Kaum Pria pun Menggemari Songket Silungkang PadangKini.com | Minggu, 27/4/2008, 14:02 WIB
<http://www.padangkini.com/foto/headline/> PADANG--Kaum pria di Sumatera Barat kini makin menggemari baju semi formal dari bahan songket 'made in' Silungkang. Jas dan kemeja kini banyak digunakan pejabat pemerintah seperti gubernur, wali kota, anggota dewan, hingga kaum profesional seperti pengusaha dan bankir. Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar setiap menghadiri berbagai acara kerap terlihat memakainnya. Baju dari songket Silungkang mulai menggeser baju batik yang biasa digunakan. Dipilihnya songket Silungkang, karena dibanding songket Pandai Sikek tenunan benang emasnya tidak rapat dan berat. Benang emasnya tidak terlalu banyak dan lebih banyak menggunakan benang kain. Songket Silungkang menjadi lebih ringan dan mudah dimodifikasi. Selain untuk kain sarung dan selendang perempuan, songket Silungkang juga bisa digunakan untuk bahan baju, taplak meja, gorden, gambar dinding, sepatu, dan sandal. Nagari Silungkang yang terletak persis di jalan lintas Sumatera, sekitar 20 kilometer dari Kota Sawahlunto, dikenal sebagai industri kerajinan songket atau kain sarung yang ditenun. Sekitar sepuluh rumah tenun yang menjual songket Silungkang serta kain sarung mudah ditemukan di Silungkang. Aneka baju pria, wanita, dari kain tenun khas Silungkang bisa didapatkan di daerah ini yang galerinya terletak di pinggir jalan. Hasil kerajinan Silungkang saat ini juga banyak diekspor ke Malaysia, Brunei, dan Singapura. Aina Mardiah, 50 tahun, salah seorang pengusaha songket di Silungkang kepada PadangKini.com mengatakan, untuk satu set songket yang terdiri dari kain sarung dan selendang harganya berkisar Rp250 ribu hingga Rp2 juta. Ini jauh lebih murah dari songket Pandai Sikek di Kabupaten Tanah Datar yang harganya bisa mencapai Rp7 juta. "Benang emas songket Silungkang lebih sedikit, lebih banyak benang biasa, tetapi ini yang membuat songket Silungkang bisa dijadikan busana yang bisa dipakai sehari-hari," kata Aina. Menurut Aina, saat ini yang paling banyak disukai adalah kain songket untuk baju pria. "Saya lihat di koran, Pak Gamawan Fauzi, Gubernur Sumbar memakai kain songket Silungkang buatan kami," katanya bangga. Saat ini songket untuk bahan baju paling banyak dipesan pejabat pemerintah karena sedang trend. Sehelai kain songket Silungkang yang memakai benang sutra untuk baju dijual seharga Rp500 ribu. Sedangkan sehelai tenunan songket untuk baju yang menggunakan benang katun dengan ukuran serupa dijual seharga Rp275. Ukuran kain 275 cm x 260 cm. Selain dibeli pejabat Pemda, kain songket Silungkang ini sering dibeli desainer di Padang dan juga dipesan pembeli dari Malaysia dan Brunei. "Kita juga melayani pembelian dengan titipan kilat, biasanya mereka yang pernah ke sini dan sudah punya katalog, lalu tinggal pesan lewat telepon," katanya. Selain songket, beberapa pengrajin tenunan juga memproduksi sarung Silungkang. Sarung ini terbuat dari benang katun dengan menggunakan alat tenun tradisional dan ada juga yang menggunakan alat tenun bukan mesin. Sehelai kain sarung Silungkang yang terasa lembut dan nyaman bisa dibeli seharga Rp100 ribu. Ernita, 32 tahun, pegawai Dinas Pendidikan di Padang mengatakan, sangat menyukai songket Silungkang. Menurutnya, songket Silungkang lebih mengikuti selera konsumen, mulai dari motif hingga warna-warnanya yang cerah. "Saya pernah memakai kain songket Pandai Sikek yang tebal dan banyak benang emasnya, setelah lama duduk bersimpuh ternyata pergelangan kaki saya luka tergores benang emas," katanya. Kini, setiap mengikuti perhelatan adat yang harus menggunakan kain songket, Ernita memilih songket Silungkang yang lebih ringan. (yanti) .......................................................... Songket Silungkang Pernah Mendapat Medali dari Ratu Belgia PadangKini.com | Minggu, 27/4/2008, 14:02 WIB PADANG--Songket Silungkang ternyata sudah lama di kenal. Bahkan pada 1910, ketika Silungkang masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda, songket Silungkang pernah mendapat medali dari Ratu Belgia. "Medali ini diberikan oleh Ratu Belgia sewaktu Songket Silungkang ikut dalam pameran dagang di negara itu," kata Aina Mardiah, 50 tahun, pengusaha songket di Silungkang kepada PadangKini.com. Nagari Silungkang merupakan satu dari tujuh nagari di Minangkabau yang masyarakatnya secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu terkenal sebagai perajin tenun. Nagari lain di Sumatera Barat adalah Pitalah dan Sungayang (Tanah Datar), Pandaisikek (Tanah Datar), Kotogadang (Agam), Koto Nan Ampek, dan Kubang (Limapuluh Kota). Kegiatan perajin tenunan ini berkaitan dengan pasokan untuk pakaian adat, seperti acara pelantikan penghulu, dan pesta perkawinan. Namun saat ini hanya tinggal Silungkang, Kubang, dan Pandai Sikek saja yang masih tinggal tradisi menenun. Dari ketiga itu, hanya Silungkang dan Pandai Sikeklah yang lebih maju dalam melanjutkan tradisi menenun dengan tetap mewariskan kemahiran menenun kepada warganya, sehingga banyak warganya yang tetap menjadi penenun. Jenis motif tenunan songket Silungkang itu memiliki arti yang berkaitan dengan filosofi adat Minangkabau, seperti motif pinggir 'itiak pulang patang' (itik pulang petang) yang mengiaskan orang Minang 'seiya-sekata' atau bersatu. Di Silungkang saat ini terdapat 10 pengusaha tenun. Masing-masing pengusaha tenun bisa mempekerjakan 40 penenun yang umumnya perempuan muda. Dalam satu bulan seorang penenun bisa menghasilkan dua lembar kain untuk sarung atau selendang bermotif sederhana. (yanti) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
