“Kau balutlah lukamu segera dengan bubuk ini,”kembali terdengar desingan angin ke arahnya, dia sudah berusaha melihat darimana datangnya angin itu tetapi tetap dia tidak bisa melihatnya. Cepat dia menyambut bungkusan kecil yang dilemparkan kepadanya itu, dan membuka bungkusan serta menaruh bubuk itu di sepanjang luka goresannya itu, anehnya langsung lukanya mengering dan tidak lama kulitnya langsung menutup, yang terlihat hanya sebuah goresan panjang di tangannya seperti orang terluka akibat goresan kertas. Sungguh obat yang mujarab sekali dan dia ingin berterima kasih kepada penolongnya,”Tuan, terima kasih atas pertolongan tuan, budi besar ini akan saya bayar kelak, siapakah gerangan tuan.”
“Aku tidak butuh balas budinya, hanya pesanku lain kali berhati-hatilah, jangan gegabah membawa anak kecil ke medan pertempuran seperti ini.” Kata suara itu. Masnan menyadari kesalahannya seharusnya dia tidak membawa Burhan ke tempat orang-orang jahat itu berkumpul, dia seharusnya meninggalkan anak itu di pinggiran hutan bersama kudanya sementara dia menyelesaikan pekerjaannya. Inilah kecerobohannya akibat rasa ego ingin mempunyai murid yang hebat melebihi teman-temannya, padahal dia sudah tahu bahwa muridnya tidak kalah istimewanya dibandingkan murid temannya. Sadarlah dia bahwa selama ini walau sedikit ada perasaan penasaran ingin mempunyai kelebihan yang bisa dibanggakan dari teman-temannya seperti Kahar yang mempunyai ilmu silat lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lain. Dengan cepat dia memohon maaf kepada sang Pencipta agar dia diberi kelapangan hati dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Sesaat dia sudah tidak merasakan lagi kehadiran orang itu, tapi sempat dia terpikir olehnya darimana orang itu tahu dia bersama seorang anak di medan pertempuran ini. Tapi mengingat betapa hebatnya orang ini, dia yakin orang itu berkat tenaga dalamnya yang tinggi mempunyai pendengaran yang sangat peka sehingga bisa membedakan tarikan nafas orang dewasa dengan anak kecil. Dia sudah menyembunyikan Burhan dengan lihai sekali bahkan tadi lawan-lawannya saja sampai tidak tahu ke mana dia menyembunyikan anak itu. Mengingat Burhan, buru-buru dia berjalan ke arah pohon paling besar di situ dan mendorong pohon itu ke arah samping sedikit lalu dengan berjongkok memasukan kepalanya ke dalam lubang kecil yang ada di bawah akar pohon itu. “Burhan, kamu mendengarkan paman?” lama tidak ada jawaban terdengar, mulailah Masnan cemas kalau terjadi sesuatu pada anak itu, karena tadi saking terburu-buru dikejar musuh begitu melihat tempat persembunyian yang bagus ini dia langsung saja memasukan Burhan ke dalam lubang kecil ini. Lubang inipun ditemukan tidak sengaja, saat dia sedang memandang sekeliling melihat di mana dia akan menyembunyikan Burhan, tiba-tiba Burhan memandang ke arah pohon tersebut, dia merasa ada yang aneh pada pohon itu kenapa pohon ini bisa berdiri condong ke arah kiri dan akarnya sampai keluar sebagian di permukaan tanah. “Paman, lihat pohon itu aneh sekali.” Masnan yang lagi bingung hendak menyembunyikan Burhan sempat jengkel mendengar pertanyaan Burhan, tapi dia tetap saja ingin melihat pohon aneh yang dikatakan Burhan itu, dengan maksud ingin mengomeli anak itu dalam keadaan genting masih melihat hal yang aneh. Tapi saat dia melihat pohon itu dia juga merasakan keanehan pada pohon itu, cepat dia bergerak ke arah pohon itu dan melihat-lihat di sekitarnya ternyata di samping belakang pohon itu ada lubang sebesar anak kecil yang bisa dimasukin oleh anak-anak. Pas saat dia hendak memeriksa lebih lanjut tiba-tiba dia mendengar desiran angin tanda lawan sudah dekat buru-buru dia menggapai tangan Burhan untuk menyembunyikannya di dalam lubang itu. “Burhan, musuh sudah datang, paman tidak ingin kau celaka, maka paman akan sembunyikan kau di lubang ini, apa kau takut masuk ke dalam lubang ini?” Masnan sudah berpikir jika anak ini tidak mau, dia akan melindungi anak ini sampai titik darah penghabisan. “Tidak paman, aku percaya orang baik pasti dilindungi Tuhan.” Sahut anak ini dengan gagah berani. “Baiklah, paman masukan kau ke lubang ini dan menutupinya dengan daun, kamu tunggu di sini sampai keadaan aman baru kau keluar atau kau tunggu sampai paman memanggilmu. Kamu mengerti?” “Mengerti paman.” “Kamu memang anak yang berani, paman bangga menjadi gurumu, sekarang paman masukan kamu ke dalam lubang ini.” Tidak lama Masnan menutup lubang tempat persembunyian Burhan, Sakti hadir di depannya, seperti yang telah diceritakan terdahulu. Sekarang Masnan sedang kebingungan karena dia sudah memanggil-manggil Burhan tetapi tetap saja tidak ada sahutan, dan tanah tempat Burhan berpijak tadi sudah amblas ke dalam, dia kuatir sekali kalau terjadi apa-apa pada Burhan bagaimana pertanggungjawaban dia kepada teman-temannya dan keluarga Burhan. Kecemasannya semakin meningkat karena sudah sekian lama dia memanggil anak itu tetap tidak ada sahutan, lubang itu terlalu kecil bagi tubuhnya untuk dimasuki, karena cemasnya dia menggali lubang itu untuk diperbesar, tapi baru sebentar dia menggali tiba-tiba telinganya menangkap erangan suara anak-anak di bawah sana. “Burhan... Burhan... kamukah itu?” teriak Masnan ke arah lubang itu. Kembali terdengar erangan kesakitan dari dalam sana, Masnan semakin panik tambah cepat dia menggali tanah di sekitar pohon itu. Terdengar suara lemah,”Paman, tolong aku.” “Kamu di mana Burhan? Paman pasti menolong kamu, tunggu sebentar paman mencarikan tali buat menolong kamu.” Masnan melihat tidak memungkinkan baginya untuk menggali tanah itu, dia kuatir malah pohon itu akan ambruk menggetarkan tanah sehingga lubang persembunyian Burhan bisa tertutup selamanya. Oleh karena itu dia langsung berdiri, dan memasukan jarinya di mulut dan bersiul nyaring sekali dengan ditambah tenaga dalamnya saking mencemaskan keadaan Burhan, dia memanggil kudanya karena di pelananya ada tali panjang yang disimpannya untuk keadaan-keadaan darurat seperti ini. Tidak lama terdengar derap langkah yang cepat sekali menuju ke arahnya, sepertinya tidak terlihat apa-apa hanya derap dan deru angin saja mengiringi kedatangan kuda hebat itu, mungkin karena kuda itu berbadan hitam pekat seperti malam sehingga saat dia bergerak dia hampir menyatu dengan pekatnya malam. Bersambung………… No virus found in this outgoing message. Checked by AVG. Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.5/1398 - Release Date: 25/04/2008 14:31 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
