Tg. 9 Mei yl., TVRI Nasional menayangkan diskusi ttg. sejarah kelam PRRI. 
  Saya tidak melihat dari awal acara diskusi tsb. akan tetapi ada kesimpulan 
akhir diskusi oleh sejarawan Gusti Asnan yang menyebutkan bahwa PRRI adalah 
pemberontak serta menekankan peranan CIA dalam peristiwa tersebut.
   
  Makna kata pemberontak di Indonesia sebelum kemerdekaan umumnya berkonotasi 
baik, tetapi sesudah kemerdekaan berkonotasi buruk. 
  Sebagai contoh, coba bandingkan arti kalimat-kalimat: pemberontakan 
Diponegoro, pemberontakan Peta dst. dengan pemberontakan Madiun, pemberontakan 
GAM, pemberontakan G30S/PKI, pembrontakan RMS dlsb.
   
  Karena PRRI terjadi sesudah kemerdekaan, maka generasi muda dapat saja 
menyimpulkan bahwa PRRI itu berkonotasi buruk di dalam sejarah bangsa Indonesia.
   
  Dari catatan kronologis terjadinya peristiwa dan pernyataan para pemimpinya 
serta lambang-lambang yang digunakan PRRI, tidak sedikitpun terdapat 
tanda-tanda pengkhianatan terhadap cita-cita proklamasi 1945, malahan 
sebaliknya yang terjadi yaitu prri menyelamatkan cita-cita proklamasi.
   
  27 Nopember 1956 para bekas pejuang kemerdekaan dari Sumatera Tengah yang 
tergabung di dalam Dewan Banteng setelah bermusyawarah, mengirim 5 orang utusan 
menemui presiden Soekarno guna menyampaikan berbagai permasalahan di daerah 
serta usul pemecahannya. Soekarno tidak bersedia menerima utusan tsb. 
   
  1 Desember 1956 wakil presiden M. Hatta mengundurkan diri; dengan demikian 
tamatlah istilah dwitunggal (lambang kerjasama Jawa dan luar Jawa saat itu. 
Hasil pemilu 1955 mencerminkan pola kepartaian Jawa dan luar Jawa).
   
  20 Desember 1956 terjadi alih-kekuasaan pemerintah propinsi Sumatera Tengah 
kepada Dewan Banteng secara damai di Bukittinggi.
  Sejak saat itu pembangunan di Sumatera Tengah berjalan sangat pesat sekali; 
gedung-gedung, rumah sakit dibangun bahkan bibit kuda pacu di impor guna 
meningkatkan mutu kuda di daerah ini. Ambo sebagai pelajar SMP klas 1, 
dikerahkan untuk bergotong royong membangun rumah sakit Batusangkar (sambil 
melihat kuda jantan yang bernama Gazal dan Amri yang katanya diimpor dari 
Australia). 
  1500 km jalan raya, 116 jembatan, 128 gedung, 69 gdg. SR dgn 290 lokal, 
SMP/SMEP 51 lokal dibangun di Sumteng. 3000 guru baru diangkat. Unand diberi 
bantuan 14 juta setahun sehingga mahasiswa meningkat 100% menjadi 1567 orang. 
Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) didirikan di Batusangkar. BKIA/BP 
dibangun sebanyak 45. Wali nagari diberi honorarium Rp. 200,- sd. Rp 1.240,- 
per bulan.  Gaji wali nagari ketika itu hampir sama dengan gaji Kepala Jawatan 
di Propinsi. Bank Pembangunan Daerah didirikan. Produksi padi meningkat 40.000 
ton.  
   
  4 Januari 1957 Komisi fact finding dari DPR RI merekomendasikan kepada 
pemerintah pusat agar penyelesaian masalah Sumetera Tengah dilakukan tanpa 
kekerasan, dwitunggal dikembalikan seperti semula dan terdapatnya kekecewaan 
masyarakat terhadap ketidak adilan pembangunan oleh pemerintah Pusat.
   
  10 Januari 1957 Konperensi Perwanest (Persatuan Walinagari Sumatera Tengah) 
di Padang pada mendeklarasikan: Hanya setan dan iblislah yang tidak sesuai 
dengan tindakan Dewan Banteng.
   
  23 Januari 1957 utusan pemerintah Pusat yang dipimpin Eny Karim disambut 
dengan demonstrasi 10.000 pelajar yang berdatangan dari seluruh pelosok 
Sumatera Barat. Pertemuan tsb. tidak menghasilkan kesepakatan karena karena ada 
tuntukan agar pemerintah pusat menghentikan politik adu domba.
  Selain itu Soekarno juga mengutus Hasyim Ning (pengusaha) menemui Ahmad 
Husein: Kepada utusan ini Ahmad Husein berucap: "Ah, bung Hasyim, tidak ada 
pikiranku, apalagi angan-anganku untuk memisahkan Sumatera Tengah dari Repuplik 
Indonesia. Kami hanya menuntut keadilan dan hak-hak kami kepada pemerintah Ali 
(P.M saat itu) bukan kepada Bung Karno." 
   
  1 Februari 1957 kongres Rakyat Sumatera Tengah tanpa aliran politik yang 
dipimpin oleh Jazid Abidin membentuk Badan Aksi Rakyat Sumatera Tengah. 
  Badan ini pada tanggal 5 Februari 1957 menyelenggarakan rapat yang belum 
pernah terjadi di Padang sebelumnya, yaitu menyelenggarakan rapat raksasa 
dihadiri lk. 100.000 orang yang berdatangan dari darek maupun pesisir dengan 
242 spanduk diantaranya bertuliskan: Timbul tenggelam bersama Dewan Banteng, 
Hancurkan Manusia Biadab Pemakan Daging Rakyat, Sikat Habis Pengacau Ekonomi, 
Rakyat bersedia menanggung akibatnya, Jangan mau berunding dengan pemerintah 
pusat untuk mempertahankan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. 
   
  21 Februari 1957 Juanda, perdana menteri yang baru ditunjuk membentuk Dewan 
Nasional dengan konsepsi persatuan Nasakom (Nasionalis/diwakili pengikut 
Soekarno/PNI, agama/diwakili oleh NU, dan kaum Komunis/PKI, inilah yang 
diistilahkan partai-partai Jawa). Soekarno yang ahli pidato menciptakan 
berbagai istilah seperti USDEK, MANIPOL, TAKARI, NEKOLIM dsb. yang semua 
istilah ini mendorong masyarakat agar tidak komunisto phobi dan berjiwa Nasakom.
  Kelak oleh Suharto PKI dibubarkan, PNI bersama partai yang beraliran nasional 
lainnya diubah menjadi PDI sedangkan NU kini membentuk PKB.
   
  12 Maret 1957 kongres adat se Sumatera di Bukittinggi
  14 Maret 1957 kongres ulama se Sumatera
  Kedua kongres ini menasehatkan kepada Bung Karno supaya dengan tulus dan 
ikhlas  menarik konsepsinya nasakom (nasionalis, agama, komunis) dan 
menyerahkannya kembali kepada konstituante; mempercayakan kepada Bung Hatta 
untuk membentuk kabinet tanpa Dewan Nasional.
   
  23 April 1957 perdana menteri Juanda ke Padang. Berbeda dengan yang 
disebutkan oleh sejarawan Gusti Asnan bahwa Juanda tidak disambut di Padang 
(Tabing) maka sejarawan Mestika Zed menuliskan dalam buku Biografi Ahmad Husein 
bahwa Juanda mengadakan pertemuan dengan para tokoh DB dan disambut dengan 
baik. Hal seperti ini tidak terjadi ketika kedatangan misi Eny Karim (meskipun 
dia berasal SB.). 
  Husein dengan tegas menyatakan kepada Juanda bahwa gerakan daerah bukanlah 
separatis.
   
  10 September 1957 Musyawarah Nasional yang tidak mendapat dukungan Nasution 
(KSAD). Nasution tidak membenarkan tindakan para panglima militer di daerah 
yang mengambil alih kekuasaan pemerintah.
   
  5 Oktober 1957 lahir Piagam Kota Perjuangan antara Husein, Barlian, Sumual 
untuk menentang ideologi komunis di Indonesia. Piagam ini sangat berlawanan dgn 
keinginan nasakom Soekarno.
   
  9 Januari 1958 pertemuan di Sungai Dareh yang merencanakan persiapan 
perlawanan bersama terhadap kemungkinan pusat menyerang daerah, si vis pacem, 
para bellum, bila ingin damai bersiaplah berperang.
  Nah, saat inilah baru CIA ikut membonceng dalam pertikaian internal anak 
bangsa untuk mencari kawan guna melawan komunisme blok Soviet. Jadi bukanlah 
Amerika atau CIA yang merencanakan perlawanan ini. 
  Hal ini bersesuaian pula dengan tuntutan partai luar Jawa yang menentang 
ideologi Nasakom-Soekarno di Indonesia. 
  Jauh sebelumnya Soekarno telah mencari bantuan ke Moskow, bahkan gosip 
mengabarkan ada perempuan sekelas Dewi yang terlibat untuk memuluskan kerjasama 
Soekarno dengan Moskow ketika itu.
  Bila CIA terlibat dalam PRRI maka rezim Soekarno mendapat dukungan penuh dari 
pusat komunis di Moskow (kemudian dari Peking) untuk mengembangkan ideologi 
nasakom.
   
  15 Februari 1958 deklarasi Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia di 
Padang. Untuk pertama kalinya saya mendengar langsung istilah: saudara-saudara 
setanah air dan sebangsa yang diucapkan Ahmad Husein ketika itu. Proklamasi ini 
mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Minangkabau kecuali kaum 
komunis.  yang menandakan dimulainya perang saudara. 
  Bendera yang digunakan kaum PRRI merah-putih. Setiap wali nagari di SB 
membubuhkan stempel nama nagarinya pada uang kertas yang beredar. Upacara 
peringatan proklamasi tetap diadakan di markas-markas PRRI.
   
  5 Juli 1959 Soekarno membubarkan konstituante. Perangai serupa diulangi pula 
kelak kemudian, saat menjelang kejatuhan Abdurrahman Wahid.
   
  24 Juni 1961 PRRI kalah dalam pertempuran bersenjata melawan kekuasaan rezim 
Soekarno ditandai dengan perletakan senjata oleh A. Husein di Solok.
   
  1961 sd. September 1965 kaum Nasakom yang dipimpin oleh rezim Soekarno 
berjaya, menangkap, memenjarakan tanpa diadili, memfitnah lawan-lawan 
politiknya.
   
  30 September 1965 pengkhinatan cita-cita proklamasi oleh G30S/pki, yang 
diatasi dengan penumpasannya oleh Jenderal Suharto. Terima kasih untukmu 
Suharto, semoga segala kesalahanmu diampuni Allah ! 
  Khusus untuk mengetahui keterlibatan Soekarno dalam peristiwa pengkhianatan 
ini silakan baca: Soekarno file karya Antonie Dake atau buku, Siapa menabur 
angin akan menuai Badai, karangan (maaf lupa !)
   
  37 tahun Suharto berkuasa, dengan segala kelebihan serta kekurangannya sudah 
sepatutnya kita terima dengan analisa/penilaian (pareso) yang tepat, lalu 
dirasokan untuk pribadi masing-masing. 
  Pasca Suharto atau periode reformasi: merupakan periode kemenangan perang 
saudara di pihak ideolog PRRI, meskipun 36 tahun yl kalah dalam pertempuran.
   
  Sebaiknya kemenangan ini segera diisi sebagaimana telah ditunjukkan oleh 
pendahulu kita 50 tahun yl. tanpa menjual/menggadaikan tanah dan air kepada 
investor asing.
  PRRI memberontak terhadap " pengkhianatan yang telah dilakukan rezim Soekarno 
kepada cita-cita proklamasi 1945".
  Silakan lihat kamus dan bandingkan makna kata berontak dengan kata khianat !
   
  Materi tulisan ini dikutip dari buku: Perlawanan seorang pejuang, biografi 
kolonel Ahmad Husein, karangan Mestika Zed dan Kehormatan bagi yang berhak, 
Bung Karno tidak terlibat G30S/PKI karangan Manai Sophiaan 
   
  Abraham Ilyas Lk. 63
  Webmaster/admin www.nagari.org dan www.nagari.or.id
   

       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke