Bangsa Indonesia, Berhentilah Mengeluh  
Rabu, 04 Juni 2008  
Oleh : DR. Ismail Novel, Ketua STAIN Bukittinggi

Seruan Kenechi Ohmae pada hari kedua Indonesia Regional Investment Forum
(IRIF) 2008 di Jakarta yang dimuat Padang Ekspres 28 Mei 2008 agar
bangsa Indonesia berhenti mengeluh patut diperhatikan dan disahuti.
Ohmae benar, kita memang sudah begitu lama diselimuti oleh sikap dan
cara berpikir pecundang (meminjam istilah Azyumardi Azra).. Pola pikir
kita, bangsa Indonesia, tak obahnya seperti pola pikir orang terkepung.
Kita selalu merasa sebagai orang kalah, terjajah, miskin, bodoh, dan
terbelakang. Kita tidak mampu menegakkan kepala kita jika berhadapan
dengan bangsa-bangsa lain. 
Apa yang kita miliki seolah tidak berarti dan serba buruk atau kurang.
Sebaliknya, yang dimiliki oleh negara-negara lain, termasuk
negara-negara tetangga kita, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong
semuanya baik dan bagus. Lantas, kita beramai-ramai datang ke sana untuk
berbelanja, berobat, sekolah, dan lain-lain. Syukur-syukur kalau pergi
ke sana dengan alasan-alasan yang ideal. Celakanya, terdapat sejumlah
anak bangsa yang pergi ke luar negeri hanya untuk belanja sesuatu yang
kadang-kadang ada, bahkan buatan bangsanya sendiri, Indonesia. 

Menurut Azyumardi Azra, deputi sekretaris wapres, semua itu muncul
karena kita, bangsa Indonesia, tidak pandai bersyukur.. Sangat banyak
sesungguhnya yang baik yang kita miliki dan tidak dimiliki oleh orang
lain yang patut kita banggakan dan kita syukuri. Seperti yang
dikemukakan Ohmae, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) dan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang sangat banyak dan bisa diandalkan. Sementara,
banyak negara lain yang kadang kala hanya punya SDM saja, tetapi tidak
punya SDA. Ada pula yang sebaliknya, punya SDM tetapi tidak punya SDA
yang cukup, bahkan ada negara yang minus kedua-duanya. 

Dalam pada itu, Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat pluralitas
yang sangat tinggi baik dari suku bangsa, budaya, bahasa, dan Agama,
tetapi mampu hidup secara rukun dan berdampingan. Di luar, dapat kita
saksikan banyak negara yang tidak memiliki tingkat kemajemukan seperti
kita terlibat perang saudara. 

Sejalan dengan yang dikemukakan Ohmae di atas, Azyumardi Azra, dalam
ceramahnya pada RPJP SUMBAR tahun 2007 yang lalu mengemukakan bahwa
sangat banyak sesungguhnya yang berarti yang kita miliki dan mungkin
tidak dimiliki oleh negara lain. Kita memiliki sekolah dan madrasah yang
sangat besar jumlahnya, mungkin terbesar di dunia. Begitu pula Masjid
dan tempat ibadah lainnya yang tidak tersaingi oleh banyak negara di
dunia. 

Karena itu, tidak ada alasan sebenarnya untuk kita selalu mengeluh.
Seperti kata Ohmae, sebenarnya pendapatan perkapita kita lebih baik dari
India. Kemudian, tatanan demokrasi kita juga jauh lebih baik dari Cina.
Hanya saja kedua negara yang disebutkan di atas bergerak lebih cepat. 

Hemat penulis, agar bangsa ini tidak terus menerus mengeluh perlu
dilakukan paling tidak dua hal. Pertama, pola pikir pecundang sudah
saatnya harus ditinggalkan. Kita harus berpikir menang. Karena, kita
adalah bangsa yang besar. Kita memiliki sumber daya alam dan sumber daya
manusia yang memadai. Kita mesti menamkan rasa kebanggaan atas bangsa
sendiri. Jerman dan Jepang (sebagai contoh) menjadi besar dan maju
seperti sekarang ini, antara lain, karena mereka memiliki kebanggaan
atas suku bangsa sendiri. Mereka memiliki optimisme dan rasa percaya
diri yang tinggi. Dan ini pula barangkali pada masa yang lalu yang
membuat bangsa kita bangkit untuk memperoleh kemerdekaannya. 

Kedua, Kita mesti meninggalkan bentuk-bentuk kekafiran dalam pengelolaan
kekayaan alam yang dimiliki.. Tindakan-tindakan seperti  ketidakadilan,
eksploitatif, koruptif adalah bentuk-bentuk kekafiran yang harus
ditinggalkan. Sebaliknya, perlu tindakan-tindakan sholeh dalam
pengelolaan kekayaan bangsa tersebut. Apalagi, bangsa kita adalah bangsa
beragama. Semua agama mengajarkan tentang kesalehan. Bertindak adil,
tidak sewenang-wenang, dan tidak korupsi. Semuanya itu adalah wujud rasa
syukur kita kepada Allah atas segala rahmat yang dilimpahkannya buat
bangsa kita. (***) 
 
 (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar === E-MAIL:
[EMAIL PROTECTED] 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke