Saya pernah ketemu Bapak Azyumardi Azra ini di Airport Changi beberpa waktu 
lalu, sayang tak sempat berbicara lama, tak lebih dari mau kemana dan dari mana 
dan ber haha hi hi saja.
   
  Yang yang membuat saya agak bingung, adalah pernyataan beliau dibawah ini: 
  "Pola pikir kita, bangsa Indonesia, tak obahnya seperti pola pikir orang 
terkepung.
Kita selalu merasa sebagai orang kalah, terjajah, miskin, bodoh, dan 
terbelakang. Kita tidak mampu menegakkan kepala kita jika berhadapan dengan 
bangsa-bangsa lain." dengan alasan yang dikatakan kita tidak pandai bersyukur
   
  oh maan
   
  Seharusnya orang sekaliber dia menyadari betul  bahwa kita dikondisikan 
seperti ini  oleh para pemimpin bangsa ini sendiri, mulai dari sukarno yang mau 
jadi presiden seumur hidup, kemudian suharto hingga reformasi yang yang 
didarahi oleh mahasiswapun di jadikan adu tanding oleh orang orang yang  berahi 
politik nya sudah sampai ke ubun ubun semua berteriak atas nama rakyat. Rakyat 
sudah terbodohi bertahun tahun inipun ikut pula berduyun duyun menusuk kepala 
pemimpinnya tersebut setelah berjoget joget mendengar orasi sang ketua.
   
  Tingkah polah para polotisi justru menyebarluaskan pandangan hidup munafik 
menjungkir balikan akal sehat. Inilah penyebab keterpurukan bukan karena tidak 
pandai bersyukur. 
  jangan mengada ada lah.
   
  Sementara pemimpin pemimpin bangsa lain mencatat catat setiap kesalahan dan 
kegagalan  pemimpin bangsa ini agar tidak terjadi dinegara mereka.
   
  
 
   Zulkarnain Kahar, menjelang setengah abad 

Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  
Bangsa Indonesia, Berhentilah Mengeluh 
Rabu, 04 Juni 2008 
Oleh : DR. Ismail Novel, Ketua STAIN Bukittinggi

Seruan Kenechi Ohmae pada hari kedua Indonesia Regional Investment Forum
(IRIF) 2008 di Jakarta yang dimuat Padang Ekspres 28 Mei 2008 agar
bangsa Indonesia berhenti mengeluh patut diperhatikan dan disahuti.
Ohmae benar, kita memang sudah begitu lama diselimuti oleh sikap dan
cara berpikir pecundang (meminjam istilah Azyumardi Azra).. Pola pikir
kita, bangsa Indonesia, tak obahnya seperti pola pikir orang terkepung.
Kita selalu merasa sebagai orang kalah, terjajah, miskin, bodoh, dan
terbelakang. Kita tidak mampu menegakkan kepala kita jika berhadapan
dengan bangsa-bangsa lain. 
Apa yang kita miliki seolah tidak berarti dan serba buruk atau kurang.
Sebaliknya, yang dimiliki oleh negara-negara lain, termasuk
negara-negara tetangga kita, seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong
semuanya baik dan bagus. Lantas, kita beramai-ramai datang ke sana untuk
berbelanja, berobat, sekolah, dan lain-lain. Syukur-syukur kalau pergi
ke sana dengan alasan-alasan yang ideal. Celakanya, terdapat sejumlah
anak bangsa yang pergi ke luar negeri hanya untuk belanja sesuatu yang
kadang-kadang ada, bahkan buatan bangsanya sendiri, Indonesia. 

Menurut Azyumardi Azra, deputi sekretaris wapres, semua itu muncul
karena kita, bangsa Indonesia, tidak pandai bersyukur.. Sangat banyak
sesungguhnya yang baik yang kita miliki dan tidak dimiliki oleh orang
lain yang patut kita banggakan dan kita syukuri. Seperti yang
dikemukakan Ohmae, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) dan Sumber
Daya Manusia (SDM) yang sangat banyak dan bisa diandalkan. Sementara,
banyak negara lain yang kadang kala hanya punya SDM saja, tetapi tidak
punya SDA. Ada pula yang sebaliknya, punya SDM tetapi tidak punya SDA
yang cukup, bahkan ada negara yang minus kedua-duanya. 

Dalam pada itu, Indonesia adalah negara yang memiliki tingkat pluralitas
yang sangat tinggi baik dari suku bangsa, budaya, bahasa, dan Agama,
tetapi mampu hidup secara rukun dan berdampingan. Di luar, dapat kita
saksikan banyak negara yang tidak memiliki tingkat kemajemukan seperti
kita terlibat perang saudara. 

Sejalan dengan yang dikemukakan Ohmae di atas, Azyumardi Azra, dalam
ceramahnya pada RPJP SUMBAR tahun 2007 yang lalu mengemukakan bahwa
sangat banyak sesungguhnya yang berarti yang kita miliki dan mungkin
tidak dimiliki oleh negara lain. Kita memiliki sekolah dan madrasah yang
sangat besar jumlahnya, mungkin terbesar di dunia. Begitu pula Masjid
dan tempat ibadah lainnya yang tidak tersaingi oleh banyak negara di
dunia. 

       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke