? > > Silungkang ini pakannya di hari akaik. Namo-namo jorongnyo dulu adolah > Silungkang Oso, Silungkang duo, Silungkang tigo, Muaro Kalaban, Taratak > Boncah. Urang Silungkang dulunyo jarang babini atau balaki kalua. Samo > halnyo jo Ladang Laweh, nagari ko juo alah maju dari saisuak. Buktinya, > tahun belasan se lah masuak telepon ka nagari siko. Mereka bisa berswadaya > membangun sekolah dulunya, dimasa sebelum Jepang masuk, namanya Sekolah > SDI. Saat ini sekolah tersebut masih ada, terletak di Seberang Batang Aia. > SDI mungkin singkatan dari Sarikat Dagang Islam. Kareta api berjadwal dari > Silungkang ke Sawahlunto,saat ini sudah tidak ada. Yang ada hanyalah kereta > bermesin mobil Mitsubishi L-300 dari Sawahlunto ke Muaro Kalaban. > > Tempat makan yang enak di Silungkang adalah Rumah Makan Dendeng Batokok, > Soto Urang Awak (aka Soto si Au). Mencoba menjadi pengamat kuliner, saya > berani memberikan point 3 bintang untuk tempat ini. Kini malam-malam di > pasa Silungkang banyak berdiri warung tenda. Rasanya juga lumayan. Kopi > Silungkang juga cukup enak. Saya lupa namanya. > > Gadis Silungkang sungguh sangat tacelak-tacelak. Pernah satu orang saya > taksir berat. Tak pernah saya sampaikan rasa itu, cukup disimpan dalam > hati. Suatu ketika pernah bertemu dia lagi di Pondok Indah Mall. Bukannya > GR, sepertinya situasi sudah berbalik. Tapi apa boleh buat, ketika itu saya > sudah ada yang punya. hehehehe... > > > Sekian dulu... > > ----- Original Message ---- > From: hambociek <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, April 22, 2008 9:27:03 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] Putra Asal Silungkang Jadi Menteri di Malaysia > > > Rangkayo Auliah Azza, > > Berapa jaraknya antara Silungkang dengan Sawah Lunto. Kalau orang > ingin mengunjungi dan melihat-lihat Nagari Silungkang agak detail > apakah praktis manginap di Sawah Lunto atau adakah penginapan atau > Guest House di Silungkang (yang menyediakan Kaghupuak Joghiang jo > Kaghupuak Jongek untuak breakfast)? > > Lebih curious lagi adakah jadwal kereta api teratur antara > Silungkang dan Sawah Lunto? > > Salam, > --MakNgah > Sjamsir Sjarif > > --- In [EMAIL PROTECTED], "auliah azza" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > Banyak ya pak ? saya malah tidak tahu. Yang saya tahu ada beberapa > orang > > Silungkang yang kerja di Muzium Negeri Sembilan sebagai penenun > yang > > memamerkan cara bertenun ke wisatawan. Salah satu namanya Pak > Djasril. > > > > Agak terenyuh ya ... Muzium menyewa orang lain, tragisnya dari > negara lain > > untuk memamerkan cara bertenun ke orang lain, apakah orang2 negeri > sembilan > > tidak bisa menenun ? > > > > Cerita lengkapnya ada di > > silungkang.com<http://www.silungkang.com/index.php? > option=com_content&task=view&id=112&Itemid=30> > > > > Kalau di Silungkang nama Edy banyak. Yang sering dikasih tahu sama > orang tua > > saya cara mencari orang Silungkang data-datanya harus lengkap, > misalnya : > > orang tuanya namanya siapa, kampung dimana, suku apa, tinggalnya di > > Silungkangnya dibagian yang mana, nama lengkapnya apa, kalau perlu > gelar > > adatnya apa, nama istrinya dll deh. Juga kebiasaan disana pake > nama julukan. > > Misalnya namanya Edy, tapi dipanggil sehari-hari Ongo karena suka > sesak > > napas. > > > > Iya .. terima kasih telah mampir :) > > > > auliahazza.f.35 > > > > On 4/22/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > > Rupanya banyak juga orang Silungkang di Malaysia. Tahun 2003 > saya di > > > Sri Menanti, Negeri Sembilan, sds hari ulang tahun 800 Tuanku > Jafar > > > (kep Negeri Sembilan) saya kebetualan berjumpa seorang > Silungkang. > > > Namanya Edy. Katanya akan pulang ke Silungkang. Sayang waktu saya > > > mampir di Silungkang dan tanya kalau kenal Edy, tidak ada orang > yang > > > tahu. > > > > > > Saya driving dari Padang, singgah di Silungkang makan dendeng > > > batokok di salah satu Lapau Ketek di sebelah kiri jalan arah ke > > > Sawah Lunto dan beli buah tangan buatan asli di beberapa kedai di > > > pinggir jalan. > > > > > > Dari Sawah Lunto ke Batusangkar - Bukittinggi saya ambil jalan > > > Talawi - Padang Gantiang - Batusangkar - Tabek Patah. Pemandangan > > > Sore hampir mata hari terbenam sepanjang Sawah Lunto - Talawi - > > > Padang Gantiang sangat menakjubkan saya dengan latar belakang > Gunung > > > Merapi dan belaian sinar matahari terbenam. Saya juga lihat > beberapa > > > tambang emas sepanjang pinggir sungai antara Talawi dan Padang > > > Gantiang. > > > > > > Nanti kalau sempat ke Silungkang lagi saya cari Kaghupuak > Jogiang jo > > > Kaghupuak Jongek buah tulisan Auliah Azza. :) > > > > > > Salam, > > > -- MakNgah > > > -- Sjamsir Sjarif > > > > ------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> > > > -- http://auliahazza.com/ http://auliahazza.belajar-islam.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
