Untungnya tindakan mereka berdua tidak ada yang melihat karena semuanya sedang terpana menatap kehebatan kuda yang dimiliki lawan. Ketika sadar langsung Epen berkoar-koar memerintahkan untuk menangkap kuda itu kembali, anak buah mereka jadi bingung mau mengikuti perintah siapa, di tengah kebingungan tersebut dimanfaatkan oleh Masnan untuk bergerak cepat ke arah Selatan untuk mendobrak formasi yang ada di sana, mereka yang tidak menduga adanya serangan yang datang tiba-tiba gegalapan menerima serangan tersebut. Tapi ternyata itu serangan tipuan yang dilakukan oleh Masnan, karena begitu mereka bergerak menghindarkan diri, Masnan berlari cepat menjauhi lapangan tersebut, dia sengaja melakukan itu agar mereka mengikutinya dan meninggalkan penduduk yang dalam keadaan menggenaskan itu tanpa diganggu, karena dia kuatir benda yang diberikan kepada Burhan itu kalau dilontarkan ke tanah akan meledak dan melukai orang sedangkan penduduk itu tidak dalam keadaan bisa menolong diri mereka untuk menghindar dari daya ledakan itu. Jadi lebih baik dia menyingkir mencari daerah yang lebih lapang untuk menunggu mereka.
Melihat Masnan melarikan diri, segera ketiga pimpinan Kalajengking merah menyadari bahwa mereka telah ditipu mentah-mentah oleh pria itu. Segera mereka berlari memburu sambil berteriak-teriak memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti mereka. Sakti yang tidak ingin kehilangan Burhan dengan cepat mengejar ke arah larinya Masnan, memang dian diantara mereka yang mempunyai ilmu peringan tubuh yang bagus, sehingga dia duluan sampai di tempat Masnan menunggu mereka. Dia tidak melihat Burhan, langsung dia mengedarkan pandangannya di sekitar tempat itu bahkan dia memandang pepohonan yang ada di sekitar mereka untuk memastikan di mana Masnan menyembunyikan bocah tersebut. Tetapi tetap saja dia tidak melihat bocah itu, hatinya berdebar keras sekali ketakutan kehilangan bocah yang sudah membetot hatinya itu. “Eh pria gagah ke mana kau sembunyikan bocah tampan itu?” tanya dia dengan gusar kepada Masnan. “Tidak perlu kau tahu ke mana dia, yang jelas dia sudah aman dari gangguan orang gilo kayak kau ini.” “Hahaha... baiklah aku akan menangkap kau dulu dan menyiksamu sampai kau mengatakan di mana anak itu kau sembunyikan. Teman-teman, dia ada di sini.”teriak Sakti dengan nyaring sekali menggunakan ilmu suara jarak jauh. Segera saja tempat ini dipenuhi oleh teman-temannya, Pinyak langsung merepet mencaci maki karena dia harus membetulkan dulu baju dan celananya sebelum mengejar musuh yang lari cepat. Epen menyeringai buas karena tidak suka sampai dikerjai seperti tadi, musuh hampir saja lolos dan kuda incarannya sudah menghilang, dia ingin melampiaskan kekesalan hatinya pada pria gagah itu. “Baiklah, kau memang orang hebat bisa menipu kami dengan caramu itu, tapi ini tidak berlaku untuk kedua kalinya, kali ini kau akan lumat seperti daging cincang karena sudah berani menipu kami. Hayo anak-anak cepat kalian siapkan barisan kalian, jika kalian berani lengah lagi seperti tadi kalian rasakan nanti akibatnya aku sendiri akan membuat kalian menyesal berani melanggar perintahku.”teriak Epen dengan garang. Mendengar ancaman tersebut berlari-lari mereka mencari posisi mereka dan menyusun barisan seperti tadi dengan cepat, kembali Masnan melihat benar yang dikatakan Burhan bahwa barisan Barat paling lemah diantara semua barisan dan barisan Utara yang paling tangguh. Dia kagum sekali pada muridnya itu ternyata muridnya benar-benar mempunyai daya analisa yang tajam sekali, kelak dia bisa didik untuk menjadi ahli strategi yang hebat sekali bahkan dalam hati kecilnya Masnan tahu suatu saat nanti Burhan akan bisa melampauinya. Dan dia bisa berbangga diri bahwa anak yang hebat ini, dia ada ambil bagian dalam mendidiknya. Sekarang dia sudah siap menghadapi serangan mereka, Burhan sudah disembunyikannya di tempat yang aman, di mana mereka tidak akan pernah menduga di mana dia menyembunyikannya. Dengan Masnan ditengah kepungan 4 barisan itu, terlihat ketiga pimpinannya menatap barisan tersebut dengan tenang karena mereka yakin sekali mampu mengalahkan orang ini. Karena Epen yang paling gusar dengan kejadian tadi maka komando ada di bawah kendalinya, kedua temannya tidak akan ikut campur karena mereka tidak mau membingungkan anak buahnya. Mereka bertiga masing-masing bisa memberikan komando kepada anak buahnya tapi tidak pernah sekaligus memerintahkan berbarengan. Bahkan jika mereka ikut bertempur mengeroyok lawan mereka, otomatis komando akan dipegang Sakti dan mereka semua tanpa terkecuali mematuhi apapun perintah dari Sakti, karena yang lain tahu Sakti yang paling cerdik dan licik diantara mereka, dia mampu membaca situasi dengan cepat sekali dan beberapa kali mereka berhasil lolos dari bahaya berkat kecerdikan Sakti. Dan sebenarnya diantara mereka, Saktilah yang paling berbakat, tapi dia memang orangnya tidak bisa dipegang buntutnya seperti seniman gila bertindak sesuai dengan angin mana yang menghembusi dia. Jadi mereka semua sepakat yang memimpin kelompok mereka diserahkan ke tangan Epen yang paling besar pengaruhnya terhadap anak buah mereka. Dan barisan mereka sungguh dilatih dengan disiplin yang keras sekali, mereka bergerak sesuai dengan aba-aba yang diberikan, bahkan setiap hari tidak ada dilalui tanpa latihan yang keras dari pimpinan mereka, hanya saat-saat tertentu seperti sekarang ini saja mereka tidak berlatih. Tiap 1 bulan sekali mereka meliburkan diri dari latihan selama 1 minggu untuk bersenang-senang setelah itu mereka harus berlatih kembali, mereka telah melakukannya hampir 3 tahun belakangan ini, sehingga dapat dibayangkan kekompakan mereka dalam bekerjasama. Barisan mereka memang sangat terkenal di dunia persilatan bahkan didengung-dengungkan bisa menandingi barisan perguruan Dewa Kuda yang memang sudah mempunyai nama besar dalam ilmu barisan. Epen dengan berkacak pinggang menatap tajam ke arah Masnan, dia sudah bertekat ingin melumatkan lawannya itu untuk melampiaskan kedongkolannya akibat kuda incarannya dibiarkan lolos oleh majikannya. Epen melirik kepada Pinyak dan Sakti, dia melihat kedua temannya menganggukan kepala tanda dia boleh mulai serangan mereka. “Depan 1, dakek (dekat), 1 tunggu.”demikian teriakan perintah Epen kepada anak buahnya, segera membentuk formasi sesuai dengan perintah itu. Tiga barisan yaitu utara, selatan dan timur bergerak mematuhi perintah sedangkan barat tetap di tempatnya semula, barisan timur dan selatan bergerak saling berdiri berdekatan dan yang utara maju ke depan dari posisi semula, jadi sekarang posisi Masnan di depan barisan Utara dan membelakangi barisan Barat, sedangkan kedua barisan lain saling bersebelahan di belakang barisan Utara. “Serang dengan Gelombang Sengatan Memecah Bumi.”teriak Epen, segera barisan utara menyerang ke arah Masnan dengan cepat sekali sambil bagian ekor yang memegang tombak mengayunkan tombaknya ke arah Masnan, disusul dengan kedua barisan di belakang bersiap untuk menggantikan posisi utara jika berhasil dipukul. Dua belas orang bergerak berbarengan meluruk ke arah Masnan yang sudah siap sedia. Terjadi benturan dan iringan teriakan kesakitan ketika benturan pertama terjadi diantara mereka, cepat sekali kedua barisan di belakang bergerak menutupi ruang langkah Masnan untuk menghindari serangan. Masnan merasakan bahwa tenaga dalam mereka semua masih di bawah dia, tapi yang dia salut sekali adalah kerapian gerakan mereka untuk saling menutupi kelemahan atau kekosongan akibat berhasil dipukul oleh Masnan. Bersambung………… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.3/1390 - Release Date: 21/04/2008 16:23 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
