Sanak Sapalanta
Sekedar selingan tulisan ini saya Edit Ulang lagi
Semoga Berkenan, pegang Balon masing2 jangan meletus DOORRR!!
Salam-Andi J (43 +, Pku)
----------------------------------------
BALONKU WARNA WARNI
Oleh : Andi Jupardi
Balon ku, begitu sebuah judul lagu anak-anak dari jaman dulu sampai saat
ini, bahkan sebuah lagu abadi sepanjang masa bagi anak-anak.Indonesia dimanapun
berada. Boleh dikatakan juga lagu wajib diberbagai kesempatan acara kumpul
bocah. Coba simak diacara ulang tahun anak-anak, ketika mereka berkumpul dengan
segala keluguannya, entah berapa kali ulangan lagu ini dinyanYikan sang bocah.
Disaat acara dimulai sampai kumpul bocah ini bubar, semua bocah begitu
bersemangat menyanyikan lagu ini, Bahkan seorang bocah yang tidak berselera
untuk bernyanyi pada acara tersebut, kata lainnya memang si anak ini nggak ada
bagus-bagusnya untuk bernyanyi. Jauh lebih menarik bagi dia saat acara kumpul
bocah ini berlangsung mengganggu teman-temannya dengan segala keusilannya atau
diam seribu bahasa di pangkuan ibunya ketika bocah yang lain bertepuk
tangan,.bersorak., .berteriak girang dan meloncat kesana kemari..
Giliran si bocah usil dan pendiam ini dipaksa menyanyi pada acara ulang tahun
tersebut mungkin dengan iming-iming aneka hadiah entah itu kue, biskuit,
bon-bon aneka warna dan rasa serta coklat yang yang dibungkus dalam plastik
berpita. Bingkisan ini akan dibagikan setelah acara selesai dari bocah yang
punya hajat. Apaboleh buat tidak ada pilihan gertakan bakalan tidak dapat
bingkisin dari pembawa acara membuat si usil dan pendiam terpaksa dengan
langkah berat menuju panggung.
Sebuah siksaan yang dirasa oleh bocah ini ketika dipaksa menyanyi. Jika
membayangkan bingkisan yang menggiurkan, langkah berat kedepan untuk bernyanyi
sirna.. "ya aku harus bernyanyi" si Bocah membathin. "Mau nyanyi apa sayang??"
begitu bujukan sipembawa acara. Si bocah menjawab dengan wajah polos dan
tersipu malu " Nanyi Balonku". Weleh...padahal 4 atau 5 kali telah dinyanyikan
Bagi bocah yang "tidak punya selera bernyanyi" mungkin lebih tepat dikatakan
berteriak di panggung dari pada bersenandung dengan lagu balonku yang hanya
lagu tersebut paling hapal dikepalanya. Saat di beri aba-aba oleh pembawa acara
"Ayo sayang bernyanyi..satu..dua..tiga" suara si bocah berteriak seperti orang
yang sedang berdemo dalam menyanyikan lagu balonku ini. Dia tidak peduli dengan
musik pengiring yang selalu sibuk mencari nada dasar si bocah dalam menyanyi.
Meletus balon hijau....semua bocah..berteriak..Doooorrrrr!!! si Bocah
mengakhiri lagunya sekenanya. Tanpa dikomando si bocah berlari dari panggung,
"siksaan" bernyanyi telah berlalu dan bingkisan pasti kudapat begitu kata
hatinya Si Bocah masih lugu, tentunya tanpa bernyanyipun didepan panggung
bingkisan tersebut tetap dibawanya pulang
Nah ketika nyanyi balonku di alunkan dalam sebuah acara Televisi Lokal kita
Yang bertajuk "Open House di Republik Mimpi" Salah seorang pelaku dalam acara
tersebut yaitu Gus Pur yang berlagak dan bertingkah seperti Gus Dur hatinya
terbakar dan panas, sebuah protes dilayangkan Gus Pur , ketika lagu balonku
dikumandangkan dengan gegap gempita pada acara tersebut
Disaat para penyanyi dengan lantangnya berteRiak pada bagian lirik lagu
tersebut yaitu "Meletus balon hijau, Doorrr!!!, hatiku sangat kacau" Gus Pur
protes dan berkata
"Ya..skali-skali mbok balon kuning meletus...ini balon hijau terus"
Hmmm..sebuah humor politik yang menyenangkan dan berselera dilontarkan oleh
Gus Pur. Saat ini balon kuning begitu gagah mengudara paling tinggi diantara
aneka warna balon lain, sebut saja balon merah, biru, hijau, putih dan hitam.
Balon-balon tersebut saling berharap kalau perlu bukan satu warna yang meletus
2 atau 3 warna...atau lebih yang meletus.
Tahun 2009 balon aneka warna tersebut akan mengudara, bukan lima seperti
lirik lagu anak-anak sepanjang masa tersebut, bisa jadi puluhan dengan warna
semarak. Kuning, merah, hijau, biru, putih, hitam. ungu, coklat, biru pupus,
biru tua,, merah darah membara, merah pucat pasi, bahkan warna yang belum
"teridentifikasi" siap tampil menghiasi langit Nusantara
Balon kuning berharap..balon hijau dan biru meletus, si hijau menginkan
balon merah meletus lalu si merah..menggebu-gebu kalau perlu semua balon
meletus atau paling tidak cukup si kuning mendampinginya mengudara di
ketinggian. Sementara si hitam putih perjaya diri kamilah yang terbaik silahkan
warna lain mengudara tanpa meletus sedangkan warna lain dan warna yang belum
"teridentifikasi" cukup puas berada dipinggiran bisa jadi sudah meletus lebih
dahulu sebelum mengudara
Lagu balonku dengan aneka warna di Tahun 2009, sungguh tidak menarik lagi
dinyanyikan. Menghabiskan energi, waktu, biaya, tenaga dan segalanya.
Penonton..hanya terhibur dan silau sesaat dengan warna-warni penuh harapan
ketika balon tersebut mengudara
Alangkah bagus dan menariknya jika balon tersebut cukup lima warna seperti
lagu sang bocah bahkan dengan suara parau dan sumbang sekalipun dinyanyikan
masih enak di dengarkan. Sungguh tidak menarik lagi dengan puluhan warna mari
kita nyanyikan
"Balonku ada empat puluh..mmm...kurang enak dan tidak harmoni" bandingkan
dengan "Balonku ada lima...pas". Seandainya ingin ditambah jumlahnya dan masih
enak didengar kuping mungkin lirik tersebut diubah menjadi Balonku ada enam
atau tujuh, ketik bergerak jumlahnya jadi delapan, sembilan, sepuluh, dua
puluh , tiga puluh bahkan sampai empat puluh maka lagu tersebut semakin kacau
di udarakan.
Belum lagi menyebutkan warnanya habis waktu..dan energi mari kita coba lagi
"rupa rupa warnanya..merah kuning..hijau. hitam, putih, coklat, biru, ungu,
merah darah, merah pucat pasi dan seterus, sangat sumbang untuk dinyanyikan.
Apa boleh buat kita memang suka banyak warna di tahun 2009, walau terkadang
dengan nada sumbang penuh kekacauan masih saja kita nyanyikan, ketika balon
tersebut mengudara. Pegang warna balon anda masing-masing, jangan sampai
meletus....Doooooorrrrrrr!!!
Yang abadi memang lagu Balonku..si Bocah, cukup ada lima baik jumlah dan
warnanya, walau balon hijau yang meletus. Jika pun diganti..lirik lagu tersebut
warna kuning atau merah...yang meletus, apa peduli bagi si bocah. Bagi mereka
seperti acara ulang tahun tersebut, hati mereka bahagia..riang gembira. Pulang
kerumah bawa bingkisan yang siap nantinya dibagikan buat adik dan kakaknya.
Balon kami cukup lima dan itu membuat hati kami senang dan bahagia, tidak
seperti balon orang tuaku aneka warna yang selalu ribut dan meletus,
kadang-kadang janji tinggal janji, setelah "acara bubar" semua bingkisan
dibawa lari tidak ada lagi yang kami dapatkan , bahkan sisa-sisa remah sekalipun
Semoga harapan itu masih ada dipesta demokrasi tahun 2009 dengan aneka balon
warna warni, usai pesta masih ada bingkisan yang membuat kita bahagia dan
sejahtera.Bingkisan tersebut berisikan Pendidikan , Kesehatan gratis,
terbukanya lapangan kerja serta murahnya kebutuhan hidup sehari-hari. seperti
acara ulang tahun bocah dengan balonku ada lima beserta bingkisan aneka rupa
yang membuat mereka bahagia
***
Pekanbaru, 19 Mei 2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---