Nanti di Padang mau beli ah. Dimana ya ada jualnya? Kalau mau pesan online bisa enggak ya...? Ayo Silungkang majukan songketnya. Juallah online.
Wassalam ajoduta 2008/4/28 auliah azza <[EMAIL PROTECTED]>: > Terima kasih atas informasi Pak Nofiardi, nanti saya sampaikan beritanya > di milist silungkang. > > Hebat, sedang ngetrend di Sumatra Barat ... hehehe, mudah-mudahan tidak > panas :D Kita yang dirantau mau coba juga ... di Jakarta dimana belinya :( > > Kalau mau lihat medalinya ada di > http://www.silungkang.com/index.php?option=com_content&task=view&id=23&Itemid=5 > > > 2008/4/28 Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]>: > > > Songket Silungkang Pernah Mendapat Medali dari Ratu Belgia > > > > *PadangKini.com* | Minggu, 27/4/2008, 14:02 WIB > > > > *PADANG--*Songket Silungkang ternyata sudah lama di kenal. Bahkan pada > > 1910, ketika Silungkang masih di bawah kekuasaan Hindia Belanda, songket > > Silungkang pernah mendapat medali dari Ratu Belgia. > > > > "Medali ini diberikan oleh Ratu Belgia sewaktu Songket Silungkang ikut > > dalam pameran dagang di negara itu," kata Aina Mardiah, 50 tahun, pengusaha > > songket di Silungkang kepada PadangKini.com. > > > > Nagari Silungkang merupakan satu dari tujuh nagari di Minangkabau yang > > masyarakatnya secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu terkenal sebagai > > perajin tenun. > > > > Nagari lain di Sumatera Barat adalah Pitalah dan Sungayang (Tanah > > Datar), Pandaisikek (Tanah Datar), Kotogadang (Agam), Koto Nan Ampek, dan > > Kubang (Limapuluh Kota). > > > > Kegiatan perajin tenunan ini berkaitan dengan pasokan untuk pakaian > > adat, seperti acara pelantikan penghulu, dan pesta perkawinan. > > > > Namun saat ini hanya tinggal Silungkang, Kubang, dan Pandai Sikek saja > > yang masih tinggal tradisi menenun. Dari ketiga itu, hanya Silungkang dan > > Pandai Sikeklah yang lebih maju dalam melanjutkan tradisi menenun dengan > > tetap mewariskan kemahiran menenun kepada warganya, sehingga banyak warganya > > yang tetap menjadi penenun. > > > > Jenis motif tenunan songket Silungkang itu memiliki arti yang berkaitan > > dengan filosofi adat Minangkabau, seperti motif pinggir 'itiak pulang > > patang' (itik pulang petang) yang mengiaskan orang Minang 'seiya-sekata' > > atau bersatu. > > > > Di Silungkang saat ini terdapat 10 pengusaha tenun. Masing-masing > > pengusaha tenun bisa mempekerjakan 40 penenun yang umumnya perempuan muda. > > Dalam satu bulan seorang penenun bisa menghasilkan dua lembar kain untuk > > sarung atau selendang bermotif sederhana. *(yanti)* > > > > > > > > > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
