Kalo kini, malu tu bana nan kurang. Kok kaditempe jo stiker sapanuah
rumah tempelah, nan jaleh pitih masuak puro.

Walau tamasuak urang barado, kok ado urang nan mangatokan indak berhak
dikatokan bingik/ iri.

Nan manulak 6 kaluarga, tapi nan mamintak dimasikan jadi kealuarga
miskin ribuan kaluarga.

Iko indak dima2 ko doh, nagari awak juo.

NRM 41

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Abraham Ilyas
Sent: Wednesday, June 04, 2008 11:36 AM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] anak nagari menolak BLT

 

Dunsanak di Palanta Rantaunet nan ambo hormati;

Berita tg 3 Juni 2008 di koran nasional ini patut kita baca, karena di
tengah-tengah kondisi berebutnya sebagaian anggota masyarakat mendaftar
miskin (menurut berita TV !!) bila ada BLT, maka di ranah masih ada yang
malu menerima sedekah ini, silakan dibaca:

 

PADANG, KOMPAS -- Sebanyak enam keluarga di Kelurahan Parupuk Tabing,
Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, menolak bantuan langsung tunai.
Sikap itu mereka tuangkan dalam pernyataan tertulis kepada pihak
kelurahan serta menolak rumah mereka ditempeli stiker bertuliskan "Rumah
Tangga Miskin".

Dua dari enam keluarga yang dijumpai Kompas, Senin (2/6), menyatakan
alasan yang berbeda tentang penolakan itu. Buchori (70), warga perumahan
Jondul, menolak bantuan langsung tunai (BLT) karena merasa kebutuhan
makan-minum bisa terpenuhi dari pemberian anak-anaknya.

"Saya merasa tidak layak men-dapatkan bantuan itu karena ma-sih ada
tetangga yang jauh lebih miskin dari saya. Kalau saya me-nerima, rasanya
ndak pas," tutur Buchori, yang pernah menjadi penjual nasi sejak tahun
1970-an.

Meskipun kini sudah tidak bekerja, Buchori merasa masih bis hidup layak.
Kini Buchori tinggal bersama dua dari sembilan orang anaknya, di rumah
batu yang dulu dibeli dengan cara mencicil. Tahun 2005 dia juga pernah
menerima kartu BLT. Namun, kartu itu tidak digunakannya.

Adapun Tati (47) menolak bantuan karena diminta oleh anaknya. "Anak-anak
saya malu kalau rumah ini ditempeli stiker bertuliskan 'Rumah Tangga.
Miskin'," ujarnya.

Gejolak sosial

Guna mengantisipasi agar tidak menimbulkan gejolak sosial, verifikasi
data penerima BLT di Kupang.....

Pandangan serupa silakan klik di
http://www.nagari.or.id/?moda=palanta&no=101

 

Abraham Ilyas 63 Lk.

admin nagari.or.id

nagari.org

  
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke