Pak Abraham Ilyas yang ambo hormati, Kalau dapek ado saketek carito, satalah peri-peri tu urang-urang daerah pai manyerbu ka tanah Jawa hinggo sampai kini ko.
Kalau dapek diliek pulo hubungannyo jo Permesta <http://permesta.8m.net/sejarah.html> , dan buliah awak contoh caro mambuek website-no. Sarato ditutuik jo carito : Perjuangan PRRI-Permesta alah sampai pado tujuannyo dengan diterbitkannyo UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Tinggal tibo di awak untuak maisinyo lai. Baitu se nyo. Wassalam, -datuk endang --- In [EMAIL PROTECTED], Abraham Ilyas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Tg. 9 Mei yl., TVRI Nasional menayangkan diskusi ttg. sejarah kelam PRRI. > Saya tidak melihat dari awal acara diskusi tsb. akan tetapi ada kesimpulan akhir diskusi oleh sejarawan Gusti Asnan yang menyebutkan bahwa PRRI adalah pemberontak serta menekankan peranan CIA dalam peristiwa tersebut. > > Makna kata pemberontak di Indonesia sebelum kemerdekaan umumnya berkonotasi baik, tetapi sesudah kemerdekaan berkonotasi buruk. > Sebagai contoh, coba bandingkan arti kalimat-kalimat: pemberontakan Diponegoro, pemberontakan Peta dst. dengan pemberontakan Madiun, pemberontakan GAM, pemberontakan G30S/PKI, pembrontakan RMS dlsb. > > Karena PRRI terjadi sesudah kemerdekaan, maka generasi muda dapat saja menyimpulkan bahwa PRRI itu berkonotasi buruk di dalam sejarah bangsa Indonesia. > > Dari catatan kronologis terjadinya peristiwa dan pernyataan para pemimpinya serta lambang-lambang yang digunakan PRRI, tidak sedikitpun terdapat tanda-tanda pengkhianatan terhadap cita-cita proklamasi 1945, malahan sebaliknya yang terjadi yaitu prri menyelamatkan cita-cita proklamasi. > > 27 Nopember 1956 para bekas pejuang kemerdekaan dari Sumatera Tengah yang tergabung di dalam Dewan Banteng setelah bermusyawarah, mengirim 5 orang utusan menemui presiden Soekarno guna menyampaikan berbagai permasalahan di daerah serta usul pemecahannya. Soekarno tidak bersedia menerima utusan tsb. > > 1 Desember 1956 wakil presiden M. Hatta mengundurkan diri; dengan demikian tamatlah istilah dwitunggal (lambang kerjasama Jawa dan luar Jawa saat itu. Hasil pemilu 1955 mencerminkan pola kepartaian Jawa dan luar Jawa). > > 20 Desember 1956 terjadi alih-kekuasaan pemerintah propinsi Sumatera Tengah kepada Dewan Banteng secara damai di Bukittinggi. > Sejak saat itu pembangunan di Sumatera Tengah berjalan sangat pesat sekali; gedung-gedung, rumah sakit dibangun bahkan bibit kuda pacu di impor guna meningkatkan mutu kuda di daerah ini. Ambo sebagai pelajar SMP klas 1, dikerahkan untuk bergotong royong membangun rumah sakit Batusangkar (sambil melihat kuda jantan yang bernama Gazal dan Amri yang katanya diimpor dari Australia). > 1500 km jalan raya, 116 jembatan, 128 gedung, 69 gdg. SR dgn 290 lokal, SMP/SMEP 51 lokal dibangun di Sumteng. 3000 guru baru diangkat. Unand diberi bantuan 14 juta setahun sehingga mahasiswa meningkat 100% menjadi 1567 orang. Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) didirikan di Batusangkar. BKIA/BP dibangun sebanyak 45. Wali nagari diberi honorarium Rp. 200,- sd. Rp 1.240,- per bulan. Gaji wali nagari ketika itu hampir sama dengan gaji Kepala Jawatan di Propinsi. Bank Pembangunan Daerah didirikan. Produksi padi meningkat 40.000 ton. > > 4 Januari 1957 Komisi fact finding dari DPR RI merekomendasikan kepada pemerintah pusat agar penyelesaian masalah Sumetera Tengah dilakukan tanpa kekerasan, dwitunggal dikembalikan seperti semula dan terdapatnya kekecewaan masyarakat terhadap ketidak adilan pembangunan oleh pemerintah Pusat. > > 10 Januari 1957 Konperensi Perwanest (Persatuan Walinagari Sumatera Tengah) di Padang pada mendeklarasikan: Hanya setan dan iblislah yang tidak sesuai dengan tindakan Dewan Banteng. > > 23 Januari 1957 utusan pemerintah Pusat yang dipimpin Eny Karim disambut dengan demonstrasi 10.000 pelajar yang berdatangan dari seluruh pelosok Sumatera Barat. Pertemuan tsb. tidak menghasilkan kesepakatan karena karena ada tuntukan agar pemerintah pusat menghentikan politik adu domba. > Selain itu Soekarno juga mengutus Hasyim Ning (pengusaha) menemui Ahmad Husein: Kepada utusan ini Ahmad Husein berucap: "Ah, bung Hasyim, tidak ada pikiranku, apalagi angan-anganku untuk memisahkan Sumatera Tengah dari Repuplik Indonesia. Kami hanya menuntut keadilan dan hak-hak kami kepada pemerintah Ali (P.M saat itu) bukan kepada Bung Karno." > > 1 Februari 1957 kongres Rakyat Sumatera Tengah tanpa aliran politik yang dipimpin oleh Jazid Abidin membentuk Badan Aksi Rakyat Sumatera Tengah. > Badan ini pada tanggal 5 Februari 1957 menyelenggarakan rapat yang belum pernah terjadi di Padang sebelumnya, yaitu menyelenggarakan rapat raksasa dihadiri lk. 100.000 orang yang berdatangan dari darek maupun pesisir dengan 242 spanduk diantaranya bertuliskan: Timbul tenggelam bersama Dewan Banteng, Hancurkan Manusia Biadab Pemakan Daging Rakyat, Sikat Habis Pengacau Ekonomi, Rakyat bersedia menanggung akibatnya, Jangan mau berunding dengan pemerintah pusat untuk mempertahankan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945. > > 21 Februari 1957 Juanda, perdana menteri yang baru ditunjuk membentuk Dewan Nasional dengan konsepsi persatuan Nasakom (Nasionalis/diwakili pengikut Soekarno/PNI, agama/diwakili oleh NU, dan kaum Komunis/PKI, inilah yang diistilahkan partai-partai Jawa). Soekarno yang ahli pidato menciptakan berbagai istilah seperti USDEK, MANIPOL, TAKARI, NEKOLIM dsb. yang semua istilah ini mendorong masyarakat agar tidak komunisto phobi dan berjiwa Nasakom. > Kelak oleh Suharto PKI dibubarkan, PNI bersama partai yang beraliran nasional lainnya diubah menjadi PDI sedangkan NU kini membentuk PKB. > > 12 Maret 1957 kongres adat se Sumatera di Bukittinggi > 14 Maret 1957 kongres ulama se Sumatera > Kedua kongres ini menasehatkan kepada Bung Karno supaya dengan tulus dan ikhlas menarik konsepsinya nasakom (nasionalis, agama, komunis) dan menyerahkannya kembali kepada konstituante; mempercayakan kepada Bung Hatta untuk membentuk kabinet tanpa Dewan Nasional. > > 23 April 1957 perdana menteri Juanda ke Padang. Berbeda dengan yang disebutkan oleh sejarawan Gusti Asnan bahwa Juanda tidak disambut di Padang (Tabing) maka sejarawan Mestika Zed menuliskan dalam buku Biografi Ahmad Husein bahwa Juanda mengadakan pertemuan dengan para tokoh DB dan disambut dengan baik. Hal seperti ini tidak terjadi ketika kedatangan misi Eny Karim (meskipun dia berasal SB.). > Husein dengan tegas menyatakan kepada Juanda bahwa gerakan daerah bukanlah separatis. > > 10 September 1957 Musyawarah Nasional yang tidak mendapat dukungan Nasution (KSAD). Nasution tidak membenarkan tindakan para panglima militer di daerah yang mengambil alih kekuasaan pemerintah. > > 5 Oktober 1957 lahir Piagam Kota Perjuangan antara Husein, Barlian, Sumual untuk menentang ideologi komunis di Indonesia. Piagam ini sangat berlawanan dgn keinginan nasakom Soekarno. > > 9 Januari 1958 pertemuan di Sungai Dareh yang merencanakan persiapan perlawanan bersama terhadap kemungkinan pusat menyerang daerah, si vis pacem, para bellum, bila ingin damai bersiaplah berperang. > Nah, saat inilah baru CIA ikut membonceng dalam pertikaian internal anak bangsa untuk mencari kawan guna melawan komunisme blok Soviet. Jadi bukanlah Amerika atau CIA yang merencanakan perlawanan ini. > Hal ini bersesuaian pula dengan tuntutan partai luar Jawa yang menentang ideologi Nasakom-Soekarno di Indonesia. > Jauh sebelumnya Soekarno telah mencari bantuan ke Moskow, bahkan gosip mengabarkan ada perempuan sekelas Dewi yang terlibat untuk memuluskan kerjasama Soekarno dengan Moskow ketika itu. > Bila CIA terlibat dalam PRRI maka rezim Soekarno mendapat dukungan penuh dari pusat komunis di Moskow (kemudian dari Peking) untuk mengembangkan ideologi nasakom. > > 15 Februari 1958 deklarasi Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia di Padang. Untuk pertama kalinya saya mendengar langsung istilah: saudara-saudara setanah air dan sebangsa yang diucapkan Ahmad Husein ketika itu. Proklamasi ini mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Minangkabau kecuali kaum komunis. yang menandakan dimulainya perang saudara. > Bendera yang digunakan kaum PRRI merah-putih. Setiap wali nagari di SB membubuhkan stempel nama nagarinya pada uang kertas yang beredar. Upacara peringatan proklamasi tetap diadakan di markas-markas PRRI. > > 5 Juli 1959 Soekarno membubarkan konstituante. Perangai serupa diulangi pula kelak kemudian, saat menjelang kejatuhan Abdurrahman Wahid. > > 24 Juni 1961 PRRI kalah dalam pertempuran bersenjata melawan kekuasaan rezim Soekarno ditandai dengan perletakan senjata oleh A. Husein di Solok. > > 1961 sd. September 1965 kaum Nasakom yang dipimpin oleh rezim Soekarno berjaya, menangkap, memenjarakan tanpa diadili, memfitnah lawan-lawan politiknya. > > 30 September 1965 pengkhinatan cita-cita proklamasi oleh G30S/pki, yang diatasi dengan penumpasannya oleh Jenderal Suharto. Terima kasih untukmu Suharto, semoga segala kesalahanmu diampuni Allah ! > Khusus untuk mengetahui keterlibatan Soekarno dalam peristiwa pengkhianatan ini silakan baca: Soekarno file karya Antonie Dake atau buku, Siapa menabur angin akan menuai Badai, karangan (maaf lupa !) > > 37 tahun Suharto berkuasa, dengan segala kelebihan serta kekurangannya sudah sepatutnya kita terima dengan analisa/penilaian (pareso) yang tepat, lalu dirasokan untuk pribadi masing-masing. > Pasca Suharto atau periode reformasi: merupakan periode kemenangan perang saudara di pihak ideolog PRRI, meskipun 36 tahun yl kalah dalam pertempuran. > > Sebaiknya kemenangan ini segera diisi sebagaimana telah ditunjukkan oleh pendahulu kita 50 tahun yl. tanpa menjual/menggadaikan tanah dan air kepada investor asing. > PRRI memberontak terhadap " pengkhianatan yang telah dilakukan rezim Soekarno kepada cita-cita proklamasi 1945". > Silakan lihat kamus dan bandingkan makna kata berontak dengan kata khianat ! > > Materi tulisan ini dikutip dari buku: Perlawanan seorang pejuang, biografi kolonel Ahmad Husein, karangan Mestika Zed dan Kehormatan bagi yang berhak, Bung Karno tidak terlibat G30S/PKI karangan Manai Sophiaan > > Abraham Ilyas Lk. 63 > Webmaster/admin www.nagari.org dan www.nagari.or.id --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
