Pendapat tentang gerakan perempuan seperti yang dituliskan oleh Adinda Anggun 
Gunawan ini sangat jarang terdengar, bahkan nyaris tak pernah ada. Saya ndak 
tau, apakah memang ada upaya pembungkaman atau memang sudah banyak perempuan 
Indonesia yang keracunan Style Globalism ini. 
Betul dan sangat tepat apa yang diungkapkan oleh Adinda Anggun. Bahkan kalo 
boleh Saya menambahkan, bahwa gerakan aktifis perempuan saat ini tidak 
semata-mata atau berhenti pada Justifikasi korban kapitalisme, tapi lebih dari 
itu, Mereka adalah antek-antek penjajah, Mereka menjajah melalui segala bidang 
dan sendi, seperti melalui Issue jender, KDRT, HAM, porno aksi/porno grafi dll. 
Selain itu, mereka juga melakukan penjajahan dengan melalui gaya hidup 
(pakaian, makanan, hobby, sikap prilaku), dan tidak kalah penting, menetapkan 
penggunaan bahasa inggris/asing yang dikesankan sebagai simbol modernitas dsb.
Untuk semua itu, saya hanya melihat, bahwa dibalik semua ini adalah gerakan 
NEOLIB.  Indikasinya sudah terbaca, diantaranya seperti yang diungkapkan oleh 
adinda anggun, ditambah lagi dengan tuntutan mereka soal kawin sejenis, boleh 
kumpul kebo, perempuan berhak untuk tidak hamil/tidak menyusui, perempuan 
menjadi kepala rumah tangga dsb.
Kebebasan yang sebebas-bebasnya adalah cita-cita mereka. Bebas dari hukum 
Tuhan, bebas dari etika, tata krama, budaya, nasionalisme dsb. 
Berangkat dari sini, sudah barang tentu hal ini menjadi keprihatinan tersendiri 
manakala Tokoh2 cendikiawan, ulama, kaum moralis dll hanya menutup mata dan 
pura2 tidak tau.
Terakhir buat Adinda Anggun, bahwa mereka bukanlah aktifis Gadungan, mereka 
adalah asli Aktifis, mereka aktifis yang menyusup ke dalam wilayah kita. Salah 
satu Indikasinya adalah, mereka dibiayai secara berlebihan untuk operasional 
melakukan gerakannya.
 
Wassalam
 
Eddy Piliang> Date: Mon, 12 May 2008 07:01:23 +0000> From: [EMAIL PROTECTED]> 
To: [email protected]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Buat Aktivis 
Perempuan Minang> > > Teristimewa Bagi Aktivis Perempuan> > Zaman saat ini 
sulit untuk dicerna oleh akal sehat. Banyak hal-hal> yang sebenarnya aneh namun 
telah menjadi suatu hal yang biasa> dilakukan oleh masyarakat Indonesia.> 
Perkembangan pemikiran dewasa ini, juga mendaftarkan suatu pemikiran> baru yang 
mencoba untuk mengembalikan hak-hak perempuan yang selama> ini ditenggarai 
telah direndahkan dan diabaikan oleh sistem sosial> yang ada. Perlakuan 
diskriminatif terhadap perempuan telah mendapat> perhatian yang cukup besar 
bagi kalangan aktivis perempuan yang secara> ideologis terpengaruh oleh paham 
feminisme.> > Menarik ketika mencermati sepak terjang yang dilakukan oleh 
aktivis> perempuan ini. Mereka banyak mengusung wacana kesetaraan jender,> 
kekerasan rumah tangga, dan ajaran-ajaran agama yang menurut mereka> telah 
melegalisasi penindasan terhadap perempuan. Salah satu kasus> yang mendapat 
perhatian sangat intens dari aktivis ini adalah masalah> poligami. Menurut 
mereka poligami adalah salah satu bentuk perlakuan> tidak adil agama terhadap 
perempuan.> > Namun, ada satu hal yang mungkin dilupakan oleh aktivis 
perempuan.> Mereka cendrung menganggap budaya patriakhi sebagai penyebab atas> 
penindasan terhadap perempuan. Mereka seakan menutup mata atas suatu> fenomena 
yang saat ini luar biasa mengejala di masyarakat perempuan> terkait dengan 
masalah pakaian. Sekarang ini kita disungguhnya> pemandangan yang "menstimulan" 
syaraf penglihatan oleh> perempuan-perempuan yang memakai pakaian serba ketat 
dan serba> kekurangan. Sehingga kita bisa menyaksikan secara leluasa lekuk 
tubuh> dari seorang wanita meskipun oleh mengenakan pakaian. Puser yang> 
tampak, celana dalam yang tampak bukanlah suatu yang membuat mereka> risih. 
Malah sebaliknya, mereka begitu bangga memperlihatkan tubuh> mereka kepada 
siapapun, termasuk laki-laki. Kenyataan ini telah> mewabah luar biasa.> > Pada 
dataran yang lebih tinggi, kontes-kontes pemilihan putri> Indonesia, miss Word, 
Miss Universe, perlombaan cover girl dan bintang> media, yang menonjolkan aspek 
kecantikan seorang wanita menjadi> sasaran yang dijadikan sebagai jenjang 
pencapaian oleh para wanita.> > Yang menjadi pertanyaan penulis adalah kenapa 
para aktivis perempuan> tidak melihat ini sebagai bentuk pelecehan terhadap 
perempuan. Tidak> pernah kita dengar aktivis perempuan melakukan pengkutukkan 
dan> perlawanan terhadap kontes-kontes semacam ini dan tetap membiarkan> produk 
pakaian kapitalis dan hedonis terus merasuk meninabobokan> perempuan dalam 
jerat pamer kecantikan dan keindahan tubuh. Mengapa> aktivis perempuan tidak 
melakukan perlawanan terhadap praktek-praktek> prostitusi dan pacaran yang akan 
menjadikan perempuan sebagai> pelampiasan seks para pria. Mengapa aktivis 
perempuan tidak menyerukan> penutupan tempat-tempat hiburan yang menjadikan 
wanita sebagai daya> tarik dan objek eksploitasi.> > Memang mereka tidak akan 
bersuara untuk itu. Karena mereka bukanlah> aktivis perempuan sejati. Mereka 
hanya menginginkan kepopuleran bukan> sebuah perbaikan yang signifikan. Mereka 
menyalahkan sistem, tapi tak> melakukan upaya penyadaran yang serius terhadap 
perempuan akan harga> diri dan martabat mereka. Atau jangan-jangan mereka 
adalah bagian dari> kapitalis itu sendiri yang menjadikan agama sebagai musuh 
utama,> karena agama telah menghambat laju kapitalis dalam meraih keuntungan.> 
Karena agama membuat orang independen dan tidak terpengaruh oleh> tendensi 
ekonomi yang itu sangat dibenci oleh kapitalis. Oleh karena> itu, tidak salah 
kenapa saat seorang alim ulama kenamaan Indonesia> melakukan poligami, mereka 
menyerukan untuk menolak dan mencela pelaku> poligami. Sedangkan ketika kontes 
cantik-cantikan mereka diam seribu> bahasa.> > Akhirnya kita akan mengetahui 
siapa mereka sebenarnya...> Mereka hanyalah aktivis perempuan gadungan...> > 
Oleh: Anggun Gunawan (23th - male)> Filsafat UGM > 
http://grelovejogja.wordpress.com> > > 
_________________________________________________________________
Easily edit your photos like a pro with Photo Gallery.
http://get.live.com/photogallery/overview
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke