Assww..Uda Syaaf..Paralu kito sacapenyo untuk mamacahkan masalah ko..kito yakin 
bona..Masa depan nagari dibutuhkan manusia yg berkwalitas,bukan manusia nan 
pamabuak,kito butuh manusia nan bakualitas..khususnya utk Ranah Minang yg kito 
cinto,masalah moral jo pendidikan adalah modal utama,kami salut atas perhatian 
uda,yg selalu saya ikuti di Rn ini..mudah2an pemerintah jo masyarakat manyadari 
masalah ko..wass Rainal Rais (L 64+)



----- Original Message ----
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
To: Rantau Net <[email protected]>
Sent: Tuesday, May 20, 2008 14:00:44
Subject: [EMAIL PROTECTED] Puncak gunung es perubahan di Ranah.


Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
 
Saya kirimkan copy berita harian Padang Ekspres di bawah ini sebagai bahan 
renungan betapa telah banyaknya perubahan di Ranah yang kita cintai. [Sebagian] 
sanak kita di desa bukan saja tidak malu-malu lagi meminum minuman keras, 
tetapi juga aktif menyerang aparat keamanan yang melakukan razia terhadap 
penjualan minuman keras tersebut.

Bisa terjadi bahwa peristiwa tersebut adalah suatu 'puncak gunung es' dari 
perubahan besar yang sudah terjadi di bawah permukaan. Saya berharap suatu saat 
ada yang bersedia melakukan penelitian yang komprehensif tentang perubahan 
sosial ini -- dan kalau bisa perubahan kejiwaan -- yang sudah terjadi di Ranah.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, sementara di Dallas, Texas, USA)

Tim Penertiban Diserang Massa, Diduga Ada Yang Tidak Senang Warung Miras 
Ditutup  
 
PadangEkspres, Senin, 19 Mei 2008  
Limapuluh Kota, Padek-- Aparat gabungan yang terdiri dari anggota TNI, Polisi, 
Polisi Militer, dan Satpol PP Limapuluh Kota nyaris celaka, ketika menertibkan 
warung yang menjual minuman keras (miras) di Mangilang, Kecamatan Pangkalan, 
Limapuluh Kota, dini hari kemarin. Saat akan menertibkan warung tersebut, 
sejumlah warga melakukan perlawanan yang cenderung anarkis, sehingga aparat 
terpaksa membatalkan penertiban, karena harus menyelamatkan diri. 
Ini merupakan peristiwa yang kedua kalinya, setelah sebelumnya, aparat yang 
akan melakukan penertiban diserang sejumlah warga.  Kepala Kantor Satpol PP 
Limapuluh Kota, Indra Nazwar diwakili Deki Yusman, Kepala Seksi Operasional  
Satpol PP Limapuluh Kota yang memimpin operasi Tim SK 4 (Ketertiban) 
mengatakan, penyerangan terhadap petugas terjadi persis saat mereka sedang 
menertibkan kedai kopi miliki Man (35). Di warung itu diduga kuat dijual miras 
jenis wisky. 
"Mungkin tidak senang atas penertiban itu, ratusan warga menyerang petugas. Di 
antaranya ada yang menyiapkan batu dan rantai sepeda motor. Akibatnya, bagian 
belakang mobil petugas dilempari dengan batu dan mengalami kerusakan berat. 
Untung saja, dalam kejadian yang hanya berlangsung dalam 15 menit itu, tidak 
ada korban jiwa," kata Deki. 
Menurut Deki, dalam razia yang digelar secara dadakan itu, awalnya tim akan 
menyergap sebuah lokasi tempat mangkalnya pekerja seks komersial (PSK) di 
Sibumbuang, Kenagarian Tanjung Balik, Pangkalan yang banyak dilaporkan telah 
meresahkan masyarakat sekitar. Namun sebelum sampai di lokasi tujuan, ketika 
melewati Mangilang, tiga unit mobil petugas melihat sekitar 15 orang warga 
sedang mabuk-mabukan di pinggir jalan. Menyadari tugas penertiban itu, petugas 
kembali dan mengepung lokasi kedai yang izinnya hanya untuk minuman kopi itu. 
Deki Yusman,Kepala Seksi Operasional Satpol PP Limapuluh Kota  memperlihatkan 
barang bukti berupa Bir Hitam dan Wisky yang diamankan tim SK 4 di Mangilang 
Minggu dini hari kemarin.
Ternyata selain mabuk-mabukan, di antara belasan warga itu juga terdapat tiga 
orang wanita yang sedang melayani pengunjung. Saat itu juga, petugas langsung 
meminta identitas masing-masing pengunjung. Ternyata ketiga wanita itu tidak 
memiliki identitas diri. 
"Karena  tidak memiliki identitas, kami langsung menaikkannya ke mobil untuk 
diamankan ke kantor Satpol PP di Payakumbuh. Bersamaan dengan tiga wanita itu, 
juga diamankan dua dus miras bir hitam dan wisky. Namun saat penertiban itulah, 
puluhan bahkan  mungkin mencapai ratusan warga lainnya datang secara tiba-tiba. 
Di antaranya ada yang membawa batu, rantai dan sejumlah senjata tajam lainnya. 
Mereka langsung menyergap petugas dan menolak penertiban itu," kata Deki. 
Melihat gelagat yang tidak baik itulah, maka Deki langsung memerintahkan 
petugas lainya untuk naik ke dalam mobil mengamankan diri.. Saat tarik-tarikan 
itu, dua wanita yang  sudah berada di dalam mobil, sempat ditarik keluar. 
Tinggal satu orang yakni berinisial "SK" (18) yang bisa dibawa petugas. 
"Setelah sempat bersitegang dengan warga itulah, kami langsung menjauhi lokasi. 
Saat menyelamatkan  diri itu, mobil petugas masih sempat dilempari dan 
dikejar," tukuk Deki. 
Dikirim ke Sukarami
Usai melakukan pembinaan terhadap "SK" oleh Kepala Seksi Penyuluh Satpol PP 
Limapuluh Kota, Hardiwan, "SK" langsung dikirim ke Balai Rehabilitasi Wanita 
Sukarami. Menurut Deki, pihak Satpol PP telah berkoordinasi dengan pemerintah 
nagari Mangilang dan pemuda, atas kejadian itu. Pihak nagari telah menyetujui, 
kepada pelaku kriminal, seperti "SK" itu dikirim ke Sukarami. "Kita telah 
koordinasikan dengan walinagari Mangilang. Saat kita tunggu-tunggu di Kantor 
Satpol PP, ternyata tidak satupun keluarga 'SK' yang datang menjemput. Karena 
itu, setelah melakukan pembinaan, kita langsung antar 'SK' ke Sukarami sore 
kemarin," kata Deki. 
Aksi anarkis terhadap petugas itu, adalah untuk kedua kalinya di Mangilang. 
Setelah dua tahun silam, saat petugas SK 4 juga melakukan penertiban di sebuah 
warung kopi yang juga menyediakan miras, dikejar warga. Namun bedanya, dalam 
razia kemarin, petugas berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti.  Bahkan 
saat itu, jumlah massa mencapai dua ratus orang. 
Untuk menyelamatkan diri, sejumlah petugas sempat menyelamatkan diri ke dalam 
hutan-hutan di sekitar Mangilang. Anehnya atas kejadian itu, tidak didengarkan 
kabar, tindak lanjut dari perlawanan atas petugas itu. Diduga karena mendapat 
angin karena petugas tidak berani menertibkan Mangilang, maka meletus vesi 
Mangilang Dua yang juga hampir menyebabkan sekitar 20 orang petugas disandra. 
"Saya Dibiarkan Orangtua"

Kepada petugas Pol PP saat diperiksa "SK" mengaku bekerja di kedai kopi Man 
sebagai pelayan. Bahkan ia juga mengakui, menjalin hubungan suami istri di 
kedai itu dengan pria lainnya.  "Saya memang bekerja sebagai pelayan di kedai 
Man itu. Kadang-kadang kalau ada pengunjung yang 'ngajak jalan', saya jalan dan 
mengikuti kemanapun pergi," aku "SK" kepada petugas.

Diakuinya, ia setiap malam datang ke warung kopi Man itu dan menemani pria yang 
sedang meminum minuman keras. Ia dijemput oleh salah seorang teman wanita 
lainnya yang juga berprofesi sama. Saat kejadian, ia sedang menemani salah 
seorang pengunjung yang sedang mabuk. "Saya dijemput setiap malam untuk 
menemani pria yang minum di kedai Man. Perbuatan ini sudah diketahui orangtua 
saya. Awalnya memang saya dilarang. Tapi karena tidak mau berhenti, maka kini 
kedua orangtua saya membiarkan saja," (jon/frv)  
  


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke