Sumbar, Solok dan Sawahlunto Masuk Nominasi RTTI 2008 Kamis, 15 Mei 2008
Jakarta, Padek-- Untuk memperbaiki iklim investasi di daerah, peran aktif kepala daerah mulai dari gubernur, bupati dan walikota sangat diperlukan sehingga pertumbuhan ekonomi berkembang dan menarik investasi baru. Karena, sejatinya pertumbuhan ekonomi di daerah harus mendapat dukungan pemerintah pusat untuk menghapuskan kesenjangan antara pusat dan daerah. “Karena itu, DPD mendukung peran aktif kepala daerah untuk mempromosikan daerahnya dalam rangka memperbaiki iklim investasi agar mampu berkompetisi dengan daerah lainnya,” ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman pada pembukan presentasi Regional Trade, Tourism and Investmen Award (RTTI Award) 2008 yang diselenggarakan DPD bekerja sama dengan Mark Plus Inc dan Indonesia Marketing Association (IMA) di Hotel Le Meredien Jakarta, Rabu (14/5). Menurut Irman, persoalan bangsa yang mendasar saat ini bagaimana mengatasi kesejahteraan rakyat antara lain soal kemiskinan, pembangunan ekonomi yang belum merata serta masih terjadinya kesenjangan antara pusat dan daerah. “Kesenjangan ekonomi antara pusat dan daerah ini terlihat antara lain melalui Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta jumlah perputaran uang secara nasional yang sebagian besar masih beredar di Jakarta dan Pulau Jawa,” beber Irman. Sekjen DPD Siti Nurbaya Bakar menambahkan, kegiatan RTTI Award 2008 ini bertujuan untuk memilih gubernur, bupati dan walikota yang memiliki kinerja terbaik di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi (TTI). Sembilan provinsi, 24 kabupaten dan 12 kota masuk nominasi RTTI 2008, termasuk Provinsi Sumbar, Kabupaten Solok dan Kota Sawahlunto. “Dalam ajang kompetisi ini dilakukan tahapan seleksi nominator dan penilaian atas penjelasan materi yang disampaikan langsung kepala daerah. Jadi, forum ini memberikan kesempatan kepada daerah untuk mempromosikan potensi daerah yang dimiliki dalam rangka menarik investasi baru,” katanya. Ia menjelaskan, ada beberapa kriteria penyampaian materi yang dilakukan kepala daerah seperti bidang pemerintah yang meliputi leadership practice, pengawasan dan pengendalian terhadap program kerja, potensi penyimpangan serta implementasi good corporate governance (GCG) di daerah. Sedangkan persoalan ekonomi menyangkut soal perdagangan antarpulau, GDP di daerah, pertumbuhan ekonomi daerah serta bidang investasi yang terkait dengan realisasi dan persetujuan PMA dan PMDN di daerah. Selain itu, juga menyangkut soal kunjungan jumlah turis wisman, nilai belanja turis dan lama berlibur wisatawan. “Melalui pemaparan yang dilakukan diharapkan daerah mampu membuka peluang investasi baru serta membangun strategi promosi dan pengembangan upaya untuk menawarkan potensi daerah di bidang perdagangan, pariwisata dan investasi di daerah,” ujar Siti Nurbaya. (jpnn) © 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
