Muhammad Natsir Menulis
10 Februari 2008

Kita  sering  termangu,  mendengar kiprah dan karya para tokoh pejuang
Islam. Prestasi dan jejak juangnya melampui usia biologisnya. Kali ini
mari  kita  susuri  sejenak  sekelumit langkah dari perjalanan panjang
seorang  pejuang  Islam  yang dekat dengan kita, tidak jauh-jauh ya di
Indonesia ini saja, meski berselisih beberapa generasi.

Adalah DR. Muhammad Natsir, seorang ulama pejuang, yang menulis banyak
artikel  dan  buku  di  tengah-tengah  padatnya  aktivitas perjuangan,
politik  dan  pemerintahan  serta  dakwah dan pembinaan umat. Diantara
tulisannya adalah

1. Fiqhud Da wah (Fikih Dakwah)
2. Ikhtaru Ahadas Sabilain (Pilih Salah Satu dari Dua Jalan)
3. Shaum (Puasa)
4. Al-Maratul Muslimah Wa Huququha (Hak-Hak Wanita Muslimah)
5. Al-Hadhoroh Al-Islamiyah (Peradaban Islam)
6. Al-Bina  Wasthal Anqadh (Membangun di Tengah Reruntuhan)
7. At-Tarkib At-Thabaqi lil Mujtama  (Struktur Sosial Masyarakat)
8. Ats-Tsaurah Al-Indunisia (Revolusi Indonesia)
9. Qadhiyatu Falisthin (Masalah Palestina)
10. Hal Yumkinu Fashlud Din  Anis Siyasah? (Mungkinkah Agama Dipisahkan dari 
Politik?)
11. Ishamul Islam Fil Silmi Al- Alami (Sumbangsih Islam pada Perdamaian 
Internasional)
12. Al-Mal Was Sulthah Wal Mal Amanatun (Harta dan Kekuasaan adalah Amanah)
13. Ibdzarul Budzur (Taburlah Benih)
14. Al-Islam Wan Nashraniyah Fi Indunisia (Islam dan Kristen di Indonesia)
15. Thuba Lil Ghuraba (Berbahagialah Orang-Orang yang Terasing)
16. Al-Yadul Lati Lam Yataqabbalaha Ahad (Tangan yang Belum Dicium oleh Seorang 
pun)
17. Al-Iman Mashdarul Quwwah Azh-Zhahirah Wal Bathinah (Iman Sumber Kekuatan 
Lahir Batin)
18. Al-Khaufu Wal Isti mar (Ketakutan dan Penjajahan)
19. Hina La Yastajabud Du a (Ketika Do a Tidak Dikabulkan)
20. Ad-Dinu Wal Akhlaq (Agama dan Moral)
21. Ad-Da atu Wal Inma (Dakwah dan Perkembangan)
22. Khutbah Idul Fithri
23. Ma al Ilam Nahwa Indunisia Al-Mustaqbalah (Bersama Islam Menuju Indonesia 
Masa Depan)
24. Tahta Zhilalir Risalah (Dibawah Naungan Risalah)
25.  Zayyinud  Dunya bi A malikum Wa adhiul  Ashra bi Imanikum (Hiasai
Dunia dengan Amal Kalian dan Sinari Masa dengan Iman Kalian)

26.  Ahyu  Ruhul  Mitsaliyah  Wat  Tadhiyah  Marratan  Ukhra (Hidupkan
Kembali Semangat Keteladanan dan Pengorbanan)

27. Al-Islam Wa Hurriyatul Fikr (Islam dan Kebebasan Berpikir)
28. Al-Islam Ka asasid Daulah (Islam Sebagai Dasar Negara)
29. Islam Sebagai Idiologi
30. Al-Qalaqur Ruhi Fi Diyaril Gharb (Kegelisahan Batin di Negeri-Negeri Barat)
31. Al-Masjid Wal Qur an Wal Indhibath (Masjid, Qur an dan Kedisiplinan)
32. Ats-Tsaqafah Al-Islamiah

Dikutip dari buku Mereka Yang Telah Pergi 

Subhanallah,  banyak  sekali.  Tapi itu belum semua. Natsir juga rajin
menulis untuk majalah terkemuka seperti Pembela Islam, Panji Islam, Al
Manar dan Pedoman Masyarakat.

Dalam   tulisan-tulisannya   di   media   massa,  Natsir  membela  dan
mempertahankan   Islam  dari  serangan  kaum  nasionalis  yang  kurang
mengerti  Islam  seperti  Ir.  Sukarno  dan  Dr. Sutomo. Khusus dengan
Sukarno,  Natsir  terlibat  polemik  hebat  dan  panjang  antara tahun
1936-1940an  tentang  bentuk  dan  dasar  negara  Indonesia  yang akan
didirikan.  Natsir menolak ide sekularisasi dan westernisasi ala Turki
di  bawah  Kemal  Attaturk  dan  mempertahankan ide kesatuan agama dan
negara.   Tulisan-tulisannya   yang  mengeritik  pandangan  nasionalis
sekuler  Sukarno  ini kemudian dibukukan bersama tulisan lainnya dalam
dua jilid buku Capita Selecta.

Soekarno :
      apa  yang  telah  diutarakan  saudara  Natsir sebelumnya sungguh
   menarik. Hanya saja saya berpendapat bahwa di dalam memahami ajaran
   agama, kita perlu menggunakan akal / rasio. Sebagai contoh, menurut
   ajaran  Islam,  kalau seorang Muslim anggota badannya terjilat oleh
   anjing,  maka  untuk  menghilangkan  najis  akibat  air liur anjing
   tersebut,  anggota  badan  tersebut  harus  dibasuh  7  kali, salah
   satunya  dengan menggunakan debu/tanah. Menurut hemat saya, apabila
   ajaran ini kita pahami dengan rasio, saya rasa akan lebih baik jika
   anggota  badan  tersebut  dibasuh  beberapa kali, lalu di sabun dan
   diberi  karbol . Saya rasa ini akan lebih hiegenis.

Natsir :
   Buah pikiran yang telah dikemukakan saudara Soekarno memang menarik
   untuk  direnungkan.  Akan  tetapi  menurut  pemahaman  saya sebagai
   seorang  Muslim,  yang  lebih  baik  adalah:  bagian  anggota badan
   tersebut  tetap dibasuh 7 kali, dan salah satunya tetap menggunakan
   tanah,  sehingga  memenuhi  syarat kesucian berdasarkan agama. Lalu
   boleh  ditambahkan  penggunaan  sabun  dan  karbol, supaya memenuhi
   syarat berdasarkan kesehatan.

Saat menulis di majalah Pembela Islam, Natsir menggunakan nama samaran
A.  Moechlis.  Bukunya  yang  lain adalah Cultuur Islam (1936) ditulis
oleh  Muhammad  Natsir  bersama Porf. C.P. Wolf Kemal Schoemaker dalam
bahasa  Indonesia. Juga ada Mohammad als Proveet (1931), Gauden Regels
Regels  uit  den Quran (1932) dan De Islamietische Vrouw en haar Recht
(1933).

Dan  itu  semua  juga  belum semuanya. Meski kehidupan Muhammad Natsir
banyak  dihabiskan  dalam  perjuangan, pendidikan, politik, dakwah dan
penjara,   karya   tulisnya   tak  surut  apalagi  berhenti.  Mendidik
masyarakat   lewat   tulisan-tulisannya   yang   bernas   dan  santun.
Tulisannya,  juga ceramah-ceramahnya, selalu dinanti dan diminati oleh
umat yang merindukan kehidupan Islami.

Ternyata   untuk   bisa  menulis,  masalahnya  bukan  pada  waktu  dan
kesempatan. Tapi pada ? Ah Anda jawab sendiri lah.

- Harian Sa -

Categories: Harian Sa 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke